5 Novel Jepang soal Yakuza, Cocok jika Kamu Bosan Healing Fiction

Healing fiction memang belum kehilangan pesonanya. Novel Jepang dengan genre itu masih diminati dan terus terbit di berbagai toko buku komersial. Namun, gak bisa dimungkiri, sebagian dari kita sudah mulai jenuh dengan tren ini. Kalau kamu salah satu yang mengeluhkan hal serupa, coba melipir ke genre novel kriminal Jepang, terutama yang menyoal eksistensi yakuza.
Mereka sering disenggol di layar kaca lewat film dan serial, tetapi bagaimana potret mereka dalam karya sastra? Lima rekomendasi novel Jepang tentang yakuza berikut bisa kamu masukkan daftar bacaan tahun ini. Siapa tahu mereka bisa jadi genre favoritmu mulai sekarang.
1. Suspicion (Seicho Matsumoto)

Suspicion adalah novel klasik Jepang yang mengikuti POV Onizuka Kumako, perempuan yang sehari-harinya bekerja serabutan di bar memanfaatkan koneksinya dengan salah satu klan yakuza lokal. Suatu hari, ia bertemu dengan duda yang akhirnya menikahinya. Namun, setelah keluar dari kehidupan lamanya untuk hidup bersama suami baru, Kumako ternyata tak bisa hidup tenang. Beberapa waktu setelah pernikahannya, suami Kumako tewas karena sebuah insiden dan ia dicurigai sebagai pelaku utama. Apalagi dengan catatan kriminalnya pada masa lalu.
2. The Night of Baba Yaga (Akira Otani)

Akira Otani juga akan mengajakmu melihat bagaimana masyarakat Jepang menempatkan dan memandang perempuan. Ini ia lakukan lewat kisah Shindo, perempuan yatim piatu yang satu hari nasibnya bersilangan dengan geng kriminal di Tokyo. Semua bermula dari salah satu anggota geng yang melecehkannya di tempat umum dan dibalas Shindo dengan brutal. Tak lama, sekawanan pria tak dikenal menculik dan menginterogasinya dan dari sini, nasib Shindo tak tertebak lagi.
3. The Cage (Kenzo Kitakata)

The Cage adalah kisah Kazuya, pebisnis lurus yang jadi korban pemerasan yakuza. Hampir bangkrut gara-gara ulah mereka, Kazuya nekat masuk ke skena kriminal bawah tanah itu untuk menyelesaikan masalahnya. Bersamaan dengan upayanya itu, seorang detektif justru menguntit Kazuya, mengiranya sebagai anggota geng yang bisa membantunya menyelesaikan sebuah misi. Perpaduan antara plot yang kuat dan studi karakter, ini novel kriminal yang bisa membuatmu mengenal sisi lain Jepang.
4. Out (Natsuo Kirino)

Out gak kalah unik, pakai perspektif empat perempuan, Natsuo Kirino akan membawamu menelusuri dunia kriminal bawah tanah Jepang yang ternyata erat dengan kehidupan mereka. Keempatnya adalah perempuan dengan masalah masing-masing di rumah dan pekerjaan. Nasib mereka bersilangan ketika Yayoi, salah satu dari empat perempuan itu secara tak sengaja membunuh suaminya saat terlibat cekcok hebat. Yayoi kemudian meminta rekannya, Masako untuk membantunya membuang mayat suaminya. Namun, ternyata upaya mereka tercium kelompok kriminal yang hendak memanfaatkan keadaan.
5. Shinjuku Shark (Arimasa Osawa)

Shinjuku Shark adalah novel noir Jepang yang akhirnya terbit dalam bahasa Inggris. Ia terkonsentrasi pada Samejima, detektif yang teralienasi di tempat kerjanya karena idealisme dan pendekatannya yang berbeda saat berurusan dengan para yakuza. Satu hari, satuannya dihebohkan dengan pembunuhan berantai yang menyasar polisi secara spesifik dan metodenya sungguh efektif. Tanpa bantuan dari rekannya, Samejima berusaha memecahkan kasus ini.
Walau sedang dipenuhi genre healing fiction, jangan lupa kalau sastra Jepang juga cukup kaya pilihan genre noir-nya. Termasuk yang berkaitan dengan skena kriminal bawah tanah alias yakuza. Bisa nih jadi alternatif bacaan baru tahun ini. Sayang, masih banyak ternyata yang belum diterjemahkan ke bahasa Inggris maupun Indonesia.



















