Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Istri: Arab, Latin, dan Artinya

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Istri: Arab, Latin, dan Artinya
Membayar zakat anak istri (freepik.com/odua)
Intinya Sih
  • Kepala keluarga wajib menunaikan zakat fitrah untuk anak dan istri sebagai bentuk tanggung jawab serta penegasan bahwa zakat adalah kewajiban dari Allah swt, bukan sekadar pemberian.

  • Niat zakat fitrah dibacakan saat menyerahkan zakat kepada amil atau membayar secara langsung maupun digital, dengan lafaz berbeda untuk anak laki-laki, perempuan, dan istri.

  • Terdapat lima waktu pembayaran zakat fitrah: wajib, utama, boleh, makruh, dan haram; waktu terbaiknya adalah pagi hari Idul Fitri sebelum salat Id dilaksanakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Niat zakat fitrah untuk anak istri umumnya dibacakan oleh kepala keluarga yang menjadi penanggung nafkah saat hendak menunaikan zakat. Niat tersebut dibaca bersamaan dengan pelaksanaan zakat, yakni ketika menyerahkan kepada amil atau saat melakukan pembayaran, baik secara langsung maupun melalui layanan digital. 

Dengan menghadirkan niat, seorang Muslim menegaskan bahwa zakat yang ia keluarkan adalah kewajiban dari Allah swt, bukan sekadar pemberian biasa. Berikut bacaan niat zakat fitrah untuk anak dan istri lengkap dengan artinya yang bisa langsung kamu amalkan saat membayar zakat. Simak selengkapnya berikut ini.


Table of Content

1. Niat zakat fitrah untuk anak

1. Niat zakat fitrah untuk anak

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Istri, Arab, Latin, dan Artinya
ilustrasi menyiapkan zakat (freepik.com/odua)

Seorang kepala keluarga wajib membayarkan zakat fitrah untuk anak-anaknya yang belum mampu. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab orang tua dalam membimbing dan memenuhi kewajiban ibadah anak-anaknya.

  • Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ (……) فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri ‘an waladī (sebutkan nama) fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), sebagai kewajiban karena Allah Ta‘ala.”

  • Niat zakat fitrah untuk anak perempuan 

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ (……) فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri ‘an bintī (sebutkan nama) fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), sebagai kewajiban karena Allah Ta‘ala.”


2. Niat zakat fitrah untuk istri

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Istri, Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi Zakat (Pexels.com/Defrino Maasy)

Selain anak, suami juga memiliki tanggung jawab untuk membayar zakat fitrah bagi istrinya yang menjadi tanggungannya. Berikut bacaan niat zakat fitrah untuk istri.

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri ‘an zawjatī fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istri saya, sebagai kewajiban karena Allah Ta‘ala.”


3. Waktu untuk membayar zakat fitrah

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Istri, Arab, Latin, dan Artinya
Ilustrasi bayar zakat (freepik.com/Queenmoonlite Studio)

Setidaknya, ada 5 waktu mengeluarkan zakat menurut Habib Hasan Ahmad Kaf dalam karyanya Taqriratus Sadidah sebagai berikut.

  • Waktu wajib

Ketika seseorang masih hidup saat terbenamnya matahari di akhir Ramadan (masuk malam Idul Fitri) dan telah memenuhi syarat wajib zakat.

  • Waktu utama

Pada pagi hari Idul Fitri setelah terbit fajar hingga sebelum pelaksanaan salat Id. Bahkan, yang lebih dianjurkan adalah setelah menunaikan salat Subuh dan sebelum salat Id.

  • Waktu boleh

Yaitu sejak awal bulan Ramadan. Pada waktu ini, zakat sudah sah untuk ditunaikan.

  • Waktu makruh

Menunda bayar zakat hingga setelah salat Id sampai sebelum matahari terbenam pada hari raya, kecuali terdapat alasan tertentu, seperti menunggu kerabat atau mustahik yang berhak menerima.

  • Waktu haram

Menunda pembayaran zakat fitrah hingga setelah hari raya tanpa alasan yang dibenarkan. Namun, apabila ada uzur, misalnya harta belum tersedia atau belum menemukan penerima yang berhak maka penundaan diperbolehkan, tetapi tetap wajib dibayarkan (di-qadha) tanpa berdosa.

Demikian bacaan niat zakat fitrah untuk anak dan istri yang dapat dibaca saat hendak menunaikan zakat. Semoga bermanfaat dan membantu dalam melaksanakan kewajiban sesuai syariat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah
Follow Us