Menemukan Kebahagiaan dari Hal-hal Kecil yang Dulu Sering Terlewat

- Bias negatif membuat otak lebih fokus pada pengalaman buruk, sehingga kemampuan menghargai kebaikan dapat terbatas meski mekanisme ini berfungsi sebagai peringatan terhadap ancaman.
- Konsep glimmers menekankan momen kecil yang memunculkan rasa aman, tenang, bahagia, dan harapan; misalnya udara bersih, aroma menyenangkan, atau obrolan ringan.
- Mengapresiasi hal sederhana, memperlambat ritme hidup dengan mindfulness, menciptakan momen nyaman, dan berlatih bersyukur dapat membantu meningkatkan kepuasan serta fokus pada aspek positif.
Dikutip dari Psychology Today, secara biologis manusia memang terprogram untuk lebih fokus pada hal negatif. Otak manusia lebih senang memperhatikan peristiwa dan pengalaman negatif daripada hal-hal positif, dalam psikologi hal tersebut dikenal sebagai bias negatif.
Pada dasarnya, bias negatif menjaga manusia dari potensi ancaman dengan memberi peringatan. Akan tetapi, bias negatif juga dapat membatasi kemampuan untuk memperhatikan dan menghargai kebaikan. Lalu, bagaimana menemukan kebahagiaan dari hal kecil yang dulu sering terlewat?
1. Ciptakan glimmers, sesuatu yang memantik kebahagiaan

Ilustrasi bahagia (pexels.com/Photo by Charles Delos Reyes) Deb Dana, penulis buku Polyvagal Theory in Therapy menjelaskan konsep glimmers. Menurutnya, glimmers adalah momen-momen kecil yang memberikan rasa aman, tenang, bahagia, dan penuh harapan di tengah kesibukan atau tekanan hidup.
Glimmers dapat dikatakan berbeda dengan triggers yang justru memicu kewaspadaan dan potensi bahaya. Glimmers membantu saraf untuk merasa lebih aman dan berada dalam kondisi yang lebih seimbang.
Glimmers dapat membantu seseorang menjaga kesejahteraan emosional dengan menyadari dan menikmati kebahagiaan kecil yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Momen sederhana seperti udara yang bersih, aroma yang enak, dan obrolan ringan yang menyenangkan dapat menjadi sumber kebahagiaan bermakna.
Oleh karenanya, kita didorong untuk secara aktif menghidupkan glimmers dalam diri. Tentu, glimmers dapat diaktifkan melalui perspektif positif yang dibangun setiap harinya.
2. Mengapresiasi hal kecil di sekitar

ilustrasi bahagia menjadi jomblo (unsplash.com/Khaled Ali) Untuk menikmati kebahagiaan kecil yang sering terlewat, kamu dapat mengubah perspektif menjadi lebih positif. Berdasarkan studi di tahun 2012 yang dipaparkan dalam Healthline, kemampuan untuk lebih menghargai kehidupan dengan meluangkan waktu untuk mengapresiasi berbagai hal menyenangkan dalam hidup, dapat meningkatkan kepuasan. Bahkan mengapresiasi hal kecil akan lebih memuaskan daripada ciri kepribadian, dan faktor demografis.
Kebiasaan menghargai momen-momen kecil yang menyenangkan dan membahagiakan seringkali berkontribusi terhadap kebahagiaan jangka panjang daripada hari-hari istimewa yang hanya datang sesekali.
3. Ciptakan momen berharga kamu

ilustrasi bahagia (freepik.com/freepik) Scholar dan speaker, Robyne Hanley-Dafoe dalam Psychology Today menyarankan untuk memperlambat ritme kehidupan dengan lebih mindful dalam menjalani hari. Hindari melakukan sesuatu secara otomatis atau bergerak dengan auto pilot.
Menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil juga dapat dilakukan dengan menciptakan sebuah momen, tidak harus menunggu sesuatu terjadi secara alami. Pikirkan tentang apa yang memberi kegembiraan dan kenyamanan, lalu wujudkan! Selain itu, kamu juga dapat berlatih bersyukur, hal ini dapat membantumu fokus dan menghargai aspek positif dalam hidup tanpa menghilangkan pengalaman atau perasaan negatif.
Banyak hal dapat dilakukan untuk menikmati kebahagiaan dalam hidup. Beberapa langkahnya telah dipaparkan dalam penjelasan di atas, ya!


![[QUIZ] Kebahagiaan Apakah yang akan Mengejutkanmu di Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250602/pexels-jonathanborba-3009324-a2eea99d44ffa312118a8aa3ee5a4c6a-1accf8fc3264035a1b0c6e48617c87ff.jpg)









![[QUIZ] Dari Pola Pikir Kamu saat Ini, Mungkinkah Kamu Sukses di Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20251016/berapa-usia-ideal-untuk-dikatakan-sukses_127a369a-277b-4c04-89ba-379d79b60df3.jpeg)

![[QUIZ] Tes Kosakata Bahasa Sunda, Tahu Artinya Gak?](https://image.idntimes.com/post/20250227/pexels-pavel-danilyuk-6612739-8d97b518ec4b8752bb2681d0e74a080c.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu termasuk Orang yang Fake di Media Sosial, Kalau Dilihat dari Foto yang Diunggah?](https://image.idntimes.com/post/20250817/freepik-1033_d7f34128-0a86-4fa9-a95b-deddf2398454.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Empati atau Cenderung Tone Deaf?](https://image.idntimes.com/post/20240806/pexels-photo-4246061-e75c5656dd8b9be027075d1d1e25c091-2c18395aa9e8b87c6d650645fe1bca7b.jpeg)
![[QUIZ] Tokoh Masha and The Bear Kesukaanmu, Bongkar Kamu Tipe Orang yang Diam-diam Menyebalkan atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20260512/upload_1abde93c1fa0ffc1b62c9c533709e924_87bc9d1e-0ca1-4dda-88c9-029b8448218f.jpg)


![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250526/image-15-38aaa07364b27568f6d9ac02c74958a2.jpg)
