Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

October Theory, Cara Bantu Menentukan Target sebelum Tahun Berganti

5 min read
October Theory, Cara Bantu Menentukan Target sebelum Tahun Berganti
ilustrasi journaling (pexels.com/olly)
  • October Theory memandang Oktober sebagai “tahun baru kedua” untuk mengejar target yang tertunda, dengan tiga bulan tersisa sebelum pergantian tahun.
  • Periode Oktober dapat meningkatkan kesadaran waktu, memudahkan pembagian target menjadi langkah kecil, serta membuka ruang evaluasi kebiasaan dan prioritas pribadi.
  • Pendekatan ini mendorong penetapan satu atau dua tujuan realistis, membangun rutinitas baru, dan mengurangi tekanan mengubah banyak hal sekaligus pada Januari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Awal tahun lalu, kamu mungkin punya banyak rencana. Mulai dari ingin lebih rajin olahraga, belajar keterampilan baru, sampai berusaha mengatur keuangan dengan lebih baik. Namun, tanpa terasa, Oktober sudah tiba dan beberapa target itu masih sebatas wacana. Rasanya ingin menunggu Januari untuk memulai semuanya dari awal, padahal kamu masih punya waktu tiga bulan sebelum tahun berganti.

Menariknya, ada konsep yang dikenal sebagai October Theory dan viral di media sosial. Gagasan ini memandang Oktober sebagai semacam tahun baru kedua, momen untuk mengevaluasi diri dan kembali mengejar hal-hal yang belum sempat tercapai. Jadi, daripada menunggu resolusi baru tahun depan, kenapa gak mulai menata langkah dari sekarang? Yuk, kenali October Theory dan cara memanfaatkannya untuk menyambut akhir tahun!

  1. 1. Apa itu October Theory?

    ilustrasi menulis (pexels.com/louisbauer)
    ilustrasi menulis (pexels.com/louisbauer)

    Pernah merasa tahun hampir berakhir, tetapi resolusi yang kamu buat pada Januari lalu justru belum banyak bergerak? Mungkin kamu masih menunda olahraga rutin, belum sempat mempelajari keterampilan baru, atau masih berusaha membangun kebiasaan yang lebih sehat. Nah, October Theory mengajak kamu melihat Oktober sebagai kesempatan untuk kembali menyusun langkah tanpa harus menunggu tahun berganti.

    Konsep yang viral di media sosial ini, memandang Oktober sebagai semacam tahun baru kedua. Dengan tiga bulan tersisa, kamu bisa kembali fokus pada tujuan yang belum tercapai dan menentukan hal-hal yang masih realistis untuk dikejar.

    “October Theory adalah gagasan bahwa bulan Oktober bisa menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan motivasi dalam mengejar tujuan tanpa tekanan yang muncul pada tanggal 1 Januari,” ujar Bisi Gbadamosi, terapis berlisensi sekaligus pendiri Mindful Blooms Counseling, dikutip dari VICE.

    Menurut Gbadamosi, Oktober juga bisa menjadi kesempatan untuk memberikan dorongan terakhir dalam mengejar target sebelum musim liburan tiba. Ketika menyadari bahwa akhir tahun semakin dekat, kamu bisa mulai memusatkan perhatian pada tujuan atau proyek yang benar-benar ingin diselesaikan.

  2. 2. Alasan Oktober bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengejar target

    ilustrasi kalender (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi kalender (pexels.com/cottonbro)
    • Membuat kamu lebih sadar bahwa waktu terus berjalan

    Rasanya baru kemarin kamu menyusun resolusi tahun baru, tetapi sekarang kalender sudah menunjukkan bulan Oktober. Momen ini bisa menjadi pengingat untuk melihat kembali apa saja yang sudah tercapai dan target mana yang masih tertunda. Bisi Gbadamosi menjelaskan bahwa Oktober bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan motivasi tanpa tekanan yang biasanya menyertai awal tahun.

    • Target tiga bulan terasa lebih mudah dikelola

    Membayangkan harus mengubah seluruh kebiasaan dalam setahun, mungkin terasa melelahkan, apalagi jika aktivitas sehari-hari sudah cukup padat. Sebaliknya, kamu bisa memecah tujuan menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dilakukan selama tiga bulan ke depan. Misalnya, mulai berjalan kaki secara rutin atau memperbaiki jadwal tidur daripada sekadar berjanji akan menjalani hidup yang lebih sehat tanpa rencana konkret.

    • Jadi momen untuk mengevaluasi diri

    Oktober bisa menjadi waktu untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalananmu, dan mengenali kebiasaan yang perlu diperbaiki. Kiki Ramsey, psikolog yang dikutip Business Insider, menjelaskan bahwa musim gugur di negara empat musim kerap menjadi waktu untuk melakukan refleksi.

    • Membantu kamu menentukan tujuan yang lebih bermakna

    Kadang, target yang kita kejar justru muncul karena melihat pencapaian orang lain atau merasa harus memenuhi ekspektasi tertentu. Padahal, gak semua hal yang dianggap penting oleh orang lain harus menjadi prioritasmu. Gunakan momen ini untuk menuliskan hal-hal yang benar-benar ingin kamu capai, lalu pilih satu atau dua tujuan yang realistis agar kamu bisa menjalaninya dengan lebih fokus.

  3. 3. Cara memanfaatkan energi Oktober untuk keuntunganmu

    ilustrasi wanita sedang memegang gelas (pexels.com/olly)
    ilustrasi wanita sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

    Setelah melihat kembali resolusi yang belum tercapai, mungkin kamu menyadari bahwa beberapa target memang perlu dilanjutkan, sementara yang lain sudah gak sesuai dengan kebutuhanmu. Daripada memaksakan semuanya selesai sebelum Desember berakhir, coba evaluasi kebiasaan yang selama ini membantu dan hal-hal yang justru menghambatmu. Dengan begitu, kamu bisa menentukan langkah yang lebih realistis dan berkelanjutan.

    “Kita bisa memanfaatkan waktu ini untuk menilai apa yang berjalan baik bagi kita dan apa yang ingin kita ubah. Karena saat ini, kita sudah cukup jauh menjalani tahun, kita bisa memperoleh gambaran yang lebih baik tentang hal-hal yang realistis dan berkelanjutan, lalu mengarahkan energi kita ke sana,” ujar Gbadamosi.

    Selain mengevaluasi target, kamu juga bisa menjadikan Oktober sebagai kesempatan untuk menyegarkan pola pikir. Carnesecchi menyarankan agar periode ini dimanfaatkan untuk membangun rutinitas baru, menetapkan tujuan, serta merefleksikan kebiasaan yang masih bermanfaat atau justru perlu ditinggalkan.

    “Ketika tanggal 1 Januari tiba, ada tekanan yang sangat besar untuk memulai kembali atau menetapkan target tahun baru. Niat ini memang baik, tetapi melakukan terlalu banyak perubahan sekaligus bisa terasa membebani dan menyebabkan target tidak tercapai,” ujar Carnesecchi.

    Ia juga menjelaskan bahwa Oktober bisa menghadirkan energi baru ketika orang-orang mulai menjalani rutinitas musim gugur dan menetapkan harapan untuk sisa tahun tersebut. Dengan menjalani periode ini secara lebih sadar dan memiliki tujuan yang jelas, kamu bisa mengurangi tekanan untuk mengubah segalanya sekaligus saat tahun baru tiba.

    Jadi, bagaimana dengan resolusi yang belum sempat kamu wujudkan? Gak perlu buru-buru merasa gagal karena tahun belum benar-benar berakhir, dan kamu masih punya waktu untuk mengambil langkah kecil. Jadikan October Theory sebagai pengingat bahwa kamu gak harus menunggu Januari untuk memulai sesuatu yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More