Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, Dokumenter by Wilsen Willim

Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, Dokumenter by Wilsen Willim
premier dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm (dok. Wilsen Willim)
  • Wilsen Willim merayakan 10 tahun berkarya lewat dokumenter enam episode tentang eksplorasi tenun dan koleksi adibusana “Algorithm: Universal Language” yang terdiri dari 60 tampilan.
  • Bersama videografer Magejibril, Wilsen mengunjungi Jembrana, Bandung Selatan, Kapuas Hulu Putussibau, dan Halaban untuk mendalami Songket, sutra Garut, tenun Dayak Iban, serta Songket Minang.
  • Dokumenter garapan Jibril Erlangga menampilkan proses kreatif, kolaborasi lintas bidang, dan transformasi wastra daur ulang menjadi koleksi yang dipresentasikan pada peragaan busana 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama satu dekade berkarya di industri mode, Wilsen Willim terus mengeksplorasi wastra Nusantara melalui pendekatan yang lebih modern. Perjalanan tersebut mencapai salah satu momennya lewat koleksi adibusana pertamanya, “Algorithm: Universal Language”, yang menjadi perayaan 10 tahun sang desainer berkarya. Terinspirasi dari pola teratur dalam proses menenun dan diwujudkan dalam 60 tampilan busana.

Masih menjadi bagian dari selebrasi 10 tahun berkarya Wilsen Willim, proses di balik koleksi tersebut kini diabadikan dalam seri dokumenter enam episode bertajuk “Reinventing Tenun: Journey to Algorithm”. Bersama videografer muda Magejibril, Wilsen menelusuri empat daerah penghasil tenun untuk memperlihatkan perjalanan, kekayaan, sekaligus upaya menjaga relevansi wastra tradisional bagi generasi muda.

  1. 1. Reinventing Tenun: Journey to Algorithm

    premier dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm
    premier dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm (dok. Wilsen Willim)

    “Reinventing Tenun: Journey to Algorithm” mengikuti perjalanan Wilsen Willim saat menjelajahi empat daerah penghasil tenun di Indonesia. Perjalanan ini menjadi bagian dari upayanya mengembangkan tenun tradisional secara berkelanjutan sekaligus memperkenalkannya melalui pendekatan mode yang lebih modern. Wilsen mengunjungi Jembrana - Bali untuk mengeksplorasi Tenun Songket, Bandung Selatan - Jawa Barat untuk Tenun Sutra Garut, Kapuas Hulu Putussibau - Kalimantan Barat untuk Tenun Dayak Iban, serta Halaban - Sumatera Barat untuk mengenal Songket Minang.

    Tak hanya menampilkan proses eksplorasi tenun, dokumenter ini juga memperlihatkan keterlibatan berbagai kolaborator dalam pembuatan koleksi “Algorithm: Universal Language”. Beberapa di antaranya adalah Christina Harjanto dari Ecotouch yang mengolah serat denim daur ulang, Eva Oemah Batiqu sebagai perajin Batik Ciwaringin Cirebon, Cannesia Soekotjo dari jenama produk kulit Peau, Inggrid Saidbun dari jenama alas kaki Bocorocco, serta Diatri Mitha dan Valerie Hadiningrat dari jenama aksesori Subeng Klasik. Proyek ini turut melibatkan Tasya Kusnadi dari Yayasan Kawan Lama dan Sjamsidar Isa, mentor sekaligus pemerhati wastra yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Fashion Designer Council dan pembina Cita Tenun Indonesia.

  2. 2. Bukan hanya sekadar perjalanan berkeliling Indonesia

    cuplikan dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm
    cuplikan dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm (dok.Wilsen Willim)

    Dokumenter yang disutradarai sineas sekaligus fotografer muda Jibril Erlangga ini tidak hanya merekam perjalanan Wilsen Willim mengunjungi berbagai daerah penghasil tenun di Indonesia. Film ini juga memperlihatkan proses kreatif hingga kain wastra daur ulang tersebut diwujudkan menjadi koleksi adibusana yang dipresentasikan dalam peragaan busana di Ballroom Hotel Mulia pada 8 Juli 2026, serta acara Re-See di Rumah Heritage Jakarta pada 9 Juli 2026.

    Enam episode dokumenter tersebut kemudian dirangkai menjadi satu film berdurasi 56 menit 57 detik untuk penayangan terbatas di XXI Plaza Indonesia, bertepatan dengan ulang tahun ke-33 Wilsen Willim. Setelah itu, film juga diputar secara terbatas bagi para siswa di FLIX ASHTA District 8 pada 24 Agustus 2026, sehingga kisah perjalanan dan eksplorasi wastra Wilsen dapat diperkenalkan kepada generasi muda.

  3. 3. Ucapan terima kasih Willsen Willim

    premier dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm
    Wilsen Willim di premier dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm (dok.Wilsen Willim)

    Dalam rangkaian perayaan satu dekade berkaryanya, Wilsen Willim turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kreatifnya. Ucapan terima kasih ditujukan kepada tim Wilsen Willim, Mr. Zamri Mamat dan tim Plaza Indonesia, tim XXI Plaza Indonesia, Mr. Leo Slatter dan tim ASHTA District 8, Ms. Nazyra C. Noer, Mr. Hagai Pakan, serta Mr. Jibril Erlangga.

    Apresiasi juga diberikan kepada Mdm. Sjamsidar Isa, seluruh sponsor pendukung, para kolaborator, rekan media partner, stylist, hingga para client yang telah memberikan kepercayaan kepada Wilsen Willim selama sepuluh tahun terakhir. Dukungan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Wilsen menghadirkan karya dan terus mengeksplorasi kekayaan wastra Indonesia.

    Lewat “Reinventing Tenun: Journey to Algorithm”, Wilsen Willim tak hanya membagikan perjalanan kreatifnya, tetapi juga menunjukkan bahwa wastra tradisional dapat terus berkembang melalui inovasi. Dokumenter ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan tenun Indonesia sekaligus menjaga warisan budaya tetap relevan bagi generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More