5 Novel Favorit Florence Pugh yang Wajib Masuk Reading List

- Dune – Frank Herbert
- The Girls – Emma Cline
- The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett
Florence Pugh dikenal sebagai aktris dengan pilihan peran yang berani dan emosional. Karakter-karakter yang ia mainkan hampir selalu punya lapisan emosi yang kompleks. Menariknya, selera bacanya juga mencerminkan hal itu pasalnya novel-novel yang ia sukai cenderung punya dunia yang intens dan karakter kuat.
Daftar novel favorit Florence Pugh ini terasa personal sekaligus beragam. Ada fiksi ilmiah epik, coming of age yang gelap, kisah klasik penuh keajaiban, hingga thriller psikologis legendaris. Kalau kamu sedang mencari bacaan yang bukan sekadar menghibur tapi juga membekas, pilihan-pilihan ini layak banget masuk reading list.
1. Dune – Frank Herbert

Dune bukan sekadar novel fiksi ilmiah tentang planet gurun dan perebutan kekuasaan. Ceritanya mengikuti Paul Atreides, seorang remaja yang hidupnya hancur karena pengkhianatan, lalu perlahan diarahkan menuju takdir besar yang bahkan tak sepenuhnya ia pahami. Dunia yang dibangun Frank Herbert terasa kompleks dan sarat simbol politik serta spiritual.
Yang membuat Dune terasa relevan bagi Florence Pugh adalah perjalanan batin karakternya. Novel ini bicara tentang bagaimana seseorang berubah saat dipaksa oleh keadaan. Dune bukan kisah pahlawan yang sederhana, melainkan tentang konsekuensi dari kekuasaan dan keyakinan, tema yang sering muncul dalam film-film yang dibintangi Pugh.
2. The Girls – Emma Cline

Berlatar akhir 1960-an di California, The Girls mengikuti Evie Boyd, remaja kesepian yang terpesona oleh sekelompok gadis dengan aura bebas dan berbahaya. Ketertarikan itu perlahan menyeret Evie ke lingkaran cult yang dipimpin sosok karismatik, dengan konsekuensi yang mengerikan. Ceritanya bergerak pelan, tapi penuh ketegangan emosional.
Florence Pugh pernah menyoroti cara Emma Cline menggambarkan pubertas dan perubahan emosi dalam satu musim panas. Novel ini terasa intim dan tidak menghakimi, menunjukkan betapa mudahnya seseorang muda terseret ke situasi gelap hanya karena ingin merasa diterima. Bacaan ini sunyi, gelisah, dan sangat membekas.
3. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett

Sekilas, The Secret Garden terlihat seperti novel anak-anak klasik. Namun di balik ceritanya tentang Mary Lennox yang menemukan taman tersembunyi, tersimpan kisah tentang penyembuhan emosional dan harapan. Rumah besar yang dingin, rahasia keluarga, dan taman yang terkunci menjadi simbol luka batin yang perlahan dipulihkan.
Florence Pugh menyebut buku ini sebagai sesuatu yang magis dan mengubah cara pandangnya. Novel ini menunjukkan bagaimana alam dan persahabatan bisa menghidupkan kembali jiwa yang terluka. Meski sederhana, kisahnya terasa hangat dan relevan untuk pembaca dewasa yang rindu keajaiban kecil dalam hidup.
4. Little Women – Louisa May Alcott

Little Women adalah kisah klasik tentang empat saudari March yang tumbuh di tengah keterbatasan dan perubahan besar. Meg, Jo, Beth, dan Amy menjalani jalan hidup yang berbeda, dengan mimpi, kegagalan, dan kompromi masing-masing. Novel ini tidak memberi satu definisi tunggal tentang kebahagiaan atau kesuksesan perempuan.
Bagi Florence Pugh, yang memerankan Amy March dalam adaptasi Greta Gerwig, buku ini terasa sangat personal. Little Women berbicara tentang ambisi perempuan tanpa menghakimi pilihan mereka. Kisah ini mengingatkan bahwa menjadi dewasa berarti terus bernegosiasi antara keinginan pribadi dan realitas hidup.
5. The Silence of the Lambs – Thomas Harris

Sebagai thriller psikologis, The Silence of the Lambs dikenal karena ketegangannya yang dingin dan cerdas. Hubungan antara Clarice Starling dan Hannibal Lecter bukan sekadar kejar-kejaran pembunuh, melainkan duel psikologis yang intens. Setiap percakapan terasa seperti permainan kekuasaan yang berbahaya.
Florence Pugh mengaku bahwa ia mengagumi kedalaman karakter Clarice yang rapuh tapi tegas, takut namun tetap maju. Di balik horornya, novel ini berbicara tentang ambisi dan keberanian menghadapi trauma. Prosa Thomas Harris membuat kisah kriminal ini terasa hampir filosofis dan sangat manusiawi.
Kelima novel favorit Florence Pugh ini bukan hanya populer atau klasik, tapi juga punya kedalaman yang membuat pembacanya terus berpikir lama setelah halaman terakhir ditutup. Dari semua buku di atas, mana yang paling bikin kamu penasaran untuk segera dibaca?


















