Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terungkap, Ini 5 Alasan Mengapa Jomblo Lebih Bahagia
Pixabay

Selamat para jomblo, karena status kamu sekarang dinobatkan sebagai status yang paling membahagiakan dibanding mereka yang sudah menikah menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Terhibur sedikit kan? Mau bukti?

Iya, para jomblo memang harus diberi bukti biar hatinya sedikit lega. Beberapa waktu lalu BPS mengeluarkan hasil survei tentang Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2017. Hasil penelitian menyebutkan bahwa sekarang ini kondisi kebahagiaan Indonesia berada dalam level “Cukup Bahagia”dengan indeks sebesar 70,69 pada skala 1-100. Semakin indeks kebahagiaan berada pada poin 100 maka semakin bahagia negara tersebut. Kabar gembiranya adalah Selamat buat kamu para jomblo indeks kebahagiaan para jomblo lebih besar dengan nilai indeks sebesar 71,53 dibanding dengan mereka yang sudah menikah yakni nilai indeksnya sebesar 71,09.

“Orang yang belum menikah itu lebih bahagia. Yang paling tidak bahagia adalah yang cerai hidup.” Kata Suhariyanto, Kepala BPS.

Selamat ya!

Sebenarnya ada apa gerangan yang membuat para lajang ini bahagia? Padahal seringnya para lajang ini dibully dengan beberapa kalimat negatif seperti “Jomblo Ngenes”. Seolah status lajang adalah status kutukan yang harus segera disingkirkan. Nah mari kita simak, bagaimana BPS menyatakan fakta fenomenal ini.

Kebahagiaan itu relatif, bukan? Ada yang menurut si A kalau dia memiliki sepeda baru maka si A sudah bahagia, ada si B yang dengan gelar sarjananya merasa bahagia. Maka wajar bila ada yang menyangsikan kalau kebahagiaan dapat diukur. BPS menjawab kesangsian itu dengan memberikan survey dengan dimensi-dimensi yang bisa diukur. Ada tiga dimensi yang diukur yakni, indeks dimensi kepuasan hidup sebesar 71,07, indeks dimensi perasaan sebesar 68,59 dan indeks dimensi makna hidup sebesar 72,23. Indeks ini diukur pada skala 1-100. Indeks dimensi makna hidup menempati urutan paling atas.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa kebahagiaan memiliki dua komponen yaitu komponen afektif dan komponen kognitif. Komponen afektif berkaitan dengan sejauh mana individu merasa positif mengenai dirinya (hedonic level of affect), sedangkan komponen kognitif berkaitan dengan tingkat kepuasan individu terhadap apa yang ia peroleh dalam hidup (contentment/life satisfaction) (Veenhoven, 1984).  BPS dalam mengukur tingkat kepuasan pada 10 aspek kehidupan yaitu:

1.      Kesehatan

2.      Pendidikan

3.      Pekerjaan

4.      Pendapatan Rumah Tangga

5.      Keharmonisan Keluarga

6.      Ketersediaan Waktu Luang

7.      Hubungan Sosial

8.      Kondisi Rumah dan Aset

9.      Keadaan Lingkungan

10.  Kondisi Keamanan

Jadi, menurut analisis penulis berdasarkan indikator pengukuran BPS maka ini  5 alasan mengapa generasi lajang dinyatakan lebih bahagia? Ini jawabannya:

 

1.Makna hidup menjadi ciri khas generasi millennials

Pexels

Coba tebak para jomblo itu terletak pada generasi apa? Yap, generasi millennial jawabannya. Generasi millennial adalah generasi yang lahir pada kisaran tahun 1980-1996. Di Indonesia terdapat sekitar 81 Juta generasi millennial. Ciri khas generasi ini adalah bahwa mereka sangat mementingkan makna bagi dirinya dan kebermanfaatan dirinya bagi lingkungan sekitarnya. Maka mereka sangat ambisius dengan impian-impian mereka. Mereka sangat menggenggam kuat impiannya yang akan menambah makna hidup bagi dirinya. Wajar bila diantara 3 dimensi yang sudah disebutkan diatas mengatakan bahwa indeks dimensi makna hidup menempati urutan teratas.

2.Para jomblo lebih bisa fokus dalam mengejar pendidikan dan karirnya.

Pixabay

Generasi Millennial itu generasi yang suka hal-hal baru dan tantangan baru. Banyak dari mereka yang tidak lantas puas dengan gelar sarjananya, ada yang melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni pendidikan master hingga doktor. Pendidikan bagi mereka penting. Bahkan kebanyakan dari mereka memutuskan untuk menunda pernikahannya dengan melanjutkan studinya terlebih dahulu. Dengan masa jomblonya mereka bebas beraktualisasi diri dalam rangka mewujudkan impian-impiannya. Pendidikan akan memberikan rasa positif pada hati mereka sehingga meningkatkan kebahagiaannya.

Pendidikan yang diambil generasi millennial akan dikaitkan dengan karir pekerjaan yang diambilnya. Generasi ini bukan generasi yang berpikiran bahwa karir yang menggiurkan adalah menjadi PNS. Generasi ini menjadikan karirnya adalah tempat pengaktualisasian jati diri. Mereka ingin memaknai hidup mereka lebih dalam, sehingga karir yang mereka pilih adalah karir yang sesuai dengan passion mereka sehingga mereka lebih berbahagia dalam menjalankan karirnya.

3.Para jomblo memiliki banyak waktu luang untuk berkarya.

Pixabay

Ketersediaan waktu luang menjadi salah satu aspek pengukuran kebahagiaan. Sudah dapat ditebak bila ketika seseorang memutuskan untuk menikah maka waktu luangnya akan berkurang banyak. Karena sudah ada anggota keluarga lain yang perlu diurus. Maka berbahagialah si jomblo yang memiliki banyak waktu luang. Waktu luang si jomblo generasi millennial digunakan untuk berkarya, berkolaborasi, membangun bisnis dan mewujudkan impian.

4.Berjejaring dengan siapa saja itu penting

Pexels

Dalam bukunya Yoris Sebastian, Generasi Langgas, generasi millennial memiliki beberapa huruf “C” yang menjadi ciri khasnya yakni Community, Connected, Collaboration. Mereka suka berhubungan sosial baik lewat offlline ataupun online. Menjadi jomblo membuat mereka bebas untuk berteman dengan siapa saja. Community maksudnya adalah bahwa mereka yang memiliki satu visi akan bergabung dalam satu komunitas. Connected berarti mereka selalu terkoneksi dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun dengan adanya teknologi. Collaboration memberikan makna bahwa dalam menggapai satu tujuan diperlukan kolaborasi berbagai macam pihak.

5.Banyak yang sukses di usia muda.

internet

Siapa yang tidak butuh uang? Semuanya butuh dan tidak munafik bahwa uang adalah salah satu faktor kebahagiaan juga. Aspek kepuasan terhadap pendapatan rumah tangga pada si jomblo generasi millennial tidak boleh dipandang sebelah mata lho. Makanya banyak yang jomblo dan bahagia. Banyak yang sukses di usia muda. Ada yang usianya 20 tahun omsetnya ratusan juta. Internet menjadi salah satu jalur akselerasi banyak anak muda yang sukses di usia muda.

Itulah 5 alasan mengapa para jomblo bisa dikatakan lebih berbahagia. Dalam tanda khusus si jomblo yang menggunakan waktu jomblonya untuk berkarya dan berupaya mewujudkan impiannya. Indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS memang tidak selalu dijadikan tolak ukur tentang bagaimana bahagia seharusnya. Apalagi memilih untuk menjomblo terus karena hasil penelitian ini.

Bila dengan menjadi jomblo kamu dapat menebar manfaat positif maka dengan menikahpun kamu masih bisa melipatgandakan kebermanfaatan positif ditambah lagi adanya support system dari keluarga baru. Hasil survey ini membahagiakan si jomblo namun, jangan membuat kamu takut menikah ya. Karena banyak ulasan juga kok yang mengatakan menikah lebih membuatmu bahagia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team