Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suka Cuci Piring sambil Masak? Ini 8 Kepribadianmu yang Tersembunyi
ilustrasi cuci piring (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Kebiasaan mencuci piring sambil masak mencerminkan kemampuan mengatur banyak hal sekaligus, menunjukkan fungsi eksekutif otak yang kuat dan pola pikir terorganisir.
  • Orang dengan kebiasaan ini cenderung lebih tenang, bertanggung jawab, serta memiliki kontrol impuls dan kestabilan emosi yang baik saat beraktivitas.
  • Tindakan sederhana menjaga dapur tetap rapi menggambarkan kesadaran ruang, kehadiran penuh di momen sekarang, dan pola pikir yang berpandangan ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap orang punya gaya masak masing-masing, termasuk soal urusan bersih-bersih dapur. Ada yang memilih fokus masak dulu, urusan cuci piring belakangan. Tapi ada juga yang refleks mencuci alat masak di sela-sela proses memasak.

Kalau kamu termasuk yang kedua, kebiasaan ini ternyata bisa menggambarkan cara kamu berpikir dan bersikap, lho. Psikologi melihat rutinitas kecil seperti ini sebagai bagian dari pola kepribadian. Dari cara mengatur fokus sampai menghadapi tantangan sehari-hari, semuanya bisa tercermin. Yuk, lihat sisi tersembunyi dari kebiasaanmu ini.

1. Mereka punya fungsi eksekutif yang lebih kuat

ilustrasi multitasking (freepik.com/wayhomestudio)

Orang yang terbiasa cuci piring sambil masak sering kali mampu mengelola banyak hal dalam satu waktu. Mereka bisa mengatur urutan tugas, tahu mana yang perlu dilakukan dulu, dan tetap fokus. Menurut penelitian dalam Annual Review of Psychology, kemampuan ini berkaitan dengan fungsi eksekutif yang membantu otak mengelola berbagai aktivitas sekaligus.

Saat kamu membersihkan alat masak sebelum berpindah ke tahap berikutnya, otakmu terbiasa mengambil keputusan kecil secara cepat. Kamu gak menunggu semuanya menumpuk baru bertindak. Pola ini sering terbawa ke urusan lain, seperti pekerjaan atau aktivitas harian. Kamu jadi lebih sigap dan terorganisir.

2. Mereka cenderung merasa lebih tenang saat beraktivitas

ilustrasi masak di dapur (pexels.com/cottonbro studio)

Dapur yang rapi selama proses memasak sering membuat suasana terasa lebih nyaman. Kamu gak perlu melihat tumpukan piring yang mengganggu fokus. Semua terlihat lebih terkendali dan mudah diatur.

Banyak orang merasa aktivitas masak jadi lebih ringan saat dapur gak berantakan. Mencuci satu atau dua alat di sela waktu memasak memberi jeda sejenak sebelum lanjut ke langkah berikutnya. Kebiasaan ini membantu kamu tetap rileks. Masak pun terasa bukan sekadar tugas, tapi proses yang dinikmati.

3. Mereka punya rasa tanggung jawab yang tinggi

ilustrasi dapur (pexels.com/Lisa Anna)

Orang yang menjaga dapur tetap rapi biasanya punya kebiasaan menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. Mereka gak nyaman membiarkan pekerjaan kecil tertunda terlalu lama. Hal ini mencerminkan sikap bertanggung jawab dalam keseharian.

Kebiasaan ini sering terlihat juga di luar dapur. Kamu cenderung menepati janji dan memperhatikan detail kecil. Ada dorongan dari dalam diri untuk tidak menunda hal-hal sederhana. Bagimu, keteraturan itu penting.

4. Mereka memiliki kontrol impuls yang baik

ilustrasi bersih-bersih (pexels.com/cottonbro studio)

Menunda mencuci piring memang terasa lebih mudah di awal. Tapi orang yang langsung membersihkan alat masak memilih bertindak sekarang daripada menumpuk pekerjaan. Menurut kajian dari American Psychological Association, kemampuan mengelola dorongan seperti ini berkaitan dengan pengendalian diri.

Setiap kali kamu memilih mencuci alat yang baru dipakai, kamu sedang melatih konsistensi. Kebiasaan kecil ini sering memengaruhi keputusan lain. Kamu lebih terbiasa menahan diri demi hasil yang lebih baik. Pilihanmu gak hanya berdasarkan rasa malas atau nyaman sesaat.

5. Mereka lebih peka terhadap pengaturan ruang

ilustrasi memasak (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Masak sambil bersih-bersih membuatmu sadar dengan kondisi dapur. Kamu tahu kapan meja perlu dikosongkan dan kapan wastafel harus siap dipakai. Semua dilakukan tanpa banyak berpikir panjang.

Kebiasaan ini membuatmu terbiasa mengatur ruang dengan efisien. Kamu gak suka area kerja terasa sempit atau penuh. Di luar dapur, kamu juga cenderung rapi mengatur barang. Lingkungan yang tertata membuatmu lebih nyaman bergerak.

6. Mereka cukup stabil secara emosional

ilustrasi serius di depan laptop (pexels.com/George Milton)

Mengurus beberapa hal sekaligus di dapur butuh ketenangan. Kamu harus tetap fokus meski ada banyak aktivitas berjalan bersamaan. Hal ini menunjukkan kamu cukup terbiasa menghadapi situasi kecil yang menuntut perhatian.

Saat ada hal tak terduga di dapur, kamu cenderung gak gampang panik. Kamu memilih menyelesaikan satu per satu dengan kepala dingin. Sikap ini sering terbawa ke kehidupan sehari-hari. Kamu gak mudah terpancing emosi.

7. Mereka lebih hadir di momen sekarang

ilustrasi cewek tersenyum (pexels.com/Chu Chup Hinh)

Cuci piring sambil masak membuatmu benar-benar terlibat dalam aktivitas yang sedang dilakukan. Kamu sadar dengan setiap langkah yang dijalani. Gak banyak ruang untuk melamun atau terdistraksi.

Bagi sebagian orang, dapur jadi tempat untuk menenangkan pikiran. Aktivitas sederhana seperti membilas mangkuk memberi rasa puas tersendiri. Kamu menikmati prosesnya, bukan hanya hasil akhirnya. Masak jadi pengalaman yang lebih bermakna.

8. Mereka terbiasa berpikir ke depan

ilustrasi berpikir di depan laptop (freepik.com/pressfoto)

Membersihkan alat masak sejak awal menunjukkan kalau kamu memikirkan dampak setelahnya. Kamu tahu dapur akan lebih ringan dibereskan saat masakan selesai. Kebiasaan ini mencerminkan pola pikir yang tidak terburu-buru.

Kamu terbiasa mengambil langkah kecil demi kenyamanan jangka panjang. Pola ini sering muncul dalam keputusan hidup lain. Kamu gak suka masalah menumpuk tanpa disadari. Semua ingin kamu atur sejak awal.

Kebiasaan cuci piring sambil masak ternyata menyimpan banyak makna. Dari cara berpikir sampai sikap menghadapi aktivitas harian, semuanya bisa tercermin.

Kalau kamu sudah terbiasa melakukannya, bisa jadi itu memang cocok dengan kepribadianmu. Tapi kalau belum, bukan berarti kamu perlu memaksakan diri, ya. Terpenting, kamu sadar bahwa kebiasaan kecil bisa membawa dampak besar. Tinggal pilih, mau mulai dari dapur atau dari hal lain dulu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team