Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Novel Seru yang Mengajakmu Masuk ke Balik Jeruji Penjara
film adaptasi novel Rita Hayworth and Shawshank Redemption (dok. Castle Rock Ent./The Shawshank Redemption)

Penjara sering digambarkan sebagai tempat yang penuh kekerasan dan kehidupan serba terbatas. Namun, dalam dunia sastra, latar di balik jeruji bisa menjadi ruang untuk mengeksplorasi persahabatan, ketidakadilan, harapan, hingga sisi manusia yang paling kompleks. Karena itu, novel berlatar penjara tidak selalu sekadar bercerita tentang kejahatan atau upaya melarikan diri.

Lima novel berikut menawarkan sudut pandang berbeda tentang kehidupan di balik jeruji. Ada kisah dua narapidana yang perlahan saling mengenalhingga cerita tentang seseorang yang harus menghadapi hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Jika mencari bacaan yang membuat penjara terasa seperti lebih dari sekadar latar cerita, lima novel ini layak dipertimbangkan.

1. Rita Hayworth and Shawshank Redemption — Stephen King

Rita Hayworth and Shawshank Redemption (stephenking.com)

Jika judulnya terdengar familiar, itu karena novella karya Stephen King ini menjadi dasar film The Shawshank Redemption. Ceritanya mengambil sudut pandang Red, seorang narapidana yang dikenal mampu mendapatkan berbagai barang untuk penghuni penjara lainnya. Kehidupannya berubah ketika ia berteman dengan Andy Dufresne, seorang tahanan baru yang dihukum atas pembunuhan yang ia klaim tidak pernah dilakukan.

Persahabatan keduanya kemudian menjadi inti dari kisah tentang kehidupan panjang di balik tembok Shawshank. Menariknya, cerita ini tidak hanya berfokus pada kehidupan Andy, tetapi juga pada bagaimana penjara perlahan membentuk orang-orang yang tinggal di dalamnya. Red memahami bahwa penjara dapat membuat seseorang terbiasa dengan kehidupan yang terbatas hingga dunia di luar terasa asing.

2. The Green Mile — Stephen King

The Green Mile (stephenking.com)

Stephen King memang lebih dikenal lewat horor, tetapi The Green Mile membuktikan bahwa kemampuannya bercerita jauh lebih luas. Kisahnya diceritakan melalui sudut pandang Paul Edgecombe, seorang petugas yang bekerja di blok hukuman mati. Salah satu tahanan yang menarik perhatiannya adalah John Coffey, pria bertubuh besar yang dijatuhi hukuman mati setelah dituduh melakukan kejahatan mengerikan.

Namun, Paul kemudian mengetahui bahwa John memiliki kemampuan supernatural untuk menyembuhkan orang lain. Keberadaan John membuat Paul dan rekan-rekannya mulai mempertanyakan apa yang mereka ketahui tentang keadilan dan hukuman mati. Novel ini awalnya diterbitkan dalam enam bagian secara berseri, sehingga setiap bagian memiliki ketegangan dan cliffhanger yang membuat pembaca ingin segera melanjutkan.

3. An American Marriage — Tayari Jones

An American Marriage (tayarijones.com)

Roy dan Celestial awalnya terlihat seperti pasangan muda yang sedang menikmati masa depan mereka. Keduanya memiliki karier dan kehidupan yang menjanjikan sebagai pasangan kulit hitam kelas menengah di Amerika Serikat. Namun, semuanya berubah ketika Roy dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas tuduhan pemerkosaan yang tidak dilakukannya.

Tiba-tiba, kehidupan pernikahan yang sebelumnya terasa normal harus berlangsung melalui ketidakpastian. Sebagian besar cerita menggunakan surat dan komunikasi antara Roy dengan Celestial untuk memperlihatkan bagaimana hukuman penjara tidak hanya dirasakan oleh orang yang berada di balik jeruji. Roy memang kehilangan kebebasannya, tetapi Celestial juga harus menjalani kehidupan dengan pasangan yang tidak bisa berada di sisinya.

4. Affinity — Sarah Waters

Affinity (penguinrandomhouse.com)

Berlatar Inggris pada 1874, Affinity membawa pembaca ke lingkungan penjara perempuan era Victoria yang jauh dari kesan nyaman. Tokoh utamanya adalah seorang perempuan dari keluarga kelas atas yang rutin mengunjungi penjara sebagai bagian dari kegiatan amal. Di sana, ia bertemu dengan seorang narapidana perempuan yang menarik perhatiannya.

Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi sesuatu yang semakin sulit dipahami dan penuh misteri. Sarah Waters dikenal karena kemampuannya melakukan riset sejarah dan menghidupkan kembali suasana masa lalu melalui detail-detail kecil. Dalam novel ini, kondisi penjara terasa sangat nyata melalui gambaran ruang yang sempit, suasana suram, hingga kehidupan para tahanan yang keras.

5. Kiss of the Spider Woman — Manuel Puig

Kiss of the Spider Woman (goodreads.com)

Novel karya Manuel Puig ini berpusat pada dua tahanan yang berbagi satu sel di sebuah penjara Buenos Aires. Valentin Arregui merupakan tahanan politik yang memiliki pandangan revolusioner, sementara Luis Molina adalah seorang pria feminin yang sangat menyukai film dan gemar menceritakan kembali kisah-kisah yang ditontonnya. Keduanya memiliki kepribadian dan pandangan hidup yang sangat berbeda.

Namun, kondisi di dalam sel perlahan membuat mereka membangun hubungan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar hubungan antarsesama tahanan. Puig menggunakan gaya penceritaan yang cukup unik dan banyak mengandalkan percakapan serta aliran pikiran para karakternya. Bagi Novel ini menunjukkan bagaimana persahabatan dapat tumbuh bahkan di tempat yang paling tidak manusiawi.

Novel berlatar penjara menawarkan lebih dari sekadar cerita tentang narapidana dan kehidupan di balik jeruji. Dari kelima novel berlatar penjara ini, mana yang paling membuat mereka penasaran untuk dibaca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article