Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rukun Khotbah Idul Fitri, Beserta Tata Caranya

5 Rukun Khotbah Idul Fitri, Beserta Tata Caranya
ilustrasi salat Idul Fitri (unsplash.com/Curated Lifestyle)
Intinya Sih
  • Khotbah Idul Fitri menjadi bagian penting setelah salat Id, berisi lima rukun utama yang wajib dipahami agar pelaksanaannya sesuai tuntunan Islam.
  • Lima rukun khotbah meliputi pujian kepada Allah, selawat kepada Nabi, wasiat takwa, pembacaan ayat Al-Qur’an, serta doa untuk umat Islam pada khotbah kedua.
  • Tata cara khotbah dilakukan dua kali dengan jeda duduk di antara keduanya, diawali takbir sembilan kali di khotbah pertama dan tujuh kali di khotbah kedua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Khotbah merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan salat Idul Fitri. Umat Islam dianjurkan untuk menyampaikan maupun mendengarkan khotbah setelah salat Id berlangsung. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui dan memahami rukun khotbah Idul Fitri agar pelaksanaannya berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kebingungan. 

Berikut penjelasan lengkap mengenai rukun khotbah Idul Fitri beserta tata cara khotbah yang perlu kamu ketahui. Simak selengkapnya di bawah ini.


1. Membaca pujian kepada Allah SWT

5 Rukun Khotbah Idul Fitri, Beserta Tata Caranya
ilustrasi salat Idul Fitri (pexels.com/Chattrapal (Shitij) Singh)

Khotbah Idul Fitri diawali dengan bacaan pujian kepada Allah SWT atau hamdalah. Bacaan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Salah satu contoh bacaan hamdalah dalam khotbah adalah:

Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlil falaa haadiyalahu

Artinya: “Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.”


2. Mengucapkan selawat kepada Nabi

5 Rukun Khotbah Idul Fitri, Beserta Tata Caranya
Ilustrasi jamaah salat idulfitri (Unplash/Iqro Rinaldi)

Rukun berikutnya adalah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selawat ini merupakan bentuk doa serta penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Allahumma shalli wa sallim ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ash-haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumiddiin

Artinya: “Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.”


3. Menyampaikan wasiat untuk bertakwa kepada Allah SWT

Ilustrasi salat Id
Ilustrasi salat Id (pexels.com/Abid Ali)

Dalam khotbah juga terdapat rukun berupa ajakan atau nasihat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Khatib biasanya mengingatkan jemaah agar senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Contoh bacaannya:

Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

4. Membaca ayat suci Al-Qur’an

5 Rukun Khotbah Idul Fitri, Beserta Tata Caranya
Ilustrasi Masyarakat Sedang Melaksanakan Salat Id (Unsplash.com/annasarfnahri)

Rukun khotbah berikutnya adalah membacakan ayat Al-Qur’an. Khatib dianjurkan membaca setidaknya satu ayat dari Al-Qur’an sebagai pengingat dan nasihat bagi jemaah.

5. Berdoa untuk umat Islam pada khotbah kedua

5 Rukun Khotbah Idul Fitri, Beserta Tata Caranya
ilustrasi jemaah salat Id sedang berdoa (unplash/dbakar roy)

Rukun terakhir dalam khotbah Idul Fitri adalah membaca doa untuk kaum muslimin pada khotbah kedua. Doa ini berisi permohonan kepada Allah agar memberikan ampunan, rahmat, serta kebaikan bagi seluruh umat Islam. Berikut bacaannya:

Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu'miniina wal mu'minaatil ahyaa'I minhum wal amwaati, innaka samii'un qoriibun muhiibud da'waati.

Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho'naa. Robbanaa walaa tahmil 'alaynaa ishron kamaa halamtahuu 'alalladziina min qoblinaa.

Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa'fua 'annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa 'alal qowmil kaafiriina.

Robbana 'aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa 'adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, Sesungguhnya, Engkau adalah Zat yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Zat yang mengabulkan doa.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami."


6. Tata cara khotbah Idul Fitri

5 Rukun Khotbah Idul Fitri, Beserta Tata Caranya
Ilustrasi Masyarakat Sedang Melaksanakan Salat Id (Unsplash.com/apyfz)

1. Khotbah salat Id dilaksanakan dengan tata cara yang hampir sama seperti rukun khotbah pada salat Jumat.

2. Khotbah dilakukan sebanyak dua kali, dan di antara kedua khotbah tersebut khatib dianjurkan untuk duduk sejenak bagi yang mampu berdiri.

3. Pada khotbah pertama, khatib disunahkan membuka khotbah dengan membaca takbir sebanyak sembilan kali. Sedangkan pada khotbah kedua, khotbah dibuka dengan takbir sebanyak tujuh kali.

4. Selama khotbah berlangsung, jemaah dianjurkan untuk tetap tenang dan mendengarkan dengan penuh perhatian.


Itulah penjelasan mengenai rukun khotbah Idul Fitri beserta tata cara pelaksanaannya yang perlu dipahami oleh umat Islam. Semoga informasi ini dapat menambah pemahaman dan bermanfaat dalam pelaksanaan salat Id. Selamat merayakan Idul Fitri 1447 H, semoga kebahagiaan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us