Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Alasan Kenapa Pasangan Tak Bahagia Memutuskan untuk Tetap Bersama

7 Alasan Kenapa Pasangan Tak Bahagia Memutuskan untuk Tetap Bersama
Unsplash.com/Vladimir Kudinov
Share Article

Semua orang tentu menginginkan kebahagiaan saat sedang menjalin sebuah hubungan. Namun tak jarang harapan memang berkebalikan dengan realita. Mungkin kamupun pernah menemui pasangan yang sering berantem atau memiliki ketidakcocokan yang sangat kentara bahkan salah satunya merasa tidak bahagia. Tetapi anehnya mereka tetap memutuskan untuk bersama. 

Ini tujuh alasan logis kenapa pasangan tak bahagia memutuskan untuk tetap bersama

  1. 1. Mereka akan merasa bersalah kalau meninggalkan pasangan

    Unsplash.com/Jose Chomali
    Unsplash.com/Jose Chomali

    Nyatanya tidak sedikit hubungan yang dimulai karena salah satu pihak merasa kasihan kepada yang lain. Alasan inilah yang terkadang membuat hubungan yang dijalani tidak disasari rasa nyaman. Melainkan rasa kasihan dan akan merasa bersalah jika nanti meninggalkan pasangan

  2. 2. Banyak yang memilih bertahan karena menyayangkan waktu yang telah dihabiskan

    Unsplah.com/Christin Hume
    Unsplah.com/Christin Hume

    Perspektif setiap orang terhadap sesuatu tentu berbeda-beda. Salah satunya ada yang menganggap bahwa waktu menentukan kedekatan sebuah hubungan. Pola pikir yang seperti inilah yang membuat mereka bertahan meski hubungan yang mereka jalani berkata sebaliknya

  3. 3. Berpikiran bahwa suatu saat pasti akan ada perubahan

    Unsplash.com/Yoann Boyer
    Unsplash.com/Yoann Boyer

    Alasan ketiga adalah karena mereka beranggapan bahwa apa yang mereka alami suatu saat bisa berubah. Termasuk ketidakbahagiaan yang mereka rasakan. Dengan terus memupuk harapan setiap hari tanpa sebuah penyelesaian bukankah hanya akan membuat kamu menjalani hidup dalam kebohongan. Coba untuk memikirkan sejenak, ya

  4. 4. Salah satu pihak sudah terlanjur bergantung dan enggan untuk mengakhiri

    Unsplash.com/Timothy Paul Smith
    Unsplash.com/Timothy Paul Smith

    Dalam suatu hubungan tak jarang terdapat si inferior yang selalu kalah dengan pasangan. Hal ini bisa disebabkan karena dia yang terlalu bergantung kepada pasangan. Oleh karena itu tak jarang dia didominasi pasangan. Ketergantungan ini membuat dia enggan untuk mengakhiri hubungan yang sudah menjadi toxic

  5. 5. Seakan mati rasa dan tak yakin dengan perasaan yang dirasa

    Unsplah.com/Christin Hume
    Unsplah.com/Christin Hume

    Alasan berikutnya kenapa pasangan tak bahagia memutuskan untuk tetap bersama adalah karena mereka tidak yakin dengan perasaannya sendiri. Karena terlalu sering disakiti atau dikecewakan oleh pasangan, mereka menganggap bahwa 'pola hubungan' yang mereka miliki memang seperti itu adanya. Sehingga sesuatu yang dianggap tak wajar oleh orang lain tetap bisa mereka terima dengan baik

  6. 6. Dilanda rasa insecure jika meninggalkan pasangan

    Unsplash.com/Aricka Lewis
    Unsplash.com/Aricka Lewis

    Terbiasa bersama walaupun dalam keadaan yang sulit dan tidak menyenangkan, sedikit banyak memengaruhi bagaimana mereka bersikap setiap harinya. Oleh karena itu mereka akan dilanda rasa insecure jika harus berpisah dengan pasangan. Bukan karena mempertimbangkan kenyamanan, justru ketakutan untuk menjadi sendirilah yang membuat mