Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

30 Quotes Upin Ipin yang Bikin Nostalgia Sekaligus Ngena di Hati

30 Quotes Upin Ipin yang Bikin Nostalgia Sekaligus Ngena di Hati
cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)
Share Article

Ada masa ketika menonton Upin & Ipin terasa seperti bagian sederhana dari masa kecil. Kita tertawa melihat tingkah mereka, ikut gemas dengan kenakalan kecilnya, dan mungkin tidak pernah menyangka bahwa bertahun-tahun kemudian beberapa pesan dari cerita mereka justru terasa begitu dekat dengan kehidupan kita.

Kini, kalimat-kalimat sederhana tentang bermain, berteman, keluarga, dan kehidupan bisa terasa jauh lebih dalam. Quotes berikut dibuat dengan nuansa khas karakter Upin dan Ipin yang diadaptasi agar relate dengan perasaan kita hari ini.

  1. 1. Tentang masa kecil yang tak bisa diulang

    Upin dan Ipin sedang membaca komik (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Upin dan Ipin sedang membaca komik (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Masa kecil punya cara sendiri untuk membuat kita rindu. Dahulu, kebahagiaan bisa datang hanya karena bermain bersama teman atau berkumpul dengan keluarga. Ketika dewasa, kita baru menyadari bahwa momen-momen sederhana itu ternyata adalah bagian yang paling berharga.

    1. "Dulu kita fikir esok masih panjang, rupanya masa kecil tak tunggu kita."

    2. "Kalau boleh pilih, mahu juga kembali ke zaman tak banyak fikir macam sekarang."

    3. "Dulu main sampai petang, sekarang nak jumpa kawan pun susah cari masa."

    4. "Masa kecil itu sederhana, tapi kenangannya boleh tinggal sampai kita besar."

    5. "Dulu benda kecil pun sudah cukup buat kita gembira."

    6. "Kita pernah ketawa tanpa fikir tentang kerja, duit, atau masa depan."

    7. "Kadang-kadang yang kita rindu bukan tempatnya, tapi siapa kita ketika berada di sana."

    8. "Dulu mahu cepat besar, sekarang pula rindu jadi kecil semula."

    9. "Tak sangka hari-hari yang dulu terasa biasa sekarang jadi kenangan paling mahal."

    10. "Kalau masa boleh diulang, mungkin kita akan lebih menghargai hari-hari sederhana itu."

     

  2. 2. Tentang persahabatan dan orang-orang yang pernah dekat

    Mei Mei, Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Mei Mei, Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Persahabatan masa kecil terasa begitu sederhana karena kita tidak terlalu memikirkan status, popularitas, atau siapa yang paling sukses. Kita hanya bermain, tertawa, bertengkar sebentar, lalu kembali bersama. Ketika dewasa, kita mulai menyadari bahwa mempertahankan sebuah pertemanan ternyata jauh lebih sulit daripada membangunnya.

    11. "Dulu gaduh sebab mainan, sekarang gaduh sebab masing-masing sudah ada kehidupan sendiri."

    12. "Kawan masa kecil mungkin sudah jauh, tapi kenangannya masih dekat."

    13. "Tak semua kawan akan tinggal selamanya, tapi bukan bermakna persahabatan itu sia-sia."

    14. "Dulu janji mahu berkawan sampai besar, rupanya besar membawa kita ke jalan masing-masing."

    15. "Kalau teringat kawan lama, jangan cuma lihat gambar. Sesekali tanyalah khabarnya."

    16. "Ada kawan yang tak selalu berjumpa, tapi bila bertemu rasa macam tak pernah berjauhan."

    17. "Persahabatan yang baik tak hilang hanya kerana jarang bertemu."

    18. "Dulu kita berkongsi makanan, sekarang mungkin masing-masing sibuk mengejar impian."

    19. "Jangan tunggu semua orang pergi baru sedar betapa berharganya mereka."

    20. "Kadang-kadang kita bukan kehilangan kawan, cuma kehilangan masa untuk bersama."

  3. 3. Tentang keluarga, hidup, dan rasa yang makin dalam

    cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Semakin dewasa, kita semakin memahami hal-hal yang dulu terasa biasa. Teguran orangtua, waktu makan bersama, perhatian saudara, atau rumah yang selalu menjadi tempat pulang ternyata memiliki arti yang jauh lebih besar.

    21. "Dulu kita rasa orangtua banyak membebel, sekarang baru faham mereka cuma risau."

    22. "Rumah mungkin tempat biasa, tapi bila jauh dari rumah, barulah kita tahu nilainya."

    23. "Dulu mahu cepat keluar rumah, sekarang rindu mahu duduk bersama keluarga."

    24. "Keluarga tak semestinya sempurna, tapi mereka tetap tempat kita belajar tentang kasih sayang."

    25. "Kadang-kadang rezeki paling besar bukan duit, tapi masih boleh berkumpul dengan orang yang kita sayang."

    26. "Jangan terlalu sibuk mengejar masa depan sampai lupa orang yang menemani kamu sejak awal."

    27. "Dulu kita fikir bahagia itu punya banyak benda. Sekarang kita tahu, bahagia itu punya waktu bersama orang tersayang."

    28. "Hidup memang berubah, tapi kenangan baik tak perlu ikut hilang."

    29. "Kita mungkin sudah besar, tapi dalam hati masih ada anak kecil yang rindu hari-hari sederhana."

    30. "Kalau suatu hari kamu rindu masa kecil, ingatlah: kamu sedang merindukan waktu ketika bahagia terasa begitu mudah."

    Nostalgia bukan hanya tentang mengingat sebuah tontonan atau masa kecil yang pernah kita jalani. Nostalgia juga menjadi pengingat bahwa kita pernah bahagia dengan hal-hal yang sangat sederhana. Mungkin kita memang tidak bisa kembali menjadi anak kecil, tetapi kita masih bisa membawa sedikit kepolosan, rasa syukur, dan kebahagiaan sederhana itu ke dalam kehidupan kita sekarang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More