Tidak sedikit orang yang memilih menjalani hidup dengan ritmenya sendiri. Ada yang lebih senang menghabiskan akhir pekan di rumah daripada pergi ke tempat ramai, memilih pekerjaan yang memberi waktu luang lebih banyak meski penghasilannya biasa saja, atau merasa cukup dengan gaya hidup yang sederhana. Selama keputusan tersebut tidak merugikan siapa pun, seharusnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
Namun, kenyataannya pilihan-pilihan seperti itu sering memancing komentar. Mulai dari dianggap kurang ambisius, terlalu santai, tidak memanfaatkan peluang, hingga dinilai menyia-nyiakan potensi. Mengapa pilihan hidup yang sifatnya pribadi justru sering mengundang pendapat dari orang lain? Berikut beberapa alasannya.
