Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
26 Peribahasa Bahasa Jawa Berawalan Huruf A yang Masuk KBBI, Bermakna!
ilustrasi membaca kamus (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Tidak hanya menyerap ribuan kosakata daerah, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keenam (KBBI VI) juga memasukkan berbagai peribahasa bahasa Jawa, lho. Selain susunan diksinya yang indah, peribahasa-peribahasa ini juga menyimpan nilai kehidupan yang sangat mendalam. Dijamin kamu bakal mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi baru setelah membaca deretan maknanya.

Pada kesempatan kali ini, IDN Times Community akan mengulik daftar peribahasa bahasa Jawa yang berawalan huruf A terlebih dahulu. Ada apa saja? Yuk, langsung saja simak daftar lengkapnya di bawah ini!

1. Peribahasa tentang menjaga lisan dan mencapai tujuan

ilustrasi menjaga lisan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

1. adhang-adhang tetese ebun
sangat ingin mendapatkan atau merasakan sesuatu meskipun hanya sedikit

2. adhang-adhang tetesing bun
mengharap-harap kebahagiaan yang belum pasti datangnya, makna harfiahnya 'menunggu tetes embun'

3. adigang, adigung, adiguna
sombong dan sewenang-wenang karena merasa kuat, kuasa, mulia, dan pandai

4. ajining dhiri dumunung ana ing lathi, ajining raga ana ing busana
kehormatan manusia ada pada tutur katanya dan kehormatan fisik seseorang ada pada busana yang dikenakan

5. alane gelang dening yekti
jangan hanya mendengarkan pembicaraan orang saja, sebaiknya dibuktikan kebenarannya, makna harfiahnya 'keburukan gelang oleh kenyataan atau kebenaran'

6. aling-aling godhong waringin
menyembunyikan sesuatu di tempat yang mudah diketahui, makna harfiahnya 'bertirai daun beringin

7. alon-alon asal (waton) kelakon
biar lambat (pelan-pelan), asalkan tujuan tercapai

8. ana catur mungkur
menghindari pembicaraan tentang keburukan orang lain, makna harfiahnya 'ada percakapan membelakangi'

9. ana dina, ana upa
selama seseorang mau bekerja dengan tekun, pasti akan mendapat rezeki

10. ana rega ana rupa

ada harga, ada kualitas

2. Peribahasa tentang kewaspadaan niat dan penjagaan diri

ilustrasi orang licik (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

11. ambidhung api rowang
mempunyai maksud jelek, tetapi untuk menyembunyikan maksudnya berpura-pura membantu atau menjadi teman

12. anak polah bapa kepradhah
segala tingkah laku atau keinginan anak menjadi tanggung jawab orang tuanya

13. ancik-ancik ing pucuking eri

berada dalam mara bahaya, makna harfiahnya 'bertumpu di ujung duri'

14. andhandhang elak
selalu mengharapkan kesengsaraan, makna harfiahnya 'burung gagak yang sedang berbunyi'

15. arep jamure, emoh watange
hanya mau enaknya saja, tidak mau susahnya, makna harfiahnya 'mau cendawannya, tidak mau tangkainya'

16. anggugat kala
mengorek-ngorek persoalan lama yang sebenarnya sudah reda, makna harfiahnya 'menggugat waktu'

17. angin silem ing warih
pandai menyembunyikan maksud jelek, makna harfiahnya 'angin tenggelam di air'

18. anjagakake endhoge si Blorok
terlalu mengharapkan sesuatu yang belum pasti, makna harfiahnya 'mengharapkan telur si Blorok'

19. anteng meneng jatmiko
tidak banyak bicara (bicara bila perlu saja), lebih banyak diam, dan sangat sopan dalam pergaulan

20. ati bengkong oleh oncong
orang yang berniat jahat mendapat jalan kemudahan untuk melaksanakan niatnya

3. Peribahasa tentang pengendalian diri dan dinamika sosial

ilustrasi dimarahi atasan (pexels.com/Yan Krukau)

21. arep garang nanging garing
memamerkan kekayaan, tetapi sebenarnya selalu kekurangan

22. anepungake (ngumpulake) balung apisah
mempertemukan atau mengumpulkan sanak saudara yang terpisah dengan jalan mengawinkan antarsaudara sepupu, dan sebagainya, agar persaudaraan keluarga erat kembali, makna harfiahnya 'menyambung tulang yang terpisah'

23. asu arebut balung
bertengkar karena memperebutkan hal yang remeh, makna harfiahnya 'anjing berebut tulang'

24. asu njegog ora nyakot
orang yang banyak kata-katanya justru tidak berbahaya, sebaliknya orang yang diam justru sangat berbahaya

25. asu setya karo bendarane
anak buah yang setia kepada pemimpinnya, pengikut yang setia kepada pemimpinnya

26. anutupi babahan hawa sanga
upaya bertirakat sungguh-sungguh dengan menutup hawa nafsu, keinginan yg muncul dari sembilan lubang tubuh manusia, yakni kedua mata, kedua telinga, dua lubang hidung, mulut, kemaluan, dan anus

Tidak heran para leluhur dikenal memiliki filosofi kehidupan dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh sepanjang masa. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya kita menjaga warisan budaya tersebut melalui langkah sederhana seperti mengenal peribahasa bahasa Jawa. Dari daftar peribahasa bahasa Jawa berawalan huruf A di atas, mana yang menjadi favoritmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article