Pernahkah kamu merasa terjebak dalam situasi canggung saat ingin menagih uang makan siang sebesar Rp20 ribu kepada teman dekat? Di satu sisi, uang itu hakmu. Di sisi lain, ada suara di kepala yang membisikkan, "Masa cuma segitu aja ditagih? Nanti dikira pelit atau perhitungan banget." Fenomena ini sering disebut sebagai silent debt, yakni utang-utang kecil yang dianggap sepele namun sebenarnya menyimpan bom waktu.
Bukan hanya soal nominal yang perlahan menggerogoti saldo tabunganmu tanpa jejak, tapi juga soal beban mental dan rasa "gak enak" yang pelan-pelan merusak ketulusan dalam sebuah pertemanan. Sebelum pertemananmu berakhir hanya karena urusan talangan kopi, yuk, pahami mengapa masalah ini jauh lebih serius dari kelihatannya.
