Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Mindset Hidup Orang Spanyol yang Bisa Ditiru Gen Z, Slow Aja!
ilustrasi hangout bersama teman (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Masyarakat Spanyol dikenal dengan budaya santai seperti siesta, yaitu waktu istirahat siang untuk memulihkan energi dan menjaga keseimbangan hidup di tengah rutinitas padat.
  • Tradisi Luto atau Duelo Prolongado menunjukkan cara orang Spanyol memberi ruang bagi proses berduka, menandakan kehidupan yang mindful dan menghargai ritme emosional masing-masing individu.
  • Orang Spanyol menjunjung kesetaraan, kebersamaan, serta hubungan sosial yang dianggap investasi penting untuk menciptakan lingkungan suportif dan penuh penerimaan antarindividu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tiap negara pasti punya tradisi dan kebiasaan hidup masyarakat yang berbeda-beda. Seperti halnya Indonesia, Spanyol merupakan negara yang punya banyak budaya dan tradisi. Masyarakat Spanyol punya beberapa hal yang sebenarnya bisa banget ditiru oleh gen Z.

Spanyol punya budaya yang terkesan santai dan rileks. Sejumlah mindset orang Spanyol juga bisa menjadi pengingat bahwa hidup itu harus dinikmati juga prosesnya. Penasaran? Ini dia 5 mindset orang Spanyol yang bisa ditiru oleh gen Z.

1. Siesta, momen untuk istirahat siang

ilustrasi toko tutup (pexels.com/Tim Mossholder)

Toko-toko di Spanyol pun akan tutup saat siang hari sekitar pukul 14.00-17.00 waktu setempat. Dengan waktu istirahat beberapa jam itu, masyarakat bisa kembali memulihkan energi mereka. Fenomena ini menjadi bukti bahwa masyarakat Spanyol selalu mengutamakan kesehatan mental dan tidak memforsir diri.

Kebiasaan seperti ini bisa banget diterapkan oleh gen Z, lho. Di tengah tekanan pekerjaan yang bertubi-tubi, ada baiknya menyisihkan sedikit waktu untuk diri sendiri. Gak harus tidur siang tetapi benar-benar meluangkan momen untuk istirahat demi kesehatan mental yang lebih baik.

2. Orang Spanyol menerapkan tradisi Luto/Duelo Prolongado, berkabung dalam waktu yang sangat lama

ilustrasi berkabung (pexels.com/arina-krasnikova)

Di Spanyol, masa berkabung seseorang cukup lama. Ini disebut tradisi Luto/Duelo Prolongado. Meski Spanyol sudah termasuk negara yang modern di Eropa, fenomena ini masih terjadi ketika ada seseorang yang meninggal.

Tradisi Luto/Deulo Prolongado merupakan bentuk penghormatan, cinta, dan kesedihan yang mendalam seseorang terhadap anggota keluarga atau orang terdekat yang meninggalkan mereka. Masa berkabung berlangsung lama sekitar setahun atau bisa lebih. Umumnya, mereka akan mengenakan pakaian hitam penuh.

Ini menandakan bagaimana masyarakat Spanyol hidup secara mindfull. Terbentuk mindset yang bisa diteladani tentang bagaimana kita bisa memberi ruang dan waktu untuk berduka. Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana seseorang punya ritme hidupnya masing-masing yang gak bisa disamakan.

3. Menikmati kebersamaan lewat budaya hidup malam

Ilustrasi dinner bareng pasangan (pexels.com/Marina Grechko)

Jangan kaget dengan gaya hidup malam yang ada di Spanyol. Masyarakat Spanyol terbiasa dengan kehidupan malam hari. Mereka memiliki kebiasaan makan malam di atas jam 8 malam yang tentu tidak familiar untuk orang Indonesia.

Orang Spanyol punya karakter yang hangat dan ramah. Mereka terbiasa melakukan banyak hal secara bersama-sama. Terlepas dari seberapa berat pekerjaan di hari itu, orang-orang Spanyol tetap mengimbangi gaya hidup mereka dengan berkumpul dan bertukar pikiran bersama keluarga atau teman di sisa hari.

Gak harus menunggu momen besar untuk bisa menikmati kebersamaan lewat hal-hal sederhana, seperti makan malam bersama. Apa yang mereka lakukan bisa menjadi inspirasi bahwa kebahagiaan itu sejatinya bisa diciptakan sendiri.

4. Setiap orang dianggap setara

ilustrasi hangout (unsplash.com/Toa Heftiba)

Di Indonesia, kamu mungkin akrab dengan berbagai sapaan seperti kakak, mas, mbak, abang, dan lain-lain. Berbeda dengan Spanyol, masyarakat di negara ini bisa memanggil seseorang hanya dengan nama depan tanpa menunjukkan jabatan atau status sosialnya.

Kebiasaan ini menunjukkan sisi warga Spanyol yang ramah dan ingin dekat dengan semua orang. Dari hal sekecil ini menggambarkan bagaimana semua orang tampak memiliki derajat, hak, dan kesempatan yang sama.

5. Hubungan sosial adalah investasi

Ilustrasi hangout bersama sahabat (pexels.com/vitaly gariev)

Buat orang Spanyol, relasi antar manusia seperti suatu investasi. Ada budaya positif di mana orang-orang Spanyol bisa menciptakan lingkungan yang suportif dan aman. Mereka hidup di jalannya masing-masing sehingga tidak mudah menghakimi orang lain.

Buat gen Z, apa yang dilakukan orang Spanyol ini juga bisa kamu terapkan di kehidupan sehari-hari. Bangunlah lingkungan yang sehat dan tidak menjatuhkan. Dunia akan terasa indah ketika setiap orang bisa menerima keberadaan orang lain dengan tulus.

Dari orang-orang Spanyol, kita bisa belajar banyak mindset untuk bisa menjalani hidup lebih seimbang. Di tengah kehidupan yang serba cepat, kelima mindset orang Spanyo ini bisa jadi pengingat untuk menjalani hidup lebih mindful.

Curated For You

Editorial Team

Related Article