5 Novel dengan Latar Perang di Timur Tengah, Kisahnya Menakjubkan

Konflik yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah meninggalkan jejak sejarah serta kisah yang menakjubkan. Karya fiksi yang ditulis oleh penulis berdarah Timur Tengah tak hanya mengangkat perjalanan yang menggugah emosi namun sarat akan perjuangan dan nilai kemanusiaan.
Melalui sudut pandang para tokoh, pembaca diajak untuk menelusuri sejarah, kultur, serta dinamika kehidupan di tengah krisis yang menghadirkan cerita menarik. Tak hanya bicara soal politik, novel fiksi di bawah ini juga mengangkat sisi lain kehidupan masyarakat di tengah konflik yang menimpa negara mereka, kisah cinta, keluarga, dan pencarian jati diri. Berikut 5 novel yang mengangkat kisah dengan latar belakang konflik di Timur Tengah.
1. A Splendid Sun karya Khaled Hosseini

Historical fiction berjudul A Splendid Sun merupakan karya Khaled Hosseini, laki-laki yang lahir di Afghanistan. Buku kedua Khaled yang diterbitkan tahun 2007, mengisahkan dua perempuan Mariam dan Laila yang disatukan oleh perang, rasa kehilangan serta takdir hidup keduanya.
Mariam dianggap sebagai 'anak haram' sehingga terus mendapat stigma atas kelahirannya, tak sampai di situ, ia juga mendapat pelecehan selama pernikahan. Satu generasi kemudian Laila lahir, namun ia dipaksa untuk menerima lamaran pernikahan dari suami Mariam, Rasheed.
Kisah keduanya memberi gambaran yang sangat berbeda tentang cinta dan keluarga. Penulis juga memberi gambaran tentang serangan, penyiksaan, ketidakadilan sosial dan kondisi memilukan dari masyarakat Afghanistan.
2. The Stationery Shop oleh Marjan Kamali

The Stationery Shop ditulis oleh Marjan Kamali, penulis perempuan dari keluarga asal Iran dan lahir di Timur Tengah. Marjan menulis kisah fiksi romansa tentang Roya, seorang remaja idealis dan penuh mimpi yang hidup di tengah pergolakan politik di Teheran tahun 1953. Ia menemukan toko alat tulis berisi buku dan pensil miliki Tuan Fakhri.
Tuan Fakhri kemudian memperkenalkan Roya dengan pelanggannya yang lain bernama Bahman, seorang laki-laki yang menyukai puisi Rumi. Percikan cinta itu kemudian tumbuh. Menjelang pernikahannya, Roya menunggu Bahman di alun-alun kota namun di waktu bersamaan, kerusuhan meletus, hasil kudeta selamanya mengubah masa depan. Sejak saat itu, Roya tak pernah melihat Bahman lagi.
Enam puluh tahun kemudian, Roya dan Bahman kembali dipertemukan dalam takdir yang unik. Akhirnya Roya bisa menanyakan banyak pertanyaan yang disimpannya selama ini, tentang ke mana Bahman pergi dan mengapa ia memilih untuk meninggalkannya.
3. Salt House oleh Hala Alyan

Novel fiksi dengan kisah berlatar Palestina ini diberi judul Salt Houses ditulis oleh Hala Alyan, perempuan yang lahir di Illinois dan dibesarkan di Kuwait hingga Lebanon. Kisahnya berfokus pada kehidupan Salma, seorang ibu yang meramal kehidupan putrinya, Alia. Di masa depan, Alia diprediksi akan memiliki kehidupan yang tidak stabil dan melakoni banyak perjalanan setelah menikah.
Semula, Salma menyimpan ramalan itu untuk dirinya sendiri sampai Perang Enam Hari pecah pada tahun 1967. Selanjutnya novel ini akan mengisahkan pergolakan batin dan kehidupan penuh lika-liku Alia yang sebagai representasi pengungsi. Ia harus berpindah-pindah negara sebab Alia berulang kali terpaksa kehilangan rumah mereka.
4. The Map of Salt and Stars karya Zeyn Joukhadar

Zeyn Joukhadar menulis fiksi sejarah yang mengangkat kisah gadis Suriah dengan judul The Map of Salt and Stars. Novel ini menyoroti perjalanan Nour yang terpaksa meninggalkan rumahnya setelah perang melanda di Homs, Suriah. Padahal, Nour baru saja kehilangan ayahnya karena penyakit kanker.
Nour dan keluarganya terpaksa melarikan diri dan mengambil risiko melintasi tujuh negara di Timur Tengah dan Afrika Utara demi menemukan keamanan. Ia menelusuri rute yang diambil oleh Rawiya, gadis abad kedua belas yang menjadi pembuat peta terkenal di masa itu. Perjalanan Nour banyak menghadapi tantangan dan takdir yang tak terduga, membentuk kisah ajaib namun juga memilukan.
5. As Long As the Lemon Trees Grow oleh Zoulfa Katouh

Novel romansa ini ditulis oleh seorang ilmuwan berdarah Siria berkebangsaan Kanada, Zoulfa Katouh. Kisah fiksi sejarah yang diangkat oleh Zoulfa adalah tentang Salama, seorang mahasiswa jurusan farmasi yang menjadi relawan medis di tengah meletusnya perang Suriah. Di tengah kehidupan yang sulit, Salama memiliki teman imajiner bernama Khawf, sosok ini menghantui setiap keputusannya.
Di tengah situasi krisis, Salama merasa putus asa untuk menemukan jalan keluar dari negaranya. Ia juga harus hidup berdampingan dengan peluru, bom, dan serangan militer yang membuat Khawf semakin mendesak Salama untuk pergi meninggalkan negaranya.
Di antara dilema itu, Salama bertemu dengan laki-laki yang seharusnya dia temui pada suatu waktu di masa lalu, sebelum perang meletus. Pertemuannya membuat keraguan untuk meninggalkan Suriah semakin besar, namun di sisi lain ia juga mulai menangisi kebebasan negerinya.
Berikut tadi list novel fiksi dengan latar perang di Timur Tengah, mana nih yang jadi TBR kamu?