Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ragam Motif Kain Tenun Khas Desa Adat Sade, Variatif dan Sarat Makna!

Ragam Motif Kain Tenun Khas Desa Adat Sade, Variatif dan Sarat Makna!
Desa Adat Sade sebelum hangus terbakar pada Sabtu (22/8/2026). (IDN Times/Linggauni)
  • Desa Adat Sade di Lombok mempertahankan tradisi tenun Sasak sebagai identitas dan warisan budaya, dengan motif, warna, serta filosofi yang beragam.
  • Tujuh motif tenun Sade meliputi Selolot, Kembang Komak, Tapok Kemalo, Ragi Genep, Batang Empat, Bereng, dan Krodat; masing-masing terkait makna serta kebutuhan adat tertentu.
  • Kain tenun Sade berfungsi sosial dalam upacara adat, personal sebagai ekspresi perajin dan produk pakai, serta fisik sebagai penutup tubuh yang diwariskan turun-temurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Desa Adat Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai salah satu pusat tradisi tenun yang masih dijaga hingga kini. Kain tenun yang dihasilkan para perajin setempat tidak hanya menawarkan keindahan visual lewat perpaduan warna dan motif, namun juga menjadi bagian dari identitas serta warisan budaya masyarakat Suku Sasak.

Keunikan kain tenun Sade semakin menarik lewat ragam motif yang memiliki bentuk dan makna berbeda. Setiap coraknya menyimpan cerita dan filosofi tersendiri. Yuk, kenali lebih dekat ragam motif kain tenun khas Desa Adat Sade yang variatif dan sarat makna!

  1. 1. Ragam kain tenun khas Desa Adat Sade

    Desa Adat Sade sebelum hangus terbakar pada Sabtu (22/8/2026)
    Desa Adat Sade sebelum hangus terbakar pada Sabtu (22/8/2026). (IDN Times/Ernia Karina)

    Menurut Jurnal dari FBS Universitas Negeri Yogyakarta bertajuk 'Kain Tenun Tradisional Dusun Sade, Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat' oleh Mardiyanti dan Ismadi, ada beberapa motif kain tenun khas desa ini, yakni:

    1. Selolot: kain tenun dengan motif garis berwarna dasar hijau muda. Kain tenun satu ini melambangkan kesejukan dan ketenangan, biasanya digunakan untuk bawahan/rok perempuan saat upcara adat.
    2. Kembang Komak: motif satu ini memiliki makna bahwa manusia tidak boleh merasa paling hebat. Kain tenun ini biasanya digunakan untuk adat sejati nyelebar (untuk melamar calon pengantin yang dilakukan oleh keluarga laki-laki dari mempelai laki-laki).
    3. Tapok Kemalo: kain tenun biasanya berwarna hitam, putih, dan ada warna merah di garis pinggirnya. Kain ini biasanya digunakan para pemuda. Saat ini, Tapok Kemalo kerap digunakan saat upacara pernikahan (nyongkolan).
    4. Ragi Genep: Kain ini umumnya berwarna garis putih dan warna dasar maroon. Motifnya melambangkan kelengkapan jiwa spiritual. Biasanya digunakan saat upacara bengkung.
    5. Batang Empat: Kain tenun ini punya motif garis warna kuning dengan warna dasar hitam. Kain ini dipercaya akan memberikan rasa sejuk pada mayat saat dimandikan. Meski begitu, kain ini lebih sering digunakan saat adat upacara seperti pelaksanaan ajen-ajen dan dipakai sebagai sabuk saat nyongkolan.
    6. Kain Bereng: Kain ini menjadi satu-satunya yang tak memiliki motif. Namun, jika dilihat dari jarak dekat, ada semacam motif garis abu-abu. Apabila dari jauh, bentuknya hanya warna hitam polos. Biasanya digunakan orangtua atau orang yang sedang sakit sebagai selimut untuk menghangatkan badan. Kain ini punya simbol bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan dari tanah dan kembali ke tanah.
    7. Krodat: terakhir ada kain Krodat yang punya motif garis dan setiap garisnya ada 4 garis lain berbentuk horisontal dan vertikal (seperti plaid). Motif 4-4 ini menyimbolkan 4 nabi yang terpilih sebagai Nabi Ulul Azmi. Kerap dipergunakan pada saat adat upacara pernikahan sorongserah ajikrame sebagai ajen-ajen.

  2. 2. Fungsi sosial dan personal kain tenun Dusun Sade

    ilustrasi desa sade
    ilustrasi desa sade (Unsplash/Kevin Charit )

    Sebagai kain tradisional nan etnik, tentu 7 kain tenun di atas memiliki berbagai fungsi. Masih dari jurnal yang sama, fungsinya secara sosial dan personal adalah:

    • Dalam fungsi sosial, semua kain tenun ini berhak digunakan oleh masyarakat Dusun Sade. Namun, tentu penggunaannya tidak sembarangan. Utamanya, semua kain ini difungsikan untuk acara adat.
    • Untuk fungsi personal, perajin menggunakan kain sebagai acuan untuk membuat berbagai produk yang dapat dipakai. Motif yang diciptakan juga menjadi bentuk ekspresi dan dapat terinspirasi dari adat serta budaya setempat.

  3. 3. Fungsi fisik kain tenun Dusun Sade

    Desa Sade di Lombok
    Desa Sade di Lombok (IDN Times/Sunariyah)

    Fungsi fisik kain tenun tradisional adalah sebagai pakaian untuk menutupi bagian tubuh yang dianggap perlu. Selain itu, kain tenun juga digunakan dalam berbagai tradisi masyarakat Sade. Penggunaan ini menjadi bagian dari budaya yang telah dijaga secara turun-temurun hingga kini.

    Demikian penjelasan mengenai beberapa motif kain tenun khas Dusun Adat Sade. Semuanya memiliki fungsi dan makna tersendiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More