Comscore Tracker

5 Penyebab Seseorang Melakukan Humblebrag, Apakah Sekadar Pamer?

Ternyata tidak sekadar karena ingin unjuk pencapaian 

Keberadaan orang-orang yang hobi merendah untuk meroket tentu sudah sering dijumpai. Entah dulu saat sedang di bangku perkuliahan maupun ketika sudah terjun langsung di dunia kerja. Mereka cenderung mengkritik diri sendiri untuk terlihat baik di mata orang lain.

Tapi yang jadi pertanyaan, apakah penyebab seseorang melakukan hal tersebut? Apakah hanya untuk pamer atau ada dorongan yang lain? Agar tidak semakin penasaran, yuk baca penjelasan di bawah ini.

1. Ingin menunjukkan pencapaian 

5 Penyebab Seseorang Melakukan Humblebrag, Apakah Sekadar Pamer?ilustrasi bertemu teman (pexels.com/Denys Gromov)

Siapa sih yang tidak bangga dengan sederet prestasi? Setiap dari kita tentu bangga akan hal tersebut. Bahkan banyak orang berlomba-lomba menunjukkan agar orang lain tahu prestasi dan kesuksesannya.

Keinginan untuk unjuk pencapaian ternyata menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang melakukan humblebrag, lho. Di balik kritikan dan celaan pada diri sendiri, mereka ingin jika orang lain turut mengagumi pencapaiannya.

2. Ketakutan apabila tertinggal dengan yang lain 

5 Penyebab Seseorang Melakukan Humblebrag, Apakah Sekadar Pamer?ilustrasi merenung (pexels.com/Christian Munoz)

Setiap dari kita pasti memiliki rasa cemas dan takut. Salah satu di antara rasa cemas yang sering menjangkiti yaitu takut apabila tertinggal dengan lingkungan sekitar. Baik itu dari segi gaya hidup maupun prestasi dan pencapaian.

Jika membahas humblebrag, ternyata ketakutan apabila tertinggal dengan lingkungan sekitar termasuk salah satu penyebab mengapa seseorang melakukan hal tersebut, lho. Mereka takut jika tidak bisa mengimbangi ekspektasi dan standar lingkungan sekitar maka akan dikucilkan.

Baca Juga: 5 Hal yang Bikin Orang Sombong Nyebelin, Omongannya Selangit!

3. Ingin agar eksistensinya diakui 

5 Penyebab Seseorang Melakukan Humblebrag, Apakah Sekadar Pamer?ilustrasi bertemu teman (pexels.com/Yan Krukov)

Perilaku humblebrag seolah menjadi fenomena yang marak terjadi. Seseorang cenderung merendahkan dirinya agar disanjung oleh orang lain. Baik itu dari segi pencapaian akademis, karier dan pekerjaan, maupun pencapaian yang lain.

Tahukah kamu bahwa  ternyata keinginan agar eksistensinya diakui juga turut menjadi penyebab mengapa seseorang melakukan humblebrag, lho. Mereka ingin keberadaannya diakui dan dibanggakan oleh masyarakat sekitar.

4. Tidak mau dipandang rendah 

5 Penyebab Seseorang Melakukan Humblebrag, Apakah Sekadar Pamer?ilustrasi perempuan kaus abu-abu (pexels.com/Ron Lach)

Siapa sih yang mau dipandang remeh? Tentu setiap dari kita tidak menginginkan hal tersebut. Terlebih lagi jika kamu tidak dianggap dan kemampuanmu hanya dilirik setelah mata.

Lantas, apa kaitannya dengan humblebrag? Tidak mau dipandang rendah oleh orang-orang sekitar termasuk salah satu penyebab seseorang sering merendah untuk meroket. Dengan pamer pencapaian berbalut sikap rendah hati, mereka berharap orang-orang akan menaruh respek padanya.

5. Adanya keinginan jadi sosok yang paling unggul 

5 Penyebab Seseorang Melakukan Humblebrag, Apakah Sekadar Pamer?ilustrasi perempuan berkacamata (pexels.com/Chevanon Photography)

Keinginan untuk menjadi yang paling unggul pasti pernah menjangkiti hati banyak orang. Menjadi sosok dengan pencapaian terbaik, orang akan menghormati serta menyanjung secara berlarut-larut.

Keinginan menjadi sosok yang paling unggul pada kenyataannya juga merupakan penyebab mengapa seseorang gemar humblebrag, lho. Mereka beranggapan dengan memamerkan pencapaiannya secara halus maka orang akan semakin kagum.

Perilaku merendah untuk meroket memang cukup sering dijumpai. Dari lima penyebab di atas, kira-kira mana yang mendorongmu untuk melakukan humblebrag?

Baca Juga: 5 Tips Hindari Sikap Sombong saat Raih Keberhasilan

Mutia Zahra Photo Verified Writer Mutia Zahra

Let's share positive energy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dwi Rohmatusyarifah

Berita Terkini Lainnya