Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tipe MBTI yang Gampang Terjebak Breadcrumbing, Hati-Hati!

Ilustrasi pasangan
Ilustrasi pasangan (pexels.com/August de Richelieu)
Intinya sih...
  • INFP cenderung membangun narasi indah dan bertahan lama dalam hubungan yang sebenarnya tidak sehat karena harapan yang mereka ciptakan sendiri.
  • ENFJ sering kali memaklumi ketidakhadiran pasangan tanpa menuntut kejelasan, padahal dalam hubungan sehat, kedua belah pihak seharusnya sama-sama hadir.
  • ISFJ sulit melepaskan ikatan dan rentan terjebak dalam situasi breadcrumbing karena pelaku ahli dalam memberikan momen-momen kecil yang terasa spesial.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah dengar istilah breadcrumbing? Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang memberikan perhatian kecil-kecilan, seperti remah roti, tanpa ada niat serius untuk membangun hubungan. Bayangkan, kamu terus diberi harapan lewat chat manis atau perhatian sporadis, tapi begitu diajak serius, orangnya malah menghilang. Menyebalkan, kan?

Nah, ternyata ada beberapa tipe kepribadian MBTI yang lebih rentan terjebak dalam situasi ini. Bukan berarti mereka lemah, tapi karakteristik alami mereka memang membuat mereka lebih mudah terikat pada harapan-harapan kecil yang diberikan. Penasaran apakah tipe kepribadianmu termasuk di dalamnya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. INFP

Ilustrasi pasangan bercanda
Ilustrasi pasangan bercanda (pexels.com/Uriel Mont)

INFP dikenal sebagai sosok yang idealis dan romantis. Mereka punya kemampuan luar biasa untuk melihat kebaikan dalam diri orang lain, bahkan ketika orang tersebut tidak menunjukkannya secara konsisten. Nah, sifat inilah yang justru bisa jadi bumerang saat berhadapan dengan pelaku breadcrumbing.

Ketika seseorang memberikan sedikit perhatian, INFP cenderung langsung membangun narasi indah di kepalanya. Mereka percaya bahwa hubungan itu punya potensi besar untuk berkembang, meski kenyataannya si pemberi perhatian tidak pernah benar-benar hadir. Akibatnya, INFP bisa bertahan sangat lama dalam situasi yang sebenarnya tidak sehat, hanya karena mereka masih berpegang pada harapan yang mereka ciptakan sendiri.

2. ENFJ

Ilustrasi pasangan mesra
Ilustrasi pasangan mesra (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Sebagai tipe yang sangat empatik, ENFJ punya kecenderungan alami untuk selalu memahami perspektif orang lain. Mereka akan mencari alasan di balik perilaku seseorang, termasuk ketika orang tersebut tidak konsisten dalam memberikan perhatian. Kebiasaan ini memang mulia, tapi sayangnya bisa dimanfaatkan oleh pelaku breadcrumbing.

ENFJ sering kali memaklumi ketidakhadiran pasangan dengan berbagai pembenaran, seperti "mungkin dia sedang sibuk" atau "dia pasti punya alasan". Tanpa disadari, mereka terus memberikan pengertian tanpa pernah menuntut kejelasan. Padahal, dalam hubungan yang sehat, kedua belah pihak seharusnya sama-sama hadir dan memberikan kepastian, bukan?

3. ISFJ

Ilustrasi pasangan minum kopi
Ilustrasi pasangan minum kopi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

ISFJ adalah tipe yang sangat setia dan menghargai komitmen. Begitu mereka sudah merasa terhubung dengan seseorang, melepaskan ikatan itu bukanlah hal yang mudah. Mereka cenderung mengingat setiap momen manis yang pernah dibagikan, sekecil apa pun itu, dan menjadikannya alasan untuk tetap bertahan.

Celakanya, pelaku breadcrumbing memang ahli dalam memberikan momen-momen kecil yang terasa spesial. Sebuah pesan singkat di tengah malam atau pujian tak terduga sudah cukup membuat ISFJ merasa dihargai. Padahal, bila dilihat secara keseluruhan, perhatian yang diberikan sangatlah minim dan tidak mencerminkan keseriusan sama sekali.

4. INFJ

Ilustrasi pasangan tertawa
Ilustrasi pasangan tertawa (freepik.com/freepik)

INFJ punya intuisi yang tajam dalam membaca orang lain. Ironisnya, kemampuan ini justru bisa membuat mereka terjebak dalam situasi breadcrumbing. Bagaimana bisa? Karena INFJ sering kali melihat potensi tersembunyi dalam diri seseorang dan percaya bahwa mereka bisa membantu orang tersebut berubah menjadi lebih baik.

Ketika menghadapi pelaku breadcrumbing, INFJ cenderung berpikir bahwa dengan kesabaran dan pengertian, orang tersebut akhirnya akan menyadari nilai hubungan mereka. Sayangnya, perubahan itu jarang datang karena memang tidak ada niat serius dari awal. INFJ pun akhirnya terjebak dalam siklus menunggu yang melelahkan, berharap pada sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terjadi.

5. ESFJ

ilustrasi pasangan tersenyum
ilustrasi pasangan tersenyum (pexels.com/Eren Li)

ESFJ adalah tipe yang sangat menghargai harmoni dalam hubungan. Mereka tidak suka konflik dan selalu berusaha menjaga perasaan orang lain, bahkan terkadang dengan mengorbankan kebutuhan mereka sendiri. Nah, sifat inilah yang membuat mereka rentan terjebak breadcrumbing.

Meski sudah merasa tidak nyaman dengan perlakuan yang diterima, ESFJ sering kali enggan untuk konfrontasi atau memutuskan hubungan. Mereka khawatir tindakan tersebut akan menyakiti si pelaku atau merusak dinamika yang sudah terbangun. Akibatnya, mereka terus bertahan dalam situasi yang sebenarnya tidak membahagiakan, hanya demi menjaga perasaan orang yang justru tidak memprioritaskan mereka.

Terjebak breadcrumbing memang menyakitkan, tapi mengenali pola ini adalah langkah awal untuk keluar dari situasi tersebut. Ingat, kamu layak mendapatkan hubungan yang jelas dan penuh kepastian, bukan sekadar remah-remah perhatian yang datang dan pergi sesuka hati. Jadi, kalau merasa sedang berada dalam situasi ini, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi dan berani mengambil keputusan terbaik untuk dirimu sendiri. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Rekomendasi Kebaya Encim untuk Lebaran 2026, Anggun dan Timeless!

10 Feb 2026, 22:33 WIBLife