Dosen UNP Sulap Pelepah Pisang Jadi Bulu Mata Palsu, Halal dan Sustain

- Dr. Vivi Efrianova, dosen UNP, menciptakan bulu mata palsu dari serat pelepah pisang sebagai solusi ramah lingkungan dan alternatif bahan sintetis yang berpotensi berbahaya.
- Proses pembuatannya meliputi pemotongan hingga pewarnaan serat pisang kepok, menghasilkan bulu mata ringan, nyaman, halal, dan berkelanjutan untuk pengguna Muslim.
- Inovasi ini masih diuji kualitas serta keamanannya, dengan dukungan petani lokal sebagai pemasok bahan baku dan pengajuan hak paten oleh Dr. Vivi.
Inovasi tak selalu datang dari bahan-bahan mahal atau teknologi canggih. Seorang dosen dari Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil membuktikan hal itu dengan menciptakan bulu mata palsu dari bahan yang selama ini sering dianggap limbah, yaitu pelepah pohon pisang.
Terobosan yang ramah lingkungan ini langsung menarik perhatian banyak pihak, karena berhasil mengubah material organik yang mudah ditemukan menjadi produk kecantikan yang fungsional. Penasaran bagaimana prosesnya dan apa keunggulannya? Yuk, simak selengkapnya!
1. Inovasi ini datang dari keresahan

Di balik inovasi ini, ada dosen Universitas Negeri Padang (UNP) bernama Dr. Vivi Efrianova, S.ST., M.Pd.T., dosen Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan. Ada pun inovasi ini titik berangkatnya adalah keresahan yang dirasakan Dr. Vivi. Menurut situs resmi UNP, Dr. Vivi memiliki keresahan terhadap dampak lingkungan dan potensi bahaya bahan sintetis.
Di sisi lain, ia melihat adanya peluang besar pada serat alami pelepah pisang. Bahan alami ini ternyata memiliki karakteristik menyerupai bulu mata manusia, mulai dari tekstur hingga kilau amaninya.
2. Proses pembuatan hingga keunggulan

Dr. Vivi menciptakan bulu mata palsu ini dengan bahan dasar serat pelepah batang pisang kepok. Prosesnya cukup panjang, dimulai dengan tahap pemotongan, penyerutan, pencucian, penjemuran, dan akhirnya pewarnaan. Setelah itu, baru dirangkai secara manual untuk menjadi bulu mata siap digunakan. Tentunya, butuh ketelitian yang tinggi saat merangkainya.
Bukan hanya bentuknya yang benar-benar mirip bulu mata palsu, serat alaminya ini ternyata lebih nyaman digunakan. Karena lebih ringan dan sifatnya lebih sustainable. Bulu mata pelepah pisang ini memang memadukan estetika, kehalalan, hingga keberlanjutan.
Tak hanya itu, bulu mata ini juga menjawab kebutuhan konsumen Muslim. Karena bahannya alami yang halal, sehingga dinilai aman digunakan saat beribadah.
3. Perjalanan inovasi yang masih panjang

Masih dari situs UNP, diceritakan juga bagaimana berbagai macam tantangan saat prosesnya. Ketersediaan bahan baku berkualitas menjadi salah satu tantangan utama bagi Dr. Vivi. Akhirnya, ia menggandeng petani pisang lokal untuk memberikan supply serat yang berkualitas.
Kini, bulu mata dari pelepah pisang ini masih dalam tahap pengujian untuk memastikan kualitas serta keamanan. Menurut situs UNP, Dr. Vivi pun kini tengah mengajukan hak paten untuk inovasinya ini.
Demikian penjelasan singkat terkait inovasi bulu mata palsu dari pelepah pisang. Bukan hanya ramah lingkungan, inovasi ini juga ternyata halal!

















