Rasa ragu terhadap diri sendiri atau self-doubt bisa dialami siapa saja. Namun, pada sebagian orang, keraguan tersebut tidak hanya muncul karena pengalaman gagal atau kurang percaya diri, melainkan juga dipengaruhi oleh tekanan sosial yang terus terjadi. Salah satu bentuk tekanan tersebut dikenal sebagai minority stress, yaitu stres yang muncul akibat pengalaman menghadapi stigma, diskriminasi, atau perlakuan yang berbeda karena seseorang berasal dari kelompok minoritas.
Minority stress dan self-doubt memang bukan hal yang sama, tetapi keduanya dapat saling berkaitan. Tekanan yang dialami berulang kali bisa memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri, bahkan ketika tidak ada lagi orang yang mengkritik atau meremehkannya. Berikut beberapa alasan mengapa minority stress dapat membuat self-doubt semakin mudah muncul.
