Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Amalan dan Ibadah yang Dianjurkan Menjelang Idul Adha 2026

Amalan dan Ibadah yang Dianjurkan Menjelang Idul Adha 2026
Ilustrasi Tahun Baru Islam (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Menjelang Idul Adha 2026, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa 1–9 Zulhijah, zikir, dan amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan besar, termasuk penghapusan dosa dua tahun bagi yang menjalankannya dengan ikhlas sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
  • Malam dan hari Idul Adha disarankan diisi dengan takbir, salat sunah, doa, serta menjaga sunah seperti mandi besar dan tidak makan sebelum salat Id.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang Idul Adha 2026, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Zulhijah pun menjadi salah satu bulan mulia yang memiliki banyak keutamaan, terutama pada 10 hari pertamanya.

Di momen ini, berbagai amalan sunah bisa dilakukan mulai dari puasa, memperbanyak zikir, hingga mempersiapkan ibadah kurban. Selain mendapatkan pahala berlipat, amalan-amalan ini juga menjadi cara untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Yuk simak!

1. Berpuasa pada 1–9 Zulhijah, terutama Tarwiyah dan Arafah

Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa (pexels.com/ Alena Darmel)

Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan menjelang Idul Adha adalah puasa pada awal bulan Zulhijah. Berdasarkan kalender 2026, puasa 1–9 Zulhijah diperkirakan berlangsung mulai 25 Mei hingga 2 Juni 2026, termasuk puasa Tarwiyah pada 25 Mei dan puasa Arafah pada 26 Mei 2026. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas.

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun, tahun yang lalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim).

Niat puasa Zulhijah dapat dibaca, “Nawaitu shauma sunnatin Dzulhijjah lillahi ta’ala”. Sedangkan, niat puasa Arafah adalah “Nawaitu shauma Arafata sunnatan lillahi ta’ala”.

Tata cara pelaksanaannya sama seperti puasa sunah lainnya, dimulai dengan niat sebelum fajar lalu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa hingga waktu magrib. Selain menjadi ladang pahala, puasa ini juga melatih kesabaran dan membantu memperkuat ketakwaan menjelang hari raya kurban.

2. Meningkatkan amal saleh di 10 hari pertama Zulhijah

Ilustrasi Bulan Puasa
Ilustrasi Bulan Puasa (pexels.com/Abdulmeilk Aldawsari)

Sepuluh hari pertama bulan Sulhijah dikenal sebagai waktu yang sangat mulia untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW menyebutkan, bahwa tidak ada hari di mana amal baik lebih dicintai Allah dibanding hari-hari tersebut. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak zikir, seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat sunah.

Selain ibadah pribadi, amalan sosial juga sangat dianjurkan di momen ini. Bersedekah, membantu orang yang membutuhkan, berbagi makanan, hingga menyantuni anak yatim menjadi bentuk amal yang bernilai besar di sisi Allah SWT. Dengan memperbanyak amal saleh, hati menjadi lebih tenang dan suasana menyambut Idul Adha terasa lebih bermakna.

3. Amalan malam Idul Adha

ilustrasi berdoa bersama
ilustrasi berdoa bersama (pexels.com/RDNE Stock project)

Malam Idul Adha menjadi salah satu malam yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah. Umat Muslim dianjurkan mengumandangkan takbir sejak terbenam matahari pada 9 Zulhijah hingga pelaksanaan salat Id sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT dan menyambut datangnya hari raya kurban.

Selain takbiran, malam Idul Adha juga dapat diisi dengan salat sunah, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Momen ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak rasa syukur dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Dengan menghidupkan malam Idul Adha melalui ibadah, suasana hari raya terasa lebih khusyuk dan penuh makna.

4. Sunah Hari Raya Idul Adha

Ilustrasi salat
Ilustrasi salat (freepik.com/freepik)

Pada hari raya Idul Adha, terdapat beberapa sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW sebelum melaksanakan salat Id. Di antaranya adalah mandi besar, memakai pakaian terbaik dan bersih, serta menggunakan wewangian agar tampil rapi saat berkumpul bersama umat Muslim lainnya.

Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan tidak makan sebelum salat Idul Adha dan baru makan setelah pulang dari salat serta penyembelihan kurban. Jika memungkinkan, disunahkan berjalan kaki menuju tempat salat dan mengambil jalan berbeda saat berangkat dan pulang.

Dengan menjalankan berbagai amalan sunah Idul Adha, momen hari raya bisa terasa lebih bermakna dan penuh keberkahan. Selain memperkuat keimanan, ibadah-ibadah ini juga menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan rasa syukur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More