Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

11 Tantangan Menjalin Hubungan Interpersonal saat Dewasa, Bittersweet!

11 Tantangan Menjalin Hubungan Interpersonal saat Dewasa, Bittersweet!
ilustrasi para wanita karier (pexels.com/olia danilevich)
Intinya Sih
  • Ada sebelas tantangan utama dalam menjalin hubungan interpersonal di usia dewasa, mulai dari menjaga jarak sehat hingga belajar merelakan seseorang yang pergi.

  • Pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan sosial, cinta, dan waktu untuk diri sendiri agar tetap tumbuh secara emosional dan mental.

  • Bagaimana pun setiap dinamika hubungan adalah bagian dari proses pendewasaan yang akan membentuk pribadi lebih kuat dan bijak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Usia dewasa tepatnya di atas 20 tahun jadi masa penuh perjuangan yang tanpa sadar menghadirkan banyak perubahan. Persimpangan hidup akan membawamu pada hal-hal tidak terduga. Kamu pun harus menerima dan terus menjalani itu semua. Lika-liku yang dirasakan ini cukup bervariasi.

Mulai dari perubahan situasi, kompleksitas prioritas hidup, bahkan hubungan dengan orang sekitar. Baik itu hubungan pertemanan maupun hubungan romansa. Semua memiliki dinamika yang harus kamu terima. Berikut adalah sebelas tantangan menjalin hubungan interpersonal di usia dewasa yang wajib kamu tahu biar lebih siap menghadapinya. Tantangan ini tidak selalu sama persis, tetapi kebanyakan orang pasti pernah merasakan beberapa di antaranya.

1. Terkadang memilih single jadi pilihan terbaik untuk berkembang menjadi versi terbaik. Ada masa depan yang butuh fokus dan energi lebih besar

ilustrasi seorang high value single
ilustrasi seorang high value single (pexels.com/Andrea Piacquadio)

2. Menjaga jarak pada orang-orang yang menghabiskan energi itu bukanlah kejahatan, tetapi bentuk self respect yang akan menjauhkanmu dari hal buruk

ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar
ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

3. Akan ada banyak orang baik yang hanya menemani pada masa tertentu. Saat kalian sudah berpisah, teruslah ingat, doakan, dan tanyakan kabar sesekali

ilustrasi pertemanan yang harmonis
ilustrasi pertemanan yang harmonis (pexels.com/Ron Lach)

4. Menurunkan ekspektasi pada setiap orang yang datang jadi kunci agar tidak mudah kecewa. Terima bahwa gak semua harus memenuhi standar ekspektasimu

ilustrasi pasangan yang sedang berjalan bersama
ilustrasi pasangan yang sedang berjalan bersama (pexels.com/Budgeron Bach)

5. Mulai terbiasa menerapkan prinsip "let them" agar jiwa lebih tenang dari komentar orang lain. Tidak semua perlakuan orang lain harus kamu pikirkan

ilustrasi perempuan yang duduk di depan laptop
ilustrasi perempuan yang duduk di depan laptop (pexels.com/Anna Shvets)

6. Mulai sadar bahwa cinta yang setara dapat dibentuk bersama-sama dan tidak selalu instan. Terkadang semua butuh lebih banyak waktu dan kesabaran

ilustrasi pasangan yang sedang menghabiskan waktu bersama
ilustrasi pasangan yang sedang menghabiskan waktu bersama (pexels.com/Uriel Mont)

7. Membandingkan kisah romansa diri sendiri dengan orang lain hanya akan menyiksa hati. Cukup fokus bangun hubungan berkualitas dengan pasangan

ilustrasi pasangan yang sedang bersedih
ilustrasi pasangan yang sedang bersedih (pexels.com/Timur Weber)

8. Mulai belajar membangun hubungan yang sehat dengan menguatkan komunikasi, saling berefleksi, evaluasi, dan apresiasi demi kesehatan mental bersama.

ilustrasi pasangan yang sedang mengobrol
ilustrasi pasangan yang sedang mengobrol (pexels.com/Katerina Holmes)

9. Mulai menghargai pentingnya "me time" untuk kebahagiaan pasangan. Tidak selalu harus bersama karena ada saat tertentu untuk mengisi energi sendirii

ilustrasi seseorang yang sedang bekerja
ilustrasi seseorang yang sedang bekerja (pexels.com/Edmon Dantes)

10. Menormalisasi low maintenance friendship karena semua orang sedang berjuang untuk hidupnya. Ketemu setahun sekali bukan masalah asal tetap akrab

ilustrasi persahabatan yang hangat dan seru
ilustrasi persahabatan yang hangat dan seru (pexels.com/e-kobud-i)

11. Memaksakan seseorang untuk bertahan sama saja dengan menghalangi diri untuk bertemu yang lebih baik. Pelan-pelan mari belajar merelakan seseorang!

ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar
ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

Dinamika kehidupan manusia selalu memiliki sisi baik dan buruk yang berbeda-beda. Semua itu dapat melatih seseorang untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih tangguh. Tidak mudah memang dalam menerima dan menghadapi sebelas tantangan menjalin hubungan interpersonal baik dalam pertemanan maupun percintaan di usia dewasa seperti yang dipaparkan di atas.

Namun, kamu juga perlu memahami itu semua sebagai bagian dari proses perjalanan hidup. Jika kamu sedang mengalami realita tadi, percayalah bahwa semesta sudah menyiapkan hal bahagia di ujung perjalananmu nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More