Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Tren Berkebun 2026: Rewilding, Maksimalis, hingga Integrasi AI

Ilustrasi berkebun
Ilustrasi berkebun (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya sih...
  • Rewilding: Membiarkan sebagian properti kembali menjadi liar dengan unsur kesengajaan.
  • Gaya berkebun maksimalis: Menonjolkan kreativitas, warna, dan keberagaman tanaman.
  • Bermacam-macam tanaman hias: Kaktus, Monstera, Philodendron, Pothos, dan Hydrangea tetap populer.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mulai dari praktik ramah lingkungan hingga penggunaan AI, tren berkebun diperkirakan akan berevolusi pada tahun 2026. Tren berkebun 2026 berfokus pada perpaduan keindahan, kepraktisan, dan kegembiraan di setiap sudut kebun.

Di tahun ini, banyak gardeners juga memikirkan kembali cara mereka menggunakan ruang outdoor, baik itu untuk menciptakan tempat peristirahatan, mengoleksi tanaman hias, atau mendesain teras yang terasa seperti perpanjangan ruang tamu. Mau tahu lebih lengkapnya tentang tren berkebun 2026? Cek di sini!

1. Rewilding

Ilustrasi taman
Ilustrasi taman (pexels.com/Valeria Drozdova)

Rewilding merupakan tren yang diprediksi banyak diadaptasi pada kebun-kebun di tahun 2026. Rewilding berarti pemilik rumah membiarkan sebagian properti mereka kembali menjadi liar, yang berarti mengurangi campur tangan manusia, membiarkan ekosistem mengatur diri sendiri, hingga mengembalikan habitat hewan-hewan yang tinggal di kebun.

Akan tetapi, hal itu tidak berarti membiarkan lanskap menjadi benar-benar liar karena tetap diperlukan beberapa unsur kesengajaan. Penting untuk membiarkan spesies asli kembali sambil mencegah tanaman-tanaman terlalu ekspansif.

2. Gaya berkebun maksimalis

Ilustrasi tanaman
Ilustrasi tanaman (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Selain rewilding, ada juga tren maksimalis dalam berkebun di tahun 2026. Ini berarti pemilik kebun berani yang menonjolkan kreativitas dan warna, yang mendorong terciptanya taman rimbun, berlimpah, dan penuh karakter.

Maksimalisme dalam berkebun bukan tentang menciptakan ruang sempurna. Sebaliknya, fokusnya adalah menanam apa yang kamu sukai, menciptakan taman yang penuh dengan lapisan tanaman, kejutan, kepribadian, dan kegembiraan yang sering kali menggabungkan kategori tanaman yang tidak selalu dikaitkan satu sama lain.

Misalnya, tanaman asli dan tanaman penarik serangga penyerbuk (polinator) serta dikombinasikan dengan tanaman yang dapat dimakan hingga sukulen. Tujuan utamanya sederhana, yaitu semakin banyak jenis tanaman semakin baik.

3. Bermacam-macam tanaman hias seperti sukulen hingga hydrangea

Ilustrasi tanaman hydrangea
Ilustrasi tanaman hydrangea (pexels.com/Khairul Onggon)

Dalam beberapa tahun terakhir, tanaman hias telah menjadi obsesi bagi banyak pemilik rumah. Tren ini berlanjut di tahun 2026. Tren berkebun 2026 mencerminkan keinginan yang semakin besar untuk menciptakan ruang yang terasa bermakna dan hidup.

Paige Tailyn Johnson dari The Sill dan seorang plant influencer, menunjuk tren utama untuk tahun 2026. Mengutip laman Sunset, Johnson mengatakan popularitas kaktus akan meningkat karena bentuknya khas dan perawatannya yang mudah.

