http://apikmbanget.apikepol.com/
Tidak ada manusia yang tidak memiliki masalah, kamupun begitu. Setegar-tegarnya kamu (menghadapi pacar yang cueknya minta ampun), akan ada masanya ketika kamu sangat ingin menumpahkan segala resah pada orang terdekat, yang dalam hal ini adalah kekasihmu.
Bagi kamu yang punya pacar cuek, mungkin sudah hafal dengan segala respon monotonnya, yang kadang membuatmu berpikir ulang untuk berkeluh kesah padanya, seperti ‘Iya…’, ‘Hmmm…’, ‘Oh, gitu…’, ‘Lain kali jangan kayak gitu lagi ya…’, ‘Terus?’, dan sederet kata-kata hematnya. Padahal, di saat seperti itu, kamu hanya ingin (setidaknya) sedikit dimanja, tapi sayangnya, kekasih cuekmu itu sungguh terlalu ~
Namun, percayalah, di balik itu semua, seorang cowok yang walau cueknya sudah level dewa sekalipun, selalu ada tempat khusus bagimu yang adalah pilihan hatinya. Percayalah, kamu adalah wanita spesial baginya. Dia mungkin hanya tidak handal dalam mengekspresikan perasaanya padamu. Dia mungkin ingin memanjakanmu, tapi dia merasa canggung sekali bahkan hanya membayangkan deretan kata romantis yang akan terlontar dari bibirnya; Itu bukan dia yang sesungguhnya, dia hanya tak mau berdusta padamu dengan melakoni peran orang lain.
Dia juga mungkin ingin siap sedia 24 jam berada di sampingmu, tapi dia sadar bahwa bukan hal baik bagimu jika kamu terlalu terikat padanya. Dia hanya ingin kamu menjadi wanita yang cukup kuat, karena dia mencoba untuk realistis bahwa dunia terlalu kejam untuk orang lemah; Begitulah caranya menjagamu.
Begitulah caranya menjagamu.
Bahkan sekedar mengucapkan selamat ulang tahun saja sudah membuatnya berdebar tak karuan, namun setidaknya dia jujur tanpa harus mengumbar kalimat yang membuatmu melayang. Namun, sesederhana apapun kalimatnya, itu sudah cukup membuatmu berbunga-bunga karena ada cinta yang tulus di setiap helaan nafasnya.
Dia mungkin hanya terlalu lelah dengan setumpuk buku yang harus di pelajarinya atau segunung berkas yang harus diperiksanya ketika dia hanya membalas chat-mu dengan singkat. Dia hanya sedang sibuk membanting tulang, karena dia tahu tidak akan semudah itu untuk meminta izin meminang putri tersayang ayahmu. Untungnya, kamu tidak perlu khawatir berlebihan jika si dia akan repot-repot untuk berpindah hati.
Dia tak akan melepaskan kamu dari genggamannya. Ketika dia tak menanyakan apakah kamu sudah makan atau belum, hal itu karena dia sepenuhnya percaya bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang kesehatanmu. Jika kamu saja tidak cakap mengurus dirimu, bagaimana mungkin kamu akan cukup di percaya mampu berbagi bahu dengannya untuk membesarkan buah hati kalian nanti? Kan gitu.
Dia pun pernah terpikir untuk merayakan ulang tahunmu dengan bunga-bunga, kue cantik berbentuk hati, atau rangkaian kata puitis, tapi dia terlalu malu untuk melakukan itu. Atau, mungkin, baginya cinta tidak hanya sekedar kata tapi aksi nyata ketika dia memeras keringat untuk menabung nafkah agar lekas mempersuntingmu, karena dia sepenuhnya sadar bahwa kue pernikahan dan dekorasi gedung tidak diperoleh dengan untaian kata manis pada Wedding Organizer.
Dia mungkin merasa bersalah ketika tak bisa berucap banyak ketika kamu sedang kalut, dia mungkin hanya bukan tipikal lelaki yang gemar mengumbar kata-kata penenang namun hanya sebagai pemanis belaka. Baginya, sebuah pelukan adalah senjata paling ampuh untuk mendamaikan gemuruhmu, karena dia sadar bahwa ada cinta yang nyata dalam pelukannya, walaupun tanpa kamu sadari diapun ikut memutar otak menemukan solusi atas keluhanmu. Sekalut-kalutnya kamu, dia bahkan jauh lebih kalut melihat orang tersayangnya kalut. Dia hanya tidak cukup terampil untuk memainkan raut mukanya.
Pola pikirnya yang anti-ribet membuat hubungan kalian jauh dari kata drama, karena dia selalu punya jurus jitu untuk membuatmu kembali ke dunia nyata. Kamu mungkin kesal ketika dia merespon omelanmu hanya dengan kata ‘Iya’, padahal dia hanya tidak ingin hubungan kalian menjadi retak jika dia terlalu maju bicara walaupun sebenarnya ada kata-katamu yang (kadang) menyakitinya. Tapi dia memilih untuk berlapang dada dan mencoba mengerti bahwa kekasihnya tidak bermaksud menggores hatinya. Dia hanya ingin hubungan kalian tetap bertahan; kamu terlalu berharga untuk dilepaskannya. Percayalah, di balik gaya cueknya, dia memiliki cinta yang dalam padamu.
Bersyukurlah, kamu diberi kesempatan untuk belajar lebih memaknai ragam karakteristik manusia, yang pada akhirnya mengasah kedewasaanmu. Bertahanlah, dia sedang memperjuangkanmu mati-matian dengan caranya. Berbahagialah, karena hanya kamu yang menjadi rumah baginya.
Selamat yah, kamu!