Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pelajaran Berharga dari Takopi's Original Sin

5 Pelajaran Berharga dari Takopi's Original Sin
Shizuka Kuze dan Takopi (dok. Enishiya/Takopi's Original Sin)
Intinya Sih
  • Masalah dan perilaku orang dewasa sangat memengaruhi perkembangan mental anak.

  • Tekanan dan kurangnya penerimaan bisa menghancurkan psikologis seseorang.

  • Kebahagiaan sejati datang dari hubungan dan empati, bukan dari hal instan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pertama kali dirilis pada Juni 2025, Takopi's Original Sin berhasil menjadi salah satu anime yang cukup disukai sepanjang 2025. Meski seri ini mengambil karakter anak kecil, Takopi's Original Sin punya cerita yang berat. Anime yang diadaptasi dari manga karya Taizan 5 ini menyinggung isu sensitif, seperti perundungan, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan bunuh diri.

Meski kamu harus menyiapkan mental sebelum menonton seri ini, Takopi's Original Sin sebenarnya memberikan banyak pelajaran berharga jika kamu tonton sampai habis. Pada kesempatan kali ini, penulis sudah merangkum lima pelajaran berharga yang bisa diambil dari Takopi's Original Sin. Yuk, simak ulasannya!

1. Masalah orang dewasa bisa sangat berdampak pada anak kecil

ibu Marina melukai Marina dengan gelas pecah.
ibu Marina melukai Marina dengan gelas pecah. (dok. Enishiya/Takopi's Original Sin)

Jika diibaratkan, anak kecil pada dasarnya hanyalah sebuah kanvas kosong. Lingkungan dan peran orangtua yang membentuk mereka. Ketika seorang anak tumbuh di lingkungan yang penuh kekerasan, hal tersebut juga bisa membentuk mereka menjadi orang yang kasar.

Pada awalnya, kita mungkin tidak mengerti kenapa Marina Kirarazaka begitu membenci Shizuka Kuze. Namun, setelah melihat dari sudut pandang Marina, Marina juga seorang korban. Marina awalnya memiliki keluarga yang sangat harmonis. Namun, semuanya berubah setelah ayah Marina berselingkuh dengan ibu Shizuka. Sejak saat itu, ibu Marina mulai kehilangan akal sehatnya. Marina kerap menjadi sasaran empuk bagi pelampiasan amarah ibu Marina. Itu alasannya, Marina menganggap bahwa Shizuka bertanggung jawab atas segalanya.

Hal ini memperlihatkan bagaimana peran orang dewasa, terutama orangtua, dalam membentuk seorang anak. Baik Marina maupun Shizuka, mereka tidak dilahirkan untuk menjadi orang jahat. Namun, ketidakpedulian dan kekerasan yang membentuk mereka untuk menjadi anak yang tidak memiliki empati.

2. Tekanan orangtua bisa sangat menghancurkan anak

ibu Naoki menekan Naoki.
ibu Naoki menekan Naoki. (dok. Enishiya/Takopi's Original Sin)

Kekerasan bukan satu-satunya hal yang bisa merusak seorang anak. Namun, tuntutan dari orangtua juga bisa menghancurkan seorang anak. Hal ini diperlihatkan melalui Naoki Azuma.

Sebagai anak dari seorang dokter, Naoki selalu dituntut untuk menjadi anak yang sempurna, seperti kakaknya, Junya Azuma. Namun, ibu Naoki menolak sadar bahwa setiap anak terlahir dengan kapasitas yang berbeda. Hal ini yang membuat Naoki akhirnya jatuh terlalu dalam.

Karena gagal dalam memenuhi ekspektasi ibunya, Naoki secara tidak sadar telah kehilangan sosok ibu. Hal ini menjadi alasan kenapa Naoki begitu ingin menyelamatkan Shizuka. Hanya karena wajah Shizuka mengingatkan Naoki pada ibunya, Naoki menemukan kenyamanan dari Shizuka.

Itu alasannya, Naoki akan melakukan apa saja untuk Shizuka sekalipun jika dirinya harus jatuh ke dasar neraka. Naoki tidak bisa menolak permintaan Shizuka karena hal tersebut hanya akan membuktikan ketidakmampuannya. Naoki tumbuh dengan tekanan untuk menjadi anak yang sempurna. Itu sebabnya Naoki selalu berusaha membuktikan bahwa tidak ada hal yang tidak bisa ia lakukan.

Di samping itu, satu-satunya hal dibutuhkan oleh Naoki hanyalah penerimaan. Itu alasannya, Naoki mencari pengakuan dari orang lain. Meski hubungan Naoki dan Shizuka sangat tidak sehat, Shizuka memberikan Naoki sesuatu yang tidak pernah diberikan oleh ibunya: penerimaan.

