"Dalam seragam ini, saya ingin mengekstrak kekayaan alam kita dan menghadirkan rasa Indonesia melalui bahasa wastra yang setia pada tradisi, namun hidup dan relevan di masa kini. Motif lereng yang mengalir ini adalah doa untuk perjalanan yang terus bergerak maju, sementara aksen Garuda adalah jangkar yang mengingatkan ke mana pun kita terbang, di sanalah budaya kita berpijak," tutur O’bin.
Seragam Baru Garuda Indonesia, Nuansa Etnik Karya Perajin Lokal

- Garuda Indonesia memperkenalkan seragam tematik awak kabin baru pada penerbangan perdana Bandung–Denpasar, 14 Agustus 2026, melalui kolaborasi dengan Sarinah dan BINhouse.
- Rancangan O’bin memadukan batik cokelat bermotif lereng dengan aksen Garuda, serta selendang biru-tosca dan merah-putih yang tetap mendukung keselamatan dan kerja awak kabin.
- Perhiasan bermotif Bun-bunan khas Bali dibuat enam perajin binaan Sarinah di Gianyar; pembaruan ini menampilkan karya lokal sebagai identitas layanan maskapai nasional.
Garuda Indonesia menghadirkan penyegaran pada seragam tematik awak kabinnya dengan mengangkat kekayaan wastra dan kriya Nusantara. Berkolaborasi dengan Sarinah dan BINhouse, tampilan baru ini pertama kali diperkenalkan dalam penerbangan perdana rute Bandung–Denpasar pada (14/8/2026). Tak sekadar memperbarui tampilan, seragam tersebut membawa interpretasi baru atas motif tradisional dan keindahan alam Indonesia.
Penyegaran ini turut melibatkan maestro tekstil O’bin serta enam perajin lokal binaan Sarinah dari Gianyar, Bali. Mulai dari kain batik bernuansa cokelat, selendang dengan warna yang terinspirasi alam Indonesia, hingga perhiasan kriya bermotif khas Bali. Tiap detailnya memiliki nilai etnik yang mendalam. Yuk, intip lebih dekat detail seragam baru awak kabin Garuda Indonesia ini!
1. Seragam baru Garuda Indonesia merayakan kekayaan kain Indonesia

Seragam Baru Garuda Indonesia berkolaborasi dengan Sarinah dan BINhouse (dok. Garuda Indonesia) Peluncuran seragam baru Garuda Indonesia ini bertepatan dengan penerbangan perdana rute Bandung–Denpasar. Seragam ini berkolaborasi dengan Sarinah dan BINhouse. Pembaruan seragam ini juga menghadirkan interpretasi yang lebih mendalam untuk merayakan kekayaan kain Indonesia, serta menjadi wahana untuk merayakan keindahan kriya sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara. O'bin, maestro tekstil yang memimpin pembuatan seragam ini, mencoba untuk bermain dengan warna dan pakem tradisional.
Rok atau bawahan seragamnya menggunakan kain batik rona cokelat yang memancarkan kehangatan tanah yang subur serta merefleksikan lebatnya hutan tropis. Siluetnya terlihat chic dengan motif bergaris mengalir yang terinspirasi dari corak tradisional lereng. Lalu, di sela motifnya ada aksen siluet Garuda disematkan dengan halus.
2. Nuansa etnik yang autentik from head to toe

Seragam Baru Garuda Indonesia berkolaborasi dengan Sarinah dan BINhouse (dok. Garuda Indonesia) Selendang pada seragam baru Garuda Indonesia hadir dengan palet warna yang terinspirasi dari alam Indonesia. Rona biru dan tosca menggambarkan gradasi langit serta laut tropis, sementara warna merah dan putih merepresentasikan Sang Saka yang maknanya keberanian dan ketulusan. Tak hanya mempercantik tampilan, gerakan selendang juga dirancang untuk menciptakan gestur hangat saat menyambut penumpang dan elegan ketika mengantar mereka turun dari pesawat. Rancangannya tetap memperhatikan standar keselamatan dan efektivitas kerja awak kabin.
Selain wastra, tampilan seragam ini dilengkapi perhiasan kriya yang dikurasi Sarinah dan dibuat oleh enam perajin lokal binaan dari Gianyar, Bali. Anting dan bros menampilkan motif ukiran khas Bali, Bun-bunan, yang melambangkan harmoni dan pertumbuhan. Perhiasan tersebut menggunakan material yang dipilih dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Seperti mother of pearl putih hasil budidaya air tawar, karang merah, turquoise, serta lapis lazuli biru ultramarine.
3. Hasil karya perajin lokal

Seragam Baru Garuda Indonesia berkolaborasi dengan Sarinah dan BINhouse (dok. Garuda Indonesia) Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, mengungkapkan bahwa Sarinah sebagai retail-based cultural experience center bukan hanya berperan dalam mengkurasi karya, namun juga mendukung dan mendorong keterlibatan para perajin lokal. Itulah kenapa, seragam barunya ini menggandeng perajin lokal dari Gianyar, Bali. Pembaruan seragam ini juga menjadi wadah untuk memberikan ruang bagi karya Indonesia agar erus berkembang dan semakin dikenal di tingkat global
"Penyegaran seragam awak kabin ini mencerminkan arah transformasi Garuda Indonesia yang terus bergerak maju tanpa kehilangan jati diri. Bagi kami, seragam bukan sekadar elemen visual, tetapi salah satu representasi paling nyata dari standar layanan dan identitas Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang hadir langsung di hadapan penumpang," kata Glenny Kairupan, Direktur Utama Garuda Indonesia.





















