Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

26 Peribahasa Bahasa Jawa Berawalan Huruf A yang Masuk KBBI, Bermakna!

4 min read
26 Peribahasa Bahasa Jawa Berawalan Huruf A yang Masuk KBBI, Bermakna!
ilustrasi membaca kamus (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Tidak hanya menyerap ribuan kosakata daerah, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keenam (KBBI VI) juga memasukkan berbagai peribahasa bahasa Jawa, lho. Selain susunan diksinya yang indah, peribahasa-peribahasa ini juga menyimpan nilai kehidupan yang sangat mendalam. Dijamin kamu bakal mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi baru setelah membaca deretan maknanya.

Pada kesempatan kali ini, IDN Times Community akan mengulik daftar peribahasa bahasa Jawa yang berawalan huruf A terlebih dahulu. Ada apa saja? Yuk, langsung saja simak daftar lengkapnya di bawah ini!

  1. 1. Peribahasa tentang menjaga lisan dan mencapai tujuan

    ilustrasi menjaga lisan
    ilustrasi menjaga lisan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    1. adhang-adhang tetese ebun
    sangat ingin mendapatkan atau merasakan sesuatu meskipun hanya sedikit

    2. adhang-adhang tetesing bun
    mengharap-harap kebahagiaan yang belum pasti datangnya, makna harfiahnya 'menunggu tetes embun'

    3. adigang, adigung, adiguna
    sombong dan sewenang-wenang karena merasa kuat, kuasa, mulia, dan pandai

    4. ajining dhiri dumunung ana ing lathi, ajining raga ana ing busana
    kehormatan manusia ada pada tutur katanya dan kehormatan fisik seseorang ada pada busana yang dikenakan

    5. alane gelang dening yekti
    jangan hanya mendengarkan pembicaraan orang saja, sebaiknya dibuktikan kebenarannya, makna harfiahnya 'keburukan gelang oleh kenyataan atau kebenaran'

    6. aling-aling godhong waringin
    menyembunyikan sesuatu di tempat yang mudah diketahui, makna harfiahnya 'bertirai daun beringin

    7. alon-alon asal (waton) kelakon
    biar lambat (pelan-pelan), asalkan tujuan tercapai

    8. ana catur mungkur
    menghindari pembicaraan tentang keburukan orang lain, makna harfiahnya 'ada percakapan membelakangi'

    9. ana dina, ana upa
    selama seseorang mau bekerja dengan tekun, pasti akan mendapat rezeki

    10. ana rega ana rupa

    ada harga, ada kualitas

  2. 2. Peribahasa tentang kewaspadaan niat dan penjagaan diri

    ilustrasi orang licik
    ilustrasi orang licik (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    11. ambidhung api rowang
    mempunyai maksud jelek, tetapi untuk menyembunyikan maksudnya berpura-pura membantu atau menjadi teman

    12. anak polah bapa kepradhah
    segala tingkah laku atau keinginan anak menjadi tanggung jawab orang tuanya

    13. ancik-ancik ing pucuking eri

    berada dalam mara bahaya, makna harfiahnya 'bertumpu di ujung duri'

    14. andhandhang elak
    selalu mengharapkan kesengsaraan, makna harfiahnya 'burung gagak yang sedang berbunyi'

    15. arep jamure, emoh watange
    hanya mau enaknya saja, tidak mau susahnya, makna harfiahnya 'mau cendawannya, tidak mau tangkainya'

    16. anggugat kala
    mengorek-ngorek persoalan lama yang sebenarnya sudah reda, makna harfiahnya 'menggugat waktu'

    17. angin silem ing warih
    pandai menyembunyikan maksud jelek, makna harfiahnya 'angin tenggelam di air'

    18. anjagakake endhoge si Blorok
    terlalu mengharapkan sesuatu yang belum pasti, makna harfiahnya 'mengharapkan telur si Blorok'

    19. anteng meneng jatmiko
    tidak banyak bicara (bicara bila perlu saja), lebih banyak diam, dan sangat sopan dalam pergaulan

    20. ati bengkong oleh oncong
    orang yang berniat jahat mendapat jalan kemudahan untuk melaksanakan niatnya

  3. 3. Peribahasa tentang pengendalian diri dan dinamika sosial

    ilustrasi dimarahi atasan
    ilustrasi dimarahi atasan (pexels.com/Yan Krukau)

    21. arep garang nanging garing
    memamerkan kekayaan, tetapi sebenarnya selalu kekurangan

    22. anepungake (ngumpulake) balung apisah
    mempertemukan atau mengumpulkan sanak saudara yang terpisah dengan jalan mengawinkan antarsaudara sepupu, dan sebagainya, agar persaudaraan keluarga erat kembali, makna harfiahnya 'menyambung tulang yang terpisah'

    23. asu arebut balung
    bertengkar karena memperebutkan hal yang remeh, makna harfiahnya 'anjing berebut tulang'

    24. asu njegog ora nyakot
    orang yang banyak kata-katanya justru tidak berbahaya, sebaliknya orang yang diam justru sangat berbahaya

    25. asu setya karo bendarane
    anak buah yang setia kepada pemimpinnya, pengikut yang setia kepada pemimpinnya

    26. anutupi babahan hawa sanga
    upaya bertirakat sungguh-sungguh dengan menutup hawa nafsu, keinginan yg muncul dari sembilan lubang tubuh manusia, yakni kedua mata, kedua telinga, dua lubang hidung, mulut, kemaluan, dan anus

    Tidak heran para leluhur dikenal memiliki filosofi kehidupan dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh sepanjang masa. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya kita menjaga warisan budaya tersebut melalui langkah sederhana seperti mengenal peribahasa bahasa Jawa. Dari daftar peribahasa bahasa Jawa berawalan huruf A di atas, mana yang menjadi favoritmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More