3. Orang dewasa yang pasif sama bersalahnya

Ibu Shizuka mengabaikan Shizuka.
Ibu Shizuka mengabaikan Shizuka. (dok. Enishiya/Takopi's Original Sin)

Ada alasan kenapa Shizuka, Marina, dan dan Naoki bisa saling terikat satu sama lain. Mereka memang berasal dari latar yang berbeda. Namun, ketiganya memiliki masalah yang sama karena tidak dipedulikan.

Anak-anak sangat membutuhkan peran orangtua karena mereka masih sangat polos dan mudah dibentuk. Ketika lingkungan memilih untuk tidak peduli, hal tersebut bisa menggiring anak-anak ke jalan yang salah. Dengan begitu, orang dewasa yang apatis sama jahatnya dengan orangtua yang melakukan kekerasan atau memberikan tekanan karena ekspektasi yang terlalu tinggi.

Takopi's Original Sin memperlihatkan betapa apatisnya para orang dewasa, termasuk orangtua dan guru. Mereka seolah sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi pada anak-anak. Ketika seorang anak akhirnya melewati batas, orang dewasa juga bertanggung jawab atas kejahatan anak tersebut.

4. Sosok yang berusaha menyelamatkanmu justru bisa menjadi sosok yang paling menghancurkanmu

Takopi memberikan Reconciliation Ribbon pada Shizuka.
Takopi memberikan Reconciliation Ribbon pada Shizuka. (dok. Enishiya/Takopi's Original Sin)

Sebenarnya, tidak ada yang salah jika kamu ingin menyelamatkan orang lain. Sebagai makhluk sosial, umat manusia memang sudah seharusnya membantu satu sama lain. Namun, menyelamatkan tanpa mengerti akar masalahnya justru hanya akan menjadi bumerang pada orang yang ingin diselamatkan.

Hal ini digambarkan oleh Takopi's Original Sin melalui kepolosan Takopi. Entah itu Shizuka, Marina, ataupun Naoki, Takopi selalu berusaha untuk menyelamatkan semua orang. Namun, Takopi terlalu polos untuk mengerti masalah manusia. Hasilnya, Takopi malah mendorong mereka ke tepi jurang.

Hal ini membuktikan bahwa kita tidak bisa menyelamatkan orang dengan sembarangan. Meski terdengar pahit, sudah seharusnya kamu memahami masalah seseorang sebelum ingin menyelamatkan mereka. Karena jika tidak, kamu hanya akan semakin menghancurkan orang yang ingin kamu selamatkan.

5. Kebahagiaan datang dari ikatan, bukan alat

Shizuka Kuze dan Marina Kirarazaki
Shizuka Kuze dan Marina Kirarazaki (dok. Enishiya/Takopi's Original Sin)

Takopi selalu berpikir bahwa dirinya bisa memberikan kebahagiaan pada semua orang dengan Happy Gadgets miliknya. Namun, itu justru merupakan dosa terbesar Takopi. Pasalnya, kebahagiaan sejati tidak berasal dari alat ataupun sihir.

Kebahagiaan yang sesungguhnya justru berasal dari ikatan. Dunia mungkin akan selalu bersikap jahat pada semua orang. Namun, manusia bisa tetap bertahan selama mereka saling terkoneksi dan mau mengerti penderitaan satu sama lain.

Hal ini dibuktikan dengan Shizuka dan Marina yang berakhir menjadi sahabat tanpa alat apa pun. Marina bisa menerima Shizuka karena dirinya mau mengerti penderitaan Shizuka. Hal ini juga berlaku sebaliknya bagi Shizuka.

Ikatan memang tidak bisa menghilangkan semua masalah. ini terlihat dari Marina yang tetap memiliki bekas luka di wajah setelah dirinya SMA. Namun, ikatan persahabatan yang kuat berhasil membantu mereka untuk tetap bertahan. Meski rumah tetap menjadi neraka, semuanya akan baik-baik saja selama memiliki orang lain untuk bersandar.

Takopi's Original Sin memang merupakan tontonan yang berat dan tidak direkomendasikan untuk seseorang dengan mental yang rapuh. Namun, seri ini memberikan kita banyak pelajaran berharga tentang kebahagiaan, ikatan, bahkan cara bagaimana kita menghadapi kerasnya dunia. Jadi, bagaimana menurutmu? Kira-kira pelajaran berharga apa lagi yang disampaikan oleh anime Takopi's Original Sin? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us