Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menjalani Soft Life Tanpa Memaksakan Kondisi Dompet, Catat!

4 min read
5 Cara Menjalani Soft Life Tanpa Memaksakan Kondisi Dompet, Catat!
Ilustrasi wanita tersenyum (pexels.com/George Milton)
  • Soft life dapat dimulai dengan menentukan kenyamanan yang benar-benar dibutuhkan, seperti tidur cukup, ruang rapi, atau waktu tanpa gangguan, tanpa mengikuti standar hidup orang lain.
  • Sediakan anggaran khusus untuk kesenangan setelah kebutuhan utama, tabungan, dan kewajiban aman; pilih pula aktivitas menenangkan berbiaya rendah atau tanpa transaksi.
  • Hindari memaksakan tren media sosial dan kurangi pemicu stres, seperti jadwal penuh atau notifikasi berlebihan, agar hidup lebih ringan tanpa membebani keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Soft life sering terlihat identik dengan hidup yang serba nyaman, punya banyak waktu luang, nongkrong di tempat estetik, atau sesekali pergi healing. Gambaran seperti ini bikin sebagian orang merasa hidup yang tenang harus selalu dibayar dengan pengeluaran lebih besar. Padahal, inti hidup yang lebih ringan justru bisa dimulai dari cara mengatur energi, waktu, dan uang sesuai kemampuan.

Menjalani soft life gak harus membuatmu memaksakan standar hidup yang sebenarnya belum sanggup ditanggung. Kenyamanan tetap bisa dicari tanpa membuat akhir bulan dipenuhi rasa bersalah karena terlalu banyak pengeluaran impulsif. Nah, ada beberapa cara yang bisa membantu kamu menikmati hidup yang lebih pelan tanpa membuat dompet ikut kewalahan. Penasaran apa saja? Yuk, baca sampai akhir!

  1. 1. Tentukan versi nyaman yang benar-benar kamu butuhkan

    ilustrasi perempuan tersenyum
    ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/Anna Tarazevich)

    Soft life akan terasa lebih realistis saat kamu tahu bentuk kenyamanan yang benar-benar penting buatmu. Bisa jadi kamu lebih membutuhkan tidur cukup, kamar yang rapi, makanan enak sesekali, atau waktu tanpa gangguan setelah bekerja. Semua itu belum tentu membutuhkan pengeluaran besar untuk membuat hidup terasa lebih menyenangkan.

    Keinginan akan mudah membengkak kalau standar nyaman terus mengambil referensi dari kehidupan orang lain. Kopi mahal, staycation, skincare lengkap, atau barang estetik mungkin menyenangkan, tetapi gak semuanya harus masuk dalam rutinitasmu. Pilih kenyamanan yang paling terasa manfaatnya supaya uang gak habis hanya untuk mengejar tampilan hidup yang terlihat santai.

  2. 2. Sediakan budget khusus untuk hal yang bikin hidup lebih menyenangkan

    ilustrasi perempuan menghitung uang
    ilustrasi perempuan menghitung uang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Menikmati uang tetap penting supaya hidup gak terasa cuma soal bekerja dan menabung. Kamu bisa menyiapkan fun money untuk nongkrong, membeli makanan favorit, menjalani hobi, atau melakukan hal kecil yang membuat minggu terasa lebih ringan. Nominalnya gak harus besar selama sudah disesuaikan dengan kondisi keuangan.

    Budget seperti ini juga membantu kamu menikmati sesuatu tanpa terus merasa bersalah setelah mengeluarkan uang. Selama kebutuhan utama, tabungan, dan kewajiban sudah aman, uang tersebut memang sengaja disediakan untuk dinikmati. Soft life terasa jauh lebih tenang saat kesenangan gak selalu diikuti kepanikan mengecek saldo.

  3. 3. Cari kenyamanan yang gak selalu membutuhkan transaksi

    Ilustrasi perempuan membaca buku
    Ilustrasi perempuan membaca buku (pexels.com/George Milton)

    Banyak bentuk istirahat sebenarnya bisa dinikmati tanpa harus selalu membeli sesuatu. Jalan sore, menonton ulang film favorit, membaca, memasak sendiri, merapikan kamar, atau mematikan notifikasi beberapa jam bisa memberi rasa tenang tanpa tambahan biaya. Kebiasaan seperti ini membantu memisahkan rasa nyaman dari keharusan terus mengeluarkan uang.

    Kecenderungan membeli sesuatu saat stres juga lebih mudah dikendalikan ketika kamu punya pilihan lain untuk memperbaiki suasana hati. Self-reward tetap boleh, tetapi gak harus selalu hadir dalam bentuk checkout atau pergi ke tempat baru. Hidup yang lebih lembut kadang justru terasa dari kemampuan menikmati hal biasa tanpa merasa semuanya harus dibuat mahal.

  4. 4. Jangan memaksakan semua tren yang terlihat seperti soft life

    ilustrasi perempuan mencoba baju baru
    ilustrasi perempuan mencoba baju baru (pexels.com/Gustavo Fring)

    Media sosial bisa membuat satu gaya hidup terlihat seperti paket lengkap yang harus diikuti. Mulai dari outfit tertentu, perlengkapan rumah, kopi harian, sampai tempat liburan seolah menjadi bagian wajib dari kehidupan yang lebih tenang. Mengikuti semuanya justru bisa membuat konsep soft life berubah menjadi sumber tekanan baru.

    Kenyamanan kehilangan maknanya kalau setelah menjalaninya kamu malah sibuk memikirkan tagihan. Pilih tren yang benar-benar cocok dengan kebutuhan dan kondisi finansialmu. Kamu gak harus membeli barang baru hanya supaya rutinitas pagi terlihat lebih estetik atau pergi healing setiap kali merasa lelah.

  5. 5. Kurangi hal yang menguras energi sebelum menambah pengeluaran

    ilustrasi perempuan lelah
    ilustrasi perempuan lelah (pexels.com/RDNE Stock project)

    Soft life juga bisa dimulai dengan mengurangi sumber stres yang sebenarnya masih bisa dikendalikan. Jadwal yang terlalu penuh, kebiasaan selalu mengiyakan ajakan, notifikasi yang gak berhenti, atau pola tidur berantakan bisa membuat hidup terasa jauh lebih melelahkan. Memperbaiki hal seperti ini sering memberi efek lebih besar daripada terus membeli sesuatu untuk merasa lebih baik.

    Perubahan kecil juga membantu kamu melihat apakah kelelahan memang membutuhkan hiburan berbayar atau sebenarnya cuma butuh ruang untuk istirahat. Belajar mengatakan tidak, menyederhanakan rutinitas, dan memberi waktu kosong bisa membuat hidup terasa lebih ringan tanpa banyak biaya. Soft life akhirnya bukan soal menambah banyak hal, tetapi tahu apa yang perlu dikurangi supaya hidup gak terus terasa penuh.

    Soft life seharusnya membuat hidup terasa lebih tenang, bukan menambah tekanan untuk terlihat nyaman seperti orang lain. Kamu tetap bisa menikmati hal-hal menyenangkan sambil menjaga kondisi keuangan tetap aman dan sesuai kemampuan. Nah, mulai sekarang pilihlah bentuk kenyamanan yang benar-benar berguna untuk hidupmu, bukan yang hanya terlihat bagus saat dibagikan ke orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More