Oscar Wilde (interestingfacts.com/UniversalImagesGroup)
Pada akhir abad ke-19, laki-laki di Inggris umumnya memakai pakaian dengan warna gelap, seperti hitam, rapi, dan konservatif. Namun, Wild justru bergaya beda. Disebutkan dalam laman Escaperaders, Wild adalah sosok yang eksentrik dan ambisius. Ia sering kali mengenakan pakaian mencolok dengan warna yang tak lazim.
Gaya berpakaiannya yang unik menjadi ciri khas dan menarik perhatian banyak orang. Selain soal pakaian, gaya rambut Wilde yang dibiarkan panjang dan terawat juga turut jadi sorotan. Ia juga senang mengenakan aksesori simbolik, seperti bunga matahari atau lilly, bahkan peacock, yang merupakan ikon Gerakan Estetika yang melambangkan keindahan murni.
Menurut Britannica, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi Wilde tampil nyentrik. Pertama, ia ingin hidup sebagai karya seni, promosi Gerakan Estetika, dan sebagai bentuk strategi publik dan media. Berkat penampilannya yang tak biasa pada masanya, Wilde mendapatkan banyak reaksi dari masyarakat.
Reaksi tersebut terbagi menjadi golongan orang yang kagum, mengejek, dan penasaran. Penampilan nyentrik Oscar Wilde bukan hanya soal fashion, tapi juga ekspresi filosofi estetika, alat komunikasi publik, dan bagian dari identitas artistiknya.
Oscar Wilde menikah dengan perempuan kaya asal Inggris, Constance Lloyd pada tahun 1884 dan dikaruniai dua orang putra bernama Cyril dan Vyvyan, yang masing-masing lahir pada tahun 1885 dan 1886. Mereka berpisah secara de facto pada tahun 1895, setelah Wilde terlibat skandal perselingkuhan sesama jenis dengan beberapa pria. Lloyd membawa kedua anak mereka ke Eropa dan mengganti nama keluarga mereka menjadi Holland.
Oscar Wilde meninggal pada tanggal 30 November 1900 karena penyakit meningitis di Hôtel d'Alsace di Saint-Germain-des-Prés, Paris, saat ia berusia 46 tahun. Karya-karya Wilde terus dikenang hingga sekarang. The Picture of Dorian Gray dan The Importance of Being Earnest dianggap sebagai mahakarya sastra besar pada periode Victoria akhir.
Itu dia profil singkat tentang Oscar Wilde, seorang penulis, penyair, dan dramawan nyentrik dari era Victoria. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari perjalanan hidupnya, terutama soal kebebasan berekspresi, tapi harus tetap tahu batasan. Karena sebuah pencapaian yang diusahakan dengan susah payah, bisa runtuh karena satu kesalahan.