Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Plus Minus Merasa Masih Bodoh, Sulit Berkembang atau Motivasi Maju?

5 Plus Minus Merasa Masih Bodoh, Sulit Berkembang atau Motivasi Maju?
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Mengukur kecerdasan memang bukan hal mudah. Kalau kecerdasan yang dimaksud mengarah ke IQ maka kamu mesti mengikuti psikotes terlebih dahulu. Jika lebih untuk mencari tahu seberapa pandai dirimu dalam sesuatu, juga ada ujiannya.

Seperti saat dirimu bersekolah atau berkuliah. Masalahnya, kompleksitas kepandaian tidak dapat diukur hanya dari nilai pelajaran atau mata kuliah. Orang yang merasa pandai belum tentu benar-benar pintar.

Sebaliknya kalau dirimu lebih sering masih merasa bodoh, boleh jadi kompetensimu sebetulnya lebih tinggi. Mana yang lebih banyak, sisi positif atau negatifnya ketika kamu merasa masih bodoh? Berikut plus dan minusnya. Gak usah pura-pura tak mengerti seandainya dirimu justru lebih memahami sesuatu.

1. Gampang minder

minder
ilustrasi minder (pexels.com/Valeriia Miller)

Kalau kamu merasa sulit percaya diri, coba cek cara pandangmu terhadap kepandaianmu. Krisis kepercayaan diri tidak hanya disebabkan oleh kurangnya materi atau tampilan fisik yang tak memenuhi standar cantik orang-orang. Sesimpel kamu kerap merasa masih bodoh membuat penilaian terhadap diri rendah.

Dalam diskusi kelompok misalnya, dirimu lebih banyak mendengarkan teman-temanmu saja. Kamu tak percaya diri buat ikut berbicara. Padahal, dirimu punya gagasan yang mungkin lebih brilian dari mereka. Gak enak menjadi orang yang gampang minder.

Tak ada orang yang mengejek, tetapi kamu merasa seperti diejek terus. Bangkitkan kepercayaan dirimu dengan cara sederhana, yaitu ingat berbagai jenjang pendidikan yang sudah berhasil diselesaikan. Kalau dirimu gak pandai tentu tidak diterima di sekolah atau kampus apalagi bisa menyelesaikan studi.

2. Ragu-ragu untuk memulai sesuatu meski ingin

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Kari Alfonso)

Sifat mudah bimbang untuk mengambil langkah penting buat memulai sesuatu juga bisa disebabkan perasaan masih bodoh. Contoh, kamu suka sekali memasak. Banyak orang juga konsisten memuji aneka olahanmu.

Namun, dirimu tidak kunjung bikin usaha kuliner. Bukan karena kamu benar-benar cuma mau memasak buat diri sendiri serta keluarga. Dirimu hanya merasa masih bodoh dalam bisnis kuliner. Kamu terlalu takut masakanmu tak laku, rugi, dan sebagainya.

Tahu ilmu bisnis sejak awal memang baik buat meminimalkan potensi kesalahan dalam pengelolaan usaha. Akan tetapi, kunci utama usaha ini tetap kemampuanmu memasak. Sangat sedikit pengusaha kuliner di luar sana yang punya latar belakang bisnis. Kebanyakan belajar pelan-pelan sambil menjalankan usahanya.

3. Terlalu memercayai orang yang dianggap pintar sampai kena tipu

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Ivan S)

Karena merasa masih bodoh, kamu cenderung menempatkan diri di bawah orang yang dianggap pintar. Dirimu terlalu percaya pada setiap hal yang dikatakannya. Bahkan saat hatimu bilang seperti ada yang tidak beres, kamu akhirnya tetap mengabaikannya.

Sampai akhirnya dirimu sadar cuma dimanfaatkan bahkan ditipu olehnya. Kamu selalu lebih percaya pada orang lain ketimbang dirimu sendiri. Sekalipun dia gak punya dasar atau bukti yang kuat untuk setiap ucapannya.

Dirimu cuma yakin kamu bodoh serta ia lebih pintar. Orang pandai akan membimbing orang yang masih bodoh sepertimu. Faktanya, kepandaiaannya tak lebih dari mengakalimu. Mulai sekarang prioritaskan untuk lebih percaya pada diri sendiri baru orang lain.

4. Gak bersikap sok tahu dan ternyata salah

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Cup of Couple)

Merasa masih bodoh tidak selalu buruk. Sisi positifnya juga ada. Sampai titik tertentu, perasaan belum pandai membuatmu lebih rendah hati. Kamu bukan tipe orang yang suka bersikap sok tahu di depan orang-orang.

Seandainya dirimu sok tahu, pasti sebagian besar orang malah malas berinteraksi denganmu. Gongnya ketika kamu keliru tentang berbagai hal. Itu mempermalukan diri sendiri.

Dirimu juga makin kehilangan rasa percaya dari orang lain. Kamu berkarakter jujur serta apa adanya. Bila dirimu tahu maka kamu berbicara sesuai pengetahuanmu. Andai pun dirimu gak punya pengetahuan soal itu juga langsung mengaku saja, tidak berbelit-belit.

5. Punya semangat lebih buat belajar terus

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Ali Ahmed)

Apabila perasaan masih bodoh diarahkan secara tepat malah bagus sekali. Ini menjadi alasan untukmu terus belajar. Kamu tak berhenti di satu titik. Dirimu punya rasa penasaran yang tinggi dan mencaritahunya langsung dari sumber-sumber tepercaya.

Beda dengan pribadi yang terlalu percaya dirinya pintar. Gagasan untuknya belajar lagi malah dapat dianggap sebagai penghinaan atas intelektualitasnya. Bahkan meski perintah belajar itu datang dari orang yang seharusnya dihormatinya, seperti atasan.

Kamu tidak seperti itu. Tanpa perintah siapa pun, dirimu sudah senang belajar meski sedikit demi sedikit. Kamu tak mau kebodohanmu tambah parah sehingga tertinggal dari orang-orang. Tanpa sadar ini membentuk daya saingmu.

Kamu perlu hati-hati dalam melabeli diri. Jangan bikin diri sendiri seakan-akan tak ada gunanya di dunia ini. Apa yang diketahui olehmu tentu lebih sedikit dari semua ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Namun, hindari berlebihan menganggap diri sendiri bodoh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us