Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Friend Poaching, ketika Seseorang Mencuri Temanmu
Ilustrasi friend poaching (pexels.com/César O'neill)

Suatu hari, kamu memperkenalkan dua temanmu. Singkat cerita, percakapan mengalir lancar, suasananya menyenangkan, dan kamu senang mereka akrab. Namun, beberapa waktu kemudian, mereka hangout bersama, buat story Instagram, hingga berbagi jokes yang tidak kamu ketahui.

Di situasi tersebut, mungkin kamu merasa sakit hati atau merasa diabaikan (left out). Ternyata situasi ini punya istilah sendiri yaitu friend poaching (perebutan pertemanan).

Merebut teman atau merebut seseorang dari lingkaran pertemanan orang lain tidak selalu disengaja, tetapi tetap dapat memicu kecemburuan, kebencian, dan kebingungan. Perasaan-perasaan ini sulit untuk diungkapkan, dan juga sulit untuk dibicarakan dengan orang-orang yang terlibat. So, cari tahu disini seputar friend poaching dan tips menghadapinya!

1. Apa itu friend poaching?

Ilustrasi friend poaching (pexels.com/Mikhail Nilov)

Friend poaching adalah fenomena yang terjadi ketika seseorang yang kamu kenal mencoba menjalin hubungan yang lebih dekat dengan temanmu, dan dalam prosesnya, seringkali mengabaikanmu. Kamu mungkin memperkenalkan dua temanmu karena tahu mereka akan akur, tetapi apa yang terjadi jika mereka mulai sering berkumpul dan tidak mengajakmu? Dalam situasi ini, perasaan dikhianati, cemburu, dan dikucilkan dapat terjadi.

“Situasinya tidak nyaman. Rasanya hampir seperti temanmu berselingkuh karena ada pihak ketiga yang masuk ke dalam hubungan, dan kemudian mereka akhirnya mengucilkanmu dari pertemanan. Sama seperti ketika seseorang selingkuh dalam hubungan romantis, kamu bisa merasa marah, sedih, dan ditolak," kata Suzana E. Flores , Psy.D., psikolog klinis berlisensi mengutip laman Glamour.

Perilaku friend poaching seringkali dimulai dengan sederhana, ketika seseorang hanya ingin mencari teman baru. Seseorang mungkin hanya ingin lebih diterima dalam kelompok, atau mereka mungkin hanya akrab dengan teman-teman orang lain.

Namun, hal ini dapat mulai mengganggu hubungan yang sudah ada, mengubah dinamika kelompok. Dan bahkan jika tidak ada yang memiliki niat buruk, hal itu dapat membuat kamu merasa tersisih dari lingkaran sosialmu sendiri.

2. Mengapa seseorang melakukan friend poaching?

Ilustrasi friend poaching (pexels.com/Keira Burton)

Menurut psikolog hubungan Karin Anderson Abrell, Ph.D., sebagian besar friend poaching disebabkan oleh FOMO (Fear of Missing Out).

“Perempuan dididik untuk fokus pada hubungan dan persahabatan. Jika kita melihat seseorang mendekati kita, kita berpikir, 'Itu temanku , dan aku tidak ingin ketinggalan dan direndahkan'," kata Abrell mengutip Glamour.

Perilaku friend poaching juga bisa dimotivasi oleh rasa tidak aman. Sang 'pencuri' tersebut mungkin mengalami kecemasan sosial atau kesulitan berteman. Atau mereka mungkin memiliki luka lama seperti dikucilkan atau merasa tidak cukup baik. Rasa tidak aman seperti itu dapat memicu kecemburuan.

"Beberapa orang menginginkan apa yang kamu miliki, baik itu teman, status, atau rasa memiliki, dan mereka ingin meraihnya secara instan alih-alih membangun milik mereka sendiri,” kata Daryl Appleton, LMHC, psikoterapis mengutip laman Real Simple.

Jika seseorang merasa seperti orang luar, mereka mungkin mencoba mengamankan tempatnya dalam kelompok dengan menjadi teman terdekat atau terpenting. Bisa juga mereka memiliki pola pikir kekurangan, di mana mereka percaya persahabatan, perhatian, dan rasa memiliki terbatas, bukan sesuatu yang dapat dibagi. Jadi, ini bisa berarti si friend poacher ingin bersaing denganmu.

3. Tanda seseorang melakukan friend poaching

Ilustrasi friend poaching (pexels.com/Helena Lopes)

Mengidentifikasi friend poacher bisa jadi sulit karena tindakannya mungkin tidak selalu lugas atau disengaja. Mengenali perilaku tersebut terlebih dahulu dapat membantumu mengatasi situasi dengan lebih efektif untuk menjaga hubungan yang sehat.

Hal ini dapat membantu memastikan setiap orang dalam lingkaran pertemananmu merasa dihargai dan dilibatkan. Berikut ada beberapa tanda seseorang melakukan friend poaching:

  • Perhatian terfokus: Seseorang mungkin menunjukkan banyak minat pada temanmu, sering mengajaknya berbicara atau mencoba menghabiskan waktu berdua saja dengannya, memonopoli waktunya.

  • Aktivitas eksklusif: Orang tersebut mungkin sering mengundang temanmu ke pertemuan atau acara sosial tetapi tidak mengajakmu. Ini mungkin pertanda bahwa mereka mencoba menciptakan ikatan terpisah dan mengisolasimu.

  • Melanggar batasan: Mungkin orang tersebut membocorkan rahasiamu atau memberikan nasihat dengan cara yang merusak hubunganmu dengan teman. Misalnya, seorang friend poacher bisa mengungkap masalah pribadi atau memberikan pendapat yang bersebrangan denganmu.

  • Perilaku manipulatif: Friend poacher mungkin akan memuji temanmu secara berlebihan sehingga membuatmu merasa kurang dihargai atau menciptakan situasi yang membuatmu terlihat buruk.

  • Gosip dan kerahasiaan: Mereka mungkin memulai percakapan dengan temanmu tentang hal-hal pribadi, menciptakan lingkungan rahasia yang mengecualikanmu. Perpecahan ini dapat membuat di perebut teman ini merasa memiliki hubungan khusus dan eksklusif yang tidak termasuk kamu.

4. Tips menghadapi friend poaching

Ilustrasi friend poaching (pexels.com/Alena Darmel)

Apa pun alasannya, dikucilkan terasa seperti sebuah kehilangan. Berikut yang dapat kamu lakukan jika kamu merasa diabaikan akibat friend poaching.

Berkomunikasilah secara terbuka dengan temanmu
Bicaralah dengan temanmu tentang perasaanmu dengan lembut dan tanpa menyalahkannya. Jelaskan bahwa kamu telah memperhatikan beberapa perubahan dalam dinamika persahabatan kalian dan ungkapkan bagaimana perasaanmu. Ini dapat membantu mengklarifikasi kesalahpahaman dan memperkuat ikatan kalian.

Tetapkan batasan yang jelas dengan friend poacher
Jika merasa nyaman melakukannya, diskusikan perasaanmu dengan orang yang menurutmu mungkin merusak persahabatan. Beri tahu mereka tindakan mana yang membuatmu tidak nyaman. Menetapkan batasan dengan jelas dan penuh hormat dapat membantu menjaga hubungan tetap baik.

Tetapi ingat, tindakan mereka mungkin dilakukan dengan niat baik, ya, terkadang tidak bermaksud atau tidak selalu jahat. Kadang seseorang melakukannya hanya karena ingin menjalin pertemanan baru, bukan untuk memanipulasi atau menyakiti.

Lakukan self care
Fokuslah pada aktivitas yang membuatmu merasa nyaman dengan diri sendiri dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Menekuni hobi, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga yang mendukung dapat membantumu melewati masa-masa sulit secara emosional.

Perluas jaringan sosial
Perluas lingkaran pertemanan untuk membantu mengurangi tekanan dan kekecewaan karena merasa diabaikan. Bertemu orang baru dan menjalin persahabatan baru dapat membantu memberikan perspektif baru dan mengurangi dampak dari hubungan yang bermasalah.

Fokus pada kualitas daripada kuantitas dalam hubungan
Investasikan lebih banyak waktu dan tenaga dalam hubungan di mana kamu merasa dihargai dan didukung. Persahabatan yang berkualitas, dengan rasa saling menghormati dan pengertian, dapat lebih bermanfaat bagi kesejahteraanmu daripada memiliki banyak koneksi yang dangkal.

Renungkan situasi tersebut
Tanyakan pada diri sendiri apakah persahabatan itu bermanfaat bagi kepentinganmu. Ketika dinamika persahabatan berubah, mungkin ada baiknya untuk mundur sejenak dan mengevaluasi kembali.

Nah, itulah seluk beluk mengenai friend poaching yang perlu kamu ketahui. Persahabatan dapat pulih dari sikap ini. Pemulihan dimulai dengan komunikasi jujur ​​tentang perasaan dan pengalaman masing-masing orang. Jadi, apakah kamu punya pengalaman friend poaching?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article