5 Tips Anti Panik saat Dollar Naik, Usahakan Beli Produk Lokal

- Nilai tukar rupiah terhadap dollar menembus lebih dari Rp17 ribu, memicu kekhawatiran masyarakat karena berpotensi menaikkan harga barang dan kebutuhan pokok.
- IDN Times membagikan lima tips agar tetap tenang menghadapi kenaikan dollar, seperti membeli produk lokal, mengurangi gaya hidup impulsif, dan berhemat energi.
- Masyarakat juga disarankan menjelajahi destinasi wisata dalam negeri serta mencari sumber penghasilan baru untuk menjaga kestabilan finansial di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Nilai tukar rupiah ke dollar menyentuh lebih dari Rp17 ribu. Kabar melonjaknya nilai dollar berisiko membuat masyarakat khawatir. Dampaknya mungkin saja akan terasa pada kenaikan harga barang-barang hingga kebutuhan pokok.
Meski begitu, kondisi ini sebenarnya bisa kita hadapi dengan cara yang lebih tenang. IDN Times berikan sedikit tips anti panik saat nilai dollar naik. Ada banyak aktivitas atau kebiasaan yang bisa kita terapkan supaya gak begitu terbebani oleh kenaikan nilai tukar rupiah ke dollar ini.
1. Usahakan membeli produk dalam negeri

Kurs yang tinggi berisiko menyebabkan harga produk impor ikut melonjak. Dalam menghadapi hal ini, sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan kecil. Misalnya lebih banyak menggunakan produk lokal.
Daripada memilih produk-produk impor, Indonesia masih punya banyak referensi produk lokal yang kualitasnya gak kalah bagus untuk kebutuhan sehari-hari dari makanan, pakaian, hingga elektronik. Kebiasaan kecil lainnya adalah mendukung bisnis kecil dengan belanja di UMKM, warung, atau pasar tradisional.
2. Jelajahi destinasi lokal yang gak kalah indah dari luar negeri

Daripada berpergian ke luar negeri, Indonesia punya segudang tempat wisata dengan keindahan yang gak tertandingi. Gak harus ke tempat-tempat terkenal dan mainstream, justru masih banyak wilayah atau rekomendasi wisata yang hidden gem, lho.
Meski rupiah sedang melemah, bukan berarti kamu gak bisa memuaskan hasrat untuk pergi liburan. Mungkin kamu bisa mengalokasikan waktu dan uang untuk menjelajahi Indonesia.
3. Kurangi gaya hidup impulsif

Salah satu kebiasaan yang harus kamu terapkan dan lakukan secara konsisten adalah mengurangi gaya hidup impulsif dan konsumtif. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ini, lebih baik mempersiapkan dan memprioritaskan kebutuhan dasar. Kamu perlu mengalokasikan anggaran lebih banyak untuk makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kesehatan.
Aspek-aspek itu perlu terpenuhi supaya kamu tetap tenang meski rupiah semakin melemah. Mungkin kamu perlu menerapkan prinsip berbelanja karena butuh. Pikirkan apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan.
4. Hemat energi dengan menggunakan transportasi umum

Bukan hanya rupiah yang memelah, harya minyak dunia juga semakin naik impas dari konflik perang antara Iran dengan AS dan Israel. Ketika harga BBM melonjak, maka berisiko meningkatkan harga-harga kebutuhan sehari-hari hingga biaya transportasi umum dan logistik.
Untuk mengantisipasi kenaikan BBM, kamu bisa berpindah moda transportasi. Jika semula menggunakan kendaraan pribadi, mungkin kamu bisa mencoba menggunakan transportasi publik.
5. Cari sumber penghasilan baru

Supaya kamu tetap merasa aman meski kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, persiapkan dana darurat. Yang gak kalah penting, perkuat pemasukanmu. Ada baiknya memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.
Coba cari peluang baru dari pekerjaan lepas atau bisnis-bisnis di sektor global. Ketika kamu digaji dengan mata uang asing, itu bisa menjadi keuntungan untukmu.
Sebenarnya mencari sumber penghasilan baru bukan soal uang saja. Ini juga cara untuk bisa mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatmu.
Itulah beberapa tips supaya gak terlalu panik meski nilai dollar meningkat. Jangan boros, ya! Kalau bisa, carilah kegiatan yang gak membuatmu mengeluarkan uang.