"Anak sekarang model rambutnya banyak, itu juga kita pakai AI," kata Sari.
ParagonCorp Manfaatkan AI untuk R&D hingga Personalisasi Konsumen

- ParagonCorp memanfaatkan teknologi AI di berbagai lini bisnis, mulai dari R&D, pemasaran, manufaktur, hingga personalisasi pengalaman konsumen untuk meningkatkan efisiensi dan relevansi produk.
- Fokus utama penggunaan AI adalah memperkuat personalisasi konsumen melalui analisis data kulit masyarakat Asia serta membantu pemilihan warna lipstik dan gaya rambut yang sesuai karakter pengguna.
- AI juga diterapkan untuk mempercepat penerimaan insight pelanggan secara real-time agar tim R&D dapat memahami tren kata kunci dan respons pasar terhadap produk di konter dengan lebih cepat.
Jakarta, IDN Times - ParagonCorp mengungkapkan, pihaknya kini memanfaatkan AI di berbagai lini bisnis. Mulai dari riset dan pengembangan (R&D), pemasaran, manufaktur, hingga personalisasi pengalaman konsumen.
Deputy CEO ParagonCorp, Sari Chairunnisa, menyampaikan hal tersebut dalam sesi Reinventing Industry: AI, Science, and the Future of Enterprise pada Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Tribrata Dharmawangsa, Kamis (18/6/2026).
Sari menjelaskan, saat ini ParagonCorp memiliki dua fokus utama dalam pemanfaatan AI. Pertama, meningkatkan customer experience seperti membantu event, pemilihan shade, hingga model rambut. Menurutnya, pengembangan tersebut masih banyak dilakukan di ranah R&D.
Selain itu, AI juga dimanfaatkan untuk membantu pemilihan warna lipstik yang sesuai dengan karakteristik pengguna. Teknologi serupa diterapkan pada fitur rekomendasi gaya rambut yang semakin relevan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, termasuk laki-laki yang sudah melek perawatan diri dan grooming.
ParagonCorp juga memanfaatkan AI untuk memperkuat personalisasi konsumen melalui pengumpulan dan analisis data kulit masyarakat Asia.
Menurut Sari, selama ini banyak referensi industri kecantikan yang berfokus pada karakteristik kulit masyarakat Eropa. Karena itu, ParagonCorp berupaya membangun basis data yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen di kawasan Asia, khususnya Indonesia.
"Karena sekarang kita punya data point banyak, ternyata aging perempuan Indonesia itu lebih ke pori," jelasnya.
Dalam proses produksi dan pengembangan produk, ParagonCorp juga tengah mengembangkan sistem yang memungkinkan tim R&D menerima customer insight secara lebih cepat dan real-time. Melalui AI, perusahaan berharap tim dapat mengetahui kata kunci yang sedang dicari konsumen dan respons pasar terhadap produk yang dijual di konter.
"Jadi kita maunya live. Tim di live bisa tau apasih keyword yang lagi dicari dan bagaimana penerimaan produk di konter. Jadi, penerimaan produk itu lebih relevan dan cepat," tutup Sari.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". Indonesia Summit 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
Indonesia Summit 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.


















