5 Trik Lazymaxxing untuk Tetap Produktif Meski Lagi Malas

- Lazymaxxing mengajak tetap menyelesaikan hal penting saat malas dengan memilih cara paling sederhana, bukan memaksakan produktivitas maksimal.
- Memulai dari tugas mudah, menerapkan aturan lima menit, dan memecah pekerjaan besar menjadi langkah kecil dapat mengurangi hambatan untuk mulai bekerja.
- Rutinitas bisa disederhanakan melalui template atau penghapusan langkah tak perlu, sambil menempatkan tugas berat pada saat energi dan fokus sedang tinggi.
Terkadang rasa malas datang ketika pekerjaan sedang menumpuk. Mau mulai bekerja rasanya berat, tetapi kalau terus ditunda, tugas justru bisa semakin banyak dan membuat pikiran terasa penuh. Kalau sudah begini, rasanya kita jadi serba salah.
Dalam kondisi seperti ini, konsep lazymaxxing bisa menjadi salah satu cara untuk menyiasatinya. Alih-alih memaksakan diri bekerja dengan energi penuh, kamu bisa mencari cara paling sederhana untuk tetap menyelesaikan hal-hal penting. Lantas, apa saja triknya? Simak lima trik lazymaxxing yang bisa dicoba saat sedang malas. Keep scrolling!
1. Mulai dari tugas yang paling mudah

ilustrasi seorang perempuan fokus bekerja (freepik.com/zynkevych) Ketika sedang malas, melihat daftar pekerjaan yang panjang bisa membuatmu semakin enggan untuk memulai. Karena itu, cobalah memilih satu tugas yang paling mudah dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Karena cukup dengan satu langkah kecil, kamu akan mampu melakukan pekerjaan besar.
Misalnya, kamu bisa mulai dengan membalas satu email, merapikan meja kerja, atau menyelesaikan satu bagian kecil dari pekerjaan. Setelah berhasil menyelesaikan tugas tersebut, biasanya memulai pekerjaan berikutnya terasa lebih ringan. Jangan langsung memikirkan perjalanan panjang dalam melakukan pekerjaanmu, ya, fokus saja pada satu langkah kecil.
2. Gunakan aturan "5 menit"

ilustrasi manajemen waktu (magnific.com/8photo) Kalau memulai pekerjaan terasa terlalu berat, coba buat kesepakatan dengan diri sendiri untuk mengerjakannya selama 5 menit saja. Kamu tak perlu langsung menargetkan pekerjaan tersebut selesai seluruhnya. Lima menit adalah waktu yang tak panjang untuk kamu mulai bekerja.
Selama lima menit itu, fokuslah hanya pada langkah pertama. Setelah waktunya habis, kamu bisa memutuskan apakah ingin berhenti atau melanjutkannya. Sering kali, bagian tersulit memang bukan mengerjakan tugasnya, melainkan memulai.
3. Pecah pekerjaan menjadi bagian kecil

ilustrasi bekerja secara efisien (freepik.com/freepik) Pekerjaan yang besar sering terasa lebih melelahkan karena terlihat seperti sesuatu yang membutuhkan banyak waktu. Salah satu cara lazymaxxing adalah memecah pekerjaan tersebut menjadi beberapa tugas kecil. Tetapi, kamu perlu menargetkan pekerjaan itu untuk selesai.
Contohnya, kalau kamu seorang penulis, daripada menargetkan langsung menyelesaikan satu artikel, kamu bisa membaginya menjadi mencari ide, membuat judul, menulis pembuka, lalu mengerjakan setiap bagian secara bertahap. Dengan begitu, pekerjaan terasa lebih mudah untuk dimulai dan diselesaikan.
4. Hilangkan langkah yang tak perlu

ilustrasi seorang perempuan sedang burnout karena banyak pekerjaan (freepik.com/wayhomestudio) Coba perhatikan rutinitas kerja dan cari bagian yang sebenarnya bisa dibuat lebih sederhana. Kalau ada pekerjaan yang bisa dilakukan dengan lebih sedikit langkah tanpa mengurangi hasilnya, kamu bisa menggunakan cara tersebut.
Misalnya, menyiapkan template untuk pekerjaan yang sering dilakukan berulang kali. Dengan begitu, kamu gak perlu memulai semuanya dari awal setiap kali mengerjakan tugas yang sama. Energi yang tersisa bisa digunakan untuk bagian pekerjaan yang memang membutuhkan perhatian.
5. Manfaatkan waktu saat energi sedang tinggi

ilustrasi bekerja sambil mendengarkan musik (unsplash.com/vitaly gariev) Produktivitas tak selalu harus berlangsung selama berjam-jam. Kamu bisa memanfaatkan waktu ketika energi sedang lebih baik untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi. Selanjutnya, kamu bisa menyisakan pekerjaan ringan pada saat energi mulai menurun.
Misalnya, pekerjaan yang membutuhkan banyak berpikir bisa dilakukan ketika kamu sedang fokus. Setelah itu, kamu bisa mengerjakan tugas administratif atau pekerjaan sederhana ketika mulai merasa lelah. Cara ini membuat tenaga yang tersedia bisa digunakan secara lebih efisien.
Sebenarnya, lazymaxxing bukan tentang mencari pembenaran untuk terus bermalas-malasan. Konsep ini lebih kepada mencari cara yang memungkinkan kamu tetap bergerak meskipun sedang tak berada dalam kondisi paling produktif. Jadi, ketika sedang malas, kamu tidak harus langsung memaksa diri bekerja maksimal. Cukup cari cara paling mudah untuk mulai bergerak.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























