Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Senyumin Aja, Ini 6 Hal Baik Saat Banyak Orang Menertawai Kelemahanmu

Senyumin Aja, Ini 6 Hal Baik Saat Banyak Orang Menertawai Kelemahanmu
Pixabay.com/StockSnap
Share Article

Ada yang bilang, katanya tertawa itu menyehatkan. Tidak salah sih, karena tertawa memang merupakan pertanda bahwa orang tersebut sedang berbahagia. Namun, tidak semua tertawa menunjukkan mereka sedang benar-benar bahagia, lho.

Tak hanya oleh rasa bahagia, tertawa juga bisa mencuat ke dalam hati orang-orang berkarakter unik saat melihat kelemahan fisik orang lain. Lihat saja sekelilingmu, pasti ada yang terbahak saat melihat orang gandut, tertawa menatap rambut keriting, orang kurus, mata sipit, dan hal-hal kelemahan fisik orang lain.

Bagi kamu yang sering mengalami sering ditertawai oleh orang, jangan lekas menganggap diri kamu rendah. Agar pikiranmu tetap sehat, coba renungkan hal baik ini saat kelemahanmu ditertawai oleh orang-orang di sekelilingmu.

1.Pada hakikatnya, mereka sedang menertawai dirinya sendiri

Pixabay/Stocksnap
Pixabay/Stocksnap

Ketika kamu melihat ada orang lain menertawai kelemahanmu, maka pada hakikatnya dia sedang menertawai dirinya sendiri. Jika ia tertawa girang saat kelemahanmu diumbar, maka orang lain pun akan menertawainya karena mereka dianggap tak beretika. Semakin keras ia menertawaimu, maka akan semakin hebat ia menertawai dirinya sendiri.

2.Tenang saja, ini hanya masalah sudut pandang saja kok!

Pixabay.com/Pexels
Pixabay.com/Pexels

Ingat ya, mereka punya penilaian tentangmu, kamu juga penilaian untuknya. Mereka boleh saja menertawai kelemahanmu karena melihat dari perspektif pandangan hidup pribadinya. Kamu pun punya sudut pandang lain tentangnya dan bukan tidak mungkin kamu juga akan menertawainya lebih dalam.

Perbedaannya hanya satu, mereka memperlihatkan sudut pandangnya dengan tertawa, kamu malah menutupi penilaian pribadimu tentangnya dengan diam. Simpel kan?

3.Mereka membuat mentalmu sekuat baja

Pixabay.com/Pexels
Pixabay.com/Pexels

Sudah pasti, orang yang sering mendapat perlakuan tak menyenangkan dari orang-orang di sekelilingnya secara terus-menerus akan membuat mentalnya semakin kuat. Karena sudah terbiasa, mereka biasanya menanggapi dengan santai saat orang-orang menertawai kelemahannya. Meski sesekali merasa sakit hati, mereka tetap dapat menjaga hatinya dengan baik dan tak membalasnya dengan hal serupa.

4.Percayalah, roda itu bulat dan sudah pasti akan terus berputar

Pixabay.com/Pexels
Pixabay.com/Pexels

Ingat-ingat hukum kehidupan ini ya; apa yang kamu perbuat kepada orang lain, suatu saat perbuatan itu akan kembali kepada dirimu sendiri. Ketika kamu dengan bahagianya menertawakan kelemahan orang lain, suatu saat kamu pasti akan ditertawai juga oleh orang lain meski dengan masalah yang berbeda. Hari ini kamu tertawa, besok-besok bisa jadi kamu yang ditertawakan.

5.Mereka sedang memberimu banyak pahala

Pixabay.com/rawpixel
Pixabay.com/rawpixel

Jika dilihat dari sudut pandang agama, orang yang ‘menganiaya’ (dalam bentuk apapun) orang lain sudah pasti suatu ketika akan mendapat balasan yang serupa. Tak hanya itu, orang yang sering menertawaimu sejatinya sedang mentransfer amal dan pahala kepada orang-orang yang ditertawainya. Sudah perbuatan baik sedikit, pahala yang secuilpun akan berpindah dengan mudah kepada orang lain, rugi tingkat tinggi kan?

6.Ingat, kamu sedang membuat bahagia orang lain

Pixabay.com/5688709
Pixabay.com/5688709

Anggap saja orang-orang yang sering menertawai kelemahanmu itu adalah orang yang kurang perhatian. Dengan membiarkan mereka menertawaimu, maka otomatis kamu memberikan kebahagiaan kepada mereka. Bukankah membuat bahagia orang lain merupakan salah satu perbuatan baik yang diajarkan oleh agama?

Ingat ya, tak ada satu pun manusia yang sempurna di dunia. Mereka punya kelemahan, kamu juga punya. Saat kamu menertawakan kelemahan orang lain, maka akan membuka peluang orang lain untuk menertawakanmu juga suatu saat. Yuk, saling menghargai kelemahan masing-masing dengan tidak mengumbarnya di depan umum!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Iip Afifullah
EditorIip Afifullah

Related Articles

See More

5 Gaya Modis Alexis Putellas, Pesepakbola Perempuan Asal Spanyol

28 Mei 2026, 21:20 WIBLife