Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dee Lestari Keluhkan Pembajakan Buku: Permainan Kucing-kucingan Abadi

Dee Lestari Keluhkan Pembajakan Buku: Permainan Kucing-kucingan Abadi
Dee Lestari dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
  • Dee Lestari menyoroti maraknya pembajakan buku yang belum terselesaikan, bahkan sebelum munculnya teknologi AI, dan menyebutnya sebagai permainan kucing-kucingan abadi antara pembajak dan kreator.
  • Ia membagikan pengalaman saat penggemar meminta tanda tangan di buku bajakan tanpa sadar bahwa buku tersebut tidak orisinal, menunjukkan rendahnya kesadaran publik soal karya asli.
  • Indonesia Summit 2026 digelar di Jakarta dengan tema 'The Next Us', menghadirkan tokoh nasional serta peluncuran survei IDN Research Institute tentang aspirasi Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dee Lestari mengeluhkan bagaimana pembajakan masih terus terjadi di industri buku. Hal ini ia sampaikan ketika menjadi pembicara dalam sesi “Culture is Currency: The Challenge for Local IP Goes Global” di Indonesia Summit 2026 pada Kamis (18/6/2026).

Duduk bersama Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Agtas, sang penulis buku Perahu Kertas ini memberikan pendapat soal pembajakan. Secara terang-terangan, ia merasa tak yakin dengan regulasi yang tengah digodok.

“Kalau regulasi, saya sebetulnya pesimis. Masalah pembajakan saja. Jangankan sebelum ada AI, pembajakan aja mash belum selesai masalahnya hingga kini. Masih saja kucing-kucingan, antara pembajak, pembentuk, dan penulis yang dirugikan,” ujar Dee Lestari.

Dee lalu menceritakan pengalamannya mendapati seorang penggemar meminta tanda tangan di buku bajakan. Menariknya, penggemar tersebut bahkan tak sadar bahwa bukunya bukan karya orisinil.

“Dia kaget sendiri tidak tahu itu bajakan.  Mungkin di marketplace ada saja caranya si seller bilang bahwa ‘Oh ini karya menyerupai orisinil’ dan sebagainya gitu ya. Akhirnya banyak orang yang tidak tahu,” ungkap Dee.

Pada akhirnya, Dee menuturkan pihak kreator harus mengingatkan masyarakat untuk membeli karya asli. Kembali lagi, Dee menegaskan pembajakan ini menjadi permainan yang abadi dan tak pernah usai.

“Ini permainan kucing-kucingan abadi menurut saya,” pungkasnya.

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". Indonesia Summit 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

Indonesia Summit 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More