Beberapa tanaman kultivar juga akan sangat diminati karena pola dedaunan uniknya, seperti Monstera, Philodendron, dan Pothos. Tanaman lidah mertua dengan kultivar baru seperti Pagoda Tower, Jewel Crown, Lili Put, Tiger Crown, dan Hedgehog, menawarkan dedaunan unik serta perawatan mudah. Sementara itu, ada juga Hydrangea yang akan tetap populer berkat varietas baru yang diperkenalkan setiap tahunnya.

4. Budidaya buah dan sayuran

Ilustrasi budidaya buah
Ilustrasi budidaya buah (pexels.com/Gustavo Fring)

Ketertarikan pemilik rumah terhadap budidaya buah terus meningkat. Tren berkebun 2026 memadukan daya tarik estetika dengan tanaman herbal dan sayuran yang biasa ditemukan di dapur. Ada peningkatan minat pada sayuran, bunga yang dapat dimakan, pohon jeruk, dan buah-buahan seperti ara, kesemek, apel, dan beri.

“Ekspansi tren tanaman yang dapat dimakan menunjukkan bahwa pemilik rumah semakin berani dan lebih sadar dunia dalam pilihannya. Dengan memanfaatkan minat dalam memasak dan bepergian, mereka mencari tanaman yang dapat dimakan, unik, dan canggih untuk ditambahkan ke lanskap kebunnya," ungkap Katie Tamony, Chief Marketing Officer dan Trend Spotter di Monrovia Nursery, mengutip laman Southern Living.

Para pekebun kini mengalihkan perhatian ke tanaman pangan hemat air dan tahan panas yang dapat tumbuh subur serta bisa beradaptasi dengan iklim. Misalnya millet, buncis, ubi jalar, kacang fava, kacang pigeon pea, dan kacang black-eyed pea.

5. Warna kebun: tanaman berwarna atau penuh kehijauan

Ilustrasi taman
Ilustrasi taman (pexels.com/Jill Wellington)

Kebun yang dipenuhi tanaman hijau menjadi tren yang meningkat, mulai dari tanaman berbentuk ramping dan modern, hingga yang rimbun dan maksimalis. Kunci keberhasilan dalam membuat kebun hijau adalah menggabungkan berbagai lapisan bentuk, ukuran, dan tekstur, bersama dengan berbagai nuansa hijau. Misalnya, hijau kekuningan, hijau zaitun, hijau limau, dan hijau tua.

Sejalan dengan itu, di tahun 2026, warna-warna permata juga akan menjadi pusat perhatian. Banyak bunga dan dedaunan dalam nuansa merah menyala, ungu keunguan yang lembut, merah anggur, dan hijau zamrud yang akan memperkaya tren tahun ini.

6. Desain wellness

Ilustrasi taman
Ilustrasi taman (pexels.com/Daniel Frese)

Kebun semakin berkembang menjadi tempat perlindungan dan ruang yang dirancang untuk menyehatkan pikiran sekaligus lanskapnya. Baik itu bangku tenang yang tersembunyi di bawah pepohonan hijau, fitur air, jalan setapak yang diperhalus oleh rerumputan, hingga taman kesehatan yang serbaguna.

Desain kebun yang mengutamakan kesejahteraan (wellness design) ini terkesan memanjakan indra, menenangkan secara emosional, dan sangat personal. Penanaman berlapis, jalur melengkung, dan ruang relaksasi secara alami mengubah kebun menjadi tempat peristirahatan yang menenangkan. Desain taman ini juga menyoroti peran restoratif satwa liar, seperti beragam tanaman asli mengundang pergerakan burung dan kupu-kupu, yang meningkatkan suasana sensorik.

7. Patio culture

Ilustrasi patio
Ilustrasi patio (pexels.com/Skylar Kang)

Kecintaan pada beranda dan teras serta menggunakannya sebagai perpanjangan ruang tamu, bukanlah hal baru. Namun, hal ini jadi perhatian lagi pada tahun 2026.

Disebut dengan "budaya teras" (Patio Culture), tren ini merayakan kegembiraan sederhana dari kehidupan di luar ruangan. Dengan tanaman yang tepat, teras terasa lebih mengundang, mengubah ruang beraspal menjadi taman mini yang rimbun dan kaya akan sensasi.

Sebagai contoh, kamu bisa mengisi wadah dengan tanaman pakis, tanaman hijau berdaun lebar, dan tanaman merambat seperti melati dan mandevilla, serta memasukkan lebih banyak tanaman berwarna-warni dan harum. Patio Culture bukan hanya tentang menambahkan beberapa tanaman dalam pot, namun tentang menciptakan taman dalam wadah utuh yang menghadirkan struktur, tekstur, aroma, dan warna ke setiap sudut area tempat tinggal di luar ruangan.

8. Kebun pet-friendly

Ilustrasi taman pet-friendly
Ilustrasi kebun pet-friendly (pexels.com/Mohan Nannapaneni)

Hewan peliharaan adalah bagian dari keluarga dan taman yang berfokus pada kesejahteraannya. Karena itu, taman bisa dirancang dengan rimbun dan indah sehingga memudahkan pergerakan dan bermain.

Struktur peneduh berfungsi ganda sebagai elemen desain, tanaman penutup tanah, dan pengelompokan tanaman dalam pot menentukan batas area tanpa terasa membatasi. Ini adalah cara fungsional dan modern untuk menikmati alam terbuka bersama dengan kebun yang tetap bergaya.

Katie Dubow, Presiden Garden Media Group, mencatat bahwa ruang ramah hewan peliharaan yang paling sukses, dirancang berdasarkan perilaku.

“Jalur dengan penutup tanah yang lembut untuk berlari, area istirahat yang teduh, dan tanaman tahan lama, penting untuk menghindari tanaman beracun dan material yang keras atau tajam," ujarnya dikutip dari laman Sunset.

9. Praktik ramah lingkungan

Ilustrasi kupu-kupu
Ilustrasi kupu-kupu (pexels.com/Debadutta)

Menciptakan taman yang bermanfaat bagi lingkungan dan mendukung berbagai fungsi ekologis, akan menjadi tren yang berkelanjutan. Tanaman asli tetap penting, terutama spesies yang ramah bagi hewan penyerbuk seperti kupu-kupu.

Para pemilik rumah mengurangi area halaman berumput dan mengadopsi praktik "rewilding" untuk menciptakan habitat bagi serangga yang berhibernasi, sementara tanaman seperti Chokeberry dan Giant Coneflower menyediakan sumber makanan penting bagi burung. Jika kamu tertarik untuk menyambut lebih banyak makhluk kecil ke kebun, pertimbangkan untuk menambahkan tumpukan habitat. Misalnya, tumpukan ranting, cabang, dan batang tanaman yang ditata secara estetis untuki tempat berlindung bagi serangga, mamalia, dan burung.

10. Integrasi AI

Ilustrasi integrasi AI
Ilustrasi integrasi AI (pexels.com/Julissa Helmuth)

Setiap tahun selalu muncul aplikasi berkebun baru berbasis artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu pemula maupun mereka yang berpengalaman dalam berkebun. Aplikasi berkebun ini sering diperbarui dan diperkaya oleh kontribusi komunitas, memastikan bahwa saran yang diberikan mencerminkan penelitian ilmiah terbaru dan pengalaman dunia nyata.

Beberapa aplikasi desain kebun juga menggunakan AI, hingga membantumu dalam mengidentifikasi dan mempelajari tanaman yang ditemukan di alam liar. Namun, kecermatan dan kebijaksanaanmu dalam menggunakan AI di tahun 2026 dalam berkebun sangat penting.

Nah, itulah beberapa tren berkebun 2026 yang diprediksi akan meningkat dan banyak diaplikasikan pada taman rumahan. Semoga jadi inspirasi, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Prediksi Tren Skincare 2026, Bahan Aktif hingga Skincare Korea

03 Jan 2026, 13:22 WIBLife