Bagi sebagian pembaca, buku yang sudah selesai dibaca hanya meninggalkan kesan sementara. Beberapa minggu kemudian, detail penting mulai terlupakan. Seperti misalnya alasan sebuah tokoh mengambil keputusan tertentu, konsep yang dijelaskan penulis, atau satu paragraf yang dulu terasa sangat menarik. Inilah alasan mengapa sebagian orang memilih membuat catatan setelah atau selama membaca.
Bagi sebagian lainnya, jika dilakukan tanpa tujuan yang jelas, mencatat bisa membuat membaca terasa seperti beban. Karena itu, penting untuk memahami kapan catatan benar-benar membantu dan kapan justru menghambat proses membaca. So, perlukah mencatat isi buku? Berikut jawabannya!
