Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Maksimalkan Ibadah, 7 Salat Sunah yang Baik Dikerjakan saat Ramadan

Maksimalkan Ibadah, 7 Salat Sunah yang Baik Dikerjakan saat Ramadan
unsplash.com/@jim_pave

Bulan Ramadan menjadi salah satu bulan yang istimewa bagi seluruh umat muslim. Banyak keutamaan di bulan Ramadan yang menjadikannya sebuah kesempatan untuk saling berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, terutama dalam beribadah. Tak hanya berpuasa sebulan penuh, banyak ibadah-ibadah yang bisa dilakukan selama bulan Ramadan, salah satunya dengan menjalankan salat sunah.

Biar keberkahan selama bulan puasa tidak terbuang sia-sia, ini tujuh salat sunah yang sangat baik untuk dilaksanakan selama bulan Ramadan.

1. Salat tarawih

pexels.com/@vijarindo
pexels.com/@vijarindo

Salat tarawih merupakan salah satu salat sunah yang hanya bisa dijalani pada bulan Ramadan yang dilakukan setelah salat Isya. Tak heran jika salat tarawih terasa sangat spesial dan begitu banyak keutamaan di dalamnya. Salah satu keutamaan besar melaksanakan salat tarawih yaitu diampuni dosa-dosa terdahulu.

"Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau" (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya)

Tak hanya itu, salat tarawih merupakan salah satu amalan sunah yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW selama bulan Ramadan. Maka dari itu salat tarawih selama bulan Ramadan sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

2. Salat witir

unsplash.com/@masjidmpd
unsplash.com/@masjidmpd

Pada saat bulan Ramadan, biasanya salat witir dilaksanakan setelah salat tarawih, namun juga bisa dilakukan di bulan-bulan lainnya sebagai salat penutup malam. Salat witir memiliki banyak keutamaan dan merupakan salah satu salat sunah yang sangat dianjurkan. 

Nabi Muhammad SAW bahkan tidak pernah melewati salat witir setiap malam. Dari ‘Ali bin Abi Thalib RA, dia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan salat witir, maka salat witirlah, wahai para ahli Al Quran.” (HR. Abu Dawud no. 1416, At-Tirmidzi no. 453, Nasa-i no. 1675, Ibnu Majah no. 1157, Ahmad no. 879. Al-Albani dalam Shahiihut Targhiib no. 590 mengatakan, “Hadits shahih")

Salat witir sendiri dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, yakni satu rakaat, tiga rakaat, atau lima rakaat.

3. Salat tahajud

pexels.com/@michael-burrows
pexels.com/@michael-burrows

Setiap umat muslim pasti sudah tidak meragukan lagi keutamaan luar biasa dari salat tahajud, bahkan salat tahajud menjadi salat sunah yang paling utama setelah salat wajib. Salat tahajud dikerjakan pada sepertiga malam, yakni sekitar jam 01.00 sampai jam 04.00 atau menjelang subuh.

Adapun beberapa keutamaan salat tahajud yaitu membuka pintu surga, penghapus dosa, dikabulkan doa-doa, dipermudah segala urusan, dan masih banyak lagi. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, menyebutkan bahwa:

“Sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam. Dan sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.” (HR. Muslim No. 1163)

4. Salat duha

pexels.com/@michael-burrows
pexels.com/@michael-burrows

Tak kalah dengan keutamaan salat tahajud, salat duha juga memiliki banyak keutamaannya terutama untuk membuka pintu rezeki, penghapus dosa, dan dijauhkan dari sifat lalai. Selain itu salat duha juga memiliki keistimewaan lainnya, yakni dengan melaksanakan salat duha maka pahalanya seperti melakukan haji dan umrah dengan sempurna.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melaksanakan salat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan salat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

Salat duha dapat dilakukan minimal 2 rakaat sampai 8 rakaat pada waktu setelah matahari terbit hingga sebelum tergelincir atau sebelum salat zuhur.

5. Salat rawatib

pexels.com/@michael-burrows
pexels.com/@michael-burrows

Salat rawatib merupakan salah satu salat sunah yang juga dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Salat rawatib biasanya dikerjakan sebelum dan sesudah salat wajib. Salat sunah ini sangat disarankan karena memiliki keutamaan yang luar biasa, beberapa keutamaannya yaitu dibangunkan rumah di surga dan pahala yang melebihi dunia dan isinya.

 “Barang siapa yang mengerjakan salat 12 rakaat (salat sunah rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim No.728)

12 rakaat yang dimaksud dari hadis di atas yaitu:

  • 2 rakaat sebelum subuh ;
  • 4 rakaat sebelum zuhur dengan 2 kali salam;
  • 2 rakaat sesudah zuhur;
  • 2 rakaat setelah magrib;
  • 2 rakaat setelah isya.

6. Salat taubat

pexels.com/@baybiyik
pexels.com/@baybiyik

Sejatinya manusia merupakan tempat berbuat kesalahan, entah disengaja maupun tidak. Namun bukan berarti dosa-dosa kita tak dapat diampuni, karena sesungguhnya Allah maha pengampun dan menyukai orang-orang yang bertaubat.

Saat di bulan puasa, Allah membuka pintu taubat sebesar-besarnya, hal ini pun menjadi kesempatan baik untuk memohon ampun dan bertaubat, salah satunya dengan cara melaksanakan salat taubat.

“Barang siapa berwudu dan menyempurnakan wudunya, lalu mendirikan salat dua rakaat atau empat rakaat, ia menyempurnakan zikir dan khusyuk kemudian memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah mengampuninya.” (HR. Ahmad, Hasan)

Waktu pelaksanaan salat taubat pun bisa dilakukan kapan saja. Namun ada beberapa waktu yang diharamkan untuk melaksanakan salat, yaitu:

  • Mulai dari terbit fajar hingga terbitnya matahari;
  • Saat matahari persis di tengah-tengah hingga condong;
  • Ketika menjelang matahari terbenam hingga benar-benar terbenam sempurna;
  • Saat terbit matahari hingga naik sepenggalah.

7. Salat hajat

unsplash.com/@under_afiq
unsplash.com/@under_afiq

Setiap manusia pasti memiliki sebuah keinginan. Di saat bulan Ramadan, tak hanya terbukanya pintu taubat, namun juga dikabulkannya doa-doa hamba yang bersungguh-sungguh. Di bulan ini lah menjadi kesempatan emas bagi umat muslim memanjatkan doa untuk dikabulkan segala niat dan hajatnya, salah satunya melalui salat hajat. 

“Siapa yang berwudu dan sempurna wudunya, kemudian salat dua rakaat (salat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia minta cepat atau lambat,” (HR Ahmad).

Sama seperti salat sunah taubat, salat hajat juga dapat dilaksanakan kapan saja, kecuali di waktu-waktu yang dilarang untuk salat. Namun salat hajat akan lebih baik dilaksanakan pada sepertiga malam.

Untuk memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadan, kamu bisa menjalankan ibadah sunah di atas sesuai waktunya. Semoga segala amal dan ibadah kita dapat diterima dan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nursyamsi Kusuma Dewi
EditorNursyamsi Kusuma Dewi
Follow Us

Related Articles

See More

Debby Vania, dari Hobi sampai Jadi Fashion Custom Painter Steve Aoki

30 Apr 2026, 20:59 WIBLife