Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rekomendasi Buku yang Punya Vibes seperti Jane Austen, Masuk Wishlist!
Longbourn, The Other Bennet Sister, Miss Bates (amazon.com) | (shopee.co.id/Periplus Official Bookstore) | (goodreads.com)
  • Enam novel direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai tema romansa, status sosial, pernikahan, dan perjuangan perempuan khas karya Jane Austen.
  • Longbourn dan The Other Bennet Sister menghadirkan ulang Pride and Prejudice melalui perspektif pelayan Sarah serta Mary Bennet yang kerap terabaikan.
  • Death Comes to Pemberley, The Murder of Mr. Wickham, Miss Austen, dan Miss Bates menawarkan sekuel, misteri, atau sudut pandang baru dari semesta Austen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jane Austen adalah seorang novelis terkenal dari Inggris era 1775–1817 yang menghasilkan karya sastra yang masih populer hingga kini. Sebut saja Sense and Sensibility (1811), Pride and Prejudice (1813), Mansfield Park (1814), dan Emma (1815).

Hampir semua karya novelnya secara garis besar menceritakan tentang kehidupan kaum bangsawan kelas menengah Inggris abad 18 dan 19. Fokus utamanya pada kisah romansa, pernikahan, status sosial, dan perjuangan perempuan dalam mengamankan masa depan finansial dan sosial.

Jika kamu suka dengan tema tersebut, ada beberapa rekomendasi buku yang vibes-nya seperti Jane Austen. Karakter dan penceritaannya dalam bentuk retelling, prekuel, maupun sekuel dari dunia Jane Austen. Yuk, cek di sini untuk menambah koleksi bukumu!

1. Longbourn: A Novel - Jo Baker

Longbourn: A Novel - Jo Baker (amazon.com)

Longbourn karya Jo Baker (2013) adalah penceritaan ulang (retelling) dari novel klasik Pride and Prejudice karya Jane Austen, tetapi dilihat dari perspektif para pelayan yang bekerja di rumah keluarga Bennet. Cerita mengikuti keseharian para pelayan di Longbourn House, seperti mencuci pakaian kotor, menyalakan perapian, dan membersihkan rumah. Tokoh utamanya adalah Sarah, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pelayan rumah tangga.

Kehidupan di lantai bawah (below stairs) berubah saat seorang footman misterius bernama James Smith tiba dan memicu romansa serta ketegangan dengan Sarah. Novel ini mengangkat latar era Perang Napoleon, masa lalu James yang melibatkan pelarian dari militer, serta realitas kelas sosial dan perbudakan pada masa itu.

2. The Other Bennet Sister - Janice Hadlow

The Other Bennet Sister - Janice Hadlow (shopee.co.id/Periplus Official Bookstore)

Berikutnya, ada The Other Bennet Sister karya Janice Hadlow (2020). Novel ini adalah retelling dari Pride and Prejudice karya Jane Austen, yang berfokus pada Mary Bennet, saudara tengah yang sering terabaikan, dianggap kurang menarik, dan tenggelam di antara saudara yang lain. Cerita dimulai dari masa kecil Mary yang merasa nyaman, sebelum ia perlahan menyadari bahwa dirinya tidak secantik kedua saudaranya. Setelah ayah mereka meninggal dan Longbourn jatuh ke tangan Tuan Collins, Mary yang saat itu sudah dewasa, mendadak terkatung-katung.

Ia berpindah-pindah tinggal bersama saudaranya, Jane dan Elizabeth, serta kerabat lain. Titik balik terjadi ketika Mary diundang untuk tinggal di London oleh bibi dan pamannya . Di sana, Mary mulai melepaskan ekspektasi kaku keluarganya, menemukan jati diri, serta bertemu seseorang yang menghargainya apa adanya.

3. Death Comes To Pemberley - P.D. James

Death Comes To Pemberley - P.D. James (goodreads.com)

Death Comes to Pemberley merupakan novel misteri sejarah karya P.D. James (2011) yang menjadi sekuel dari Pride and Prejudice karya Jane Austen. Novel ini sudah diapdatasi menjadi miniseri di BBC pada tahun 2013.

Ceritanya berlatar tahun 1803, enam tahun setelah pernikahan Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy, yang kini hidup bahagia dan memiliki dua putra. Menjelang pesta dansa tahunan di perkebunan Pemberley, kereta kuda datang membawa Lydia Wickham yang histeris dan berteriak bahwa suaminya, George Wickham, telah dibunuh.

Darcy, Kolonel Fitzwilliam, dan seorang tamu bergegas ke hutan. Mereka menemukan Wickham dalam keadaan mabuk, tetapi yang tewas tertembak adalah rekan perwiranya, Kapten Denny. Penyelidikan mengungkap konflik masa lalu, rahasia kelam, serta siapa pembunuh sesungguhnya di balik kematian tersebut.

4. The Murder Of Mr. Wickham - Claudia Gray

The Murder Of Mr. Wickham - Claudia Gray (amazon.co.uk)

Perbedaan utama antara The Murder of Mr. Wickham karya Claudia Gray (2022) dan Death Comes to Pemberley terletak pada penulis, cakupan karakter Jane Austen yang terlibat, serta siapa yang benar-benar terbunuh dalam cerita. The Murder of Mr. Wickham menggabungkan dunia fiksi Jane Austen dengan gaya cerita detektif klasik ala Agatha Christie. Ceritanya berpusat pada kematian Mr. Wickham (Pride and Prejudice) yang tewas terbunuh di sebuah pesta rumah.

Karena hampir semua tamu memiliki motif dan menjadi tertuduh, penyelidikan tidak resmi diambil alih oleh dua tamu termuda. Mereka adalah Juliet Tilney, putri cerdas dari Catherine dan Henry Tilney (Northanger Abbey) dan Jonathan Darcy, putra sulung Fitzwilliam Darcy dan Elizabeth Bennet.

5. Miss Austen - Gill Hornby

Miss Austen - Gill Hornby (goodreads.com)

Novel Miss Austen karya Gill Hornby mengisahkan Cassandra Austen, kakak perempuan dari penulis terkenal Jane Austen. Berlatar di Inggris tahun 1840 atau dua dekade setelah kematian Jane, cerita ini mengikuti Cassandra yang mencari tumpukan surat pribadi Jane di sebuah paroki agar tidak jatuh ke tangan orang lain dan membongkar rahasia keluarga.

Kisahnya juga menjawab misteri sejarah mengapa Cassandra benar-benar membakar sebagian besar surat Jane semasa hidupnya. Tindakan ini yang sering disalahartikan oleh para sejarawan.

6. Miss Bates: Emma Revisited - Catherine Cliff

Miss Bates: Emma Revisited - Catherine Cliff (goodreads.com)

Miss Bates: Emma Revisited karya Catherine Cliff baru saja dirilis di tahun 2026 ini. Ini merupakan sebuah retelling yang berani dari karya klasik Jane Austen dari sudut pandang karakter Ms. Bates yang disalahpahami.

Henrietta Bates, tokoh yang membosankan dan ikonik dalam Emma, karya Austen, adalah kebalikan dari Emma yang cantik, pintar, dan kaya. Dia sederhana, kurang berpendidikan, dan miskin. Ms. Bates adalah objek cemoohan dan rasa kasihan yang kelangsungan hidupnya bergantung pada kemurahan hati tetangganya yang ia tukar dengan curahan obrolan yang dangkal.

Tetapi, bagaimana jika perempuan yang kita lihat dalam Emma sebenarnya sengaja mengambil peran, mengenakan topeng, sebagai cara untuk mengatasi situasi yang tidak dapat dipertahankan? Sebuah pertanyaan yang menggelitik untuk dicari jawabannya, bukan?

Nah, itu dia beberapa rekomendasi buku yang vibes-nya seperti Jane Austen. Penokohannya sendiri diambil dari Austen's universe untuk menambahkan perspektif baru pada kisah-kisah klasik Jane Austen. Jadi, mana yang membuat kamu penasaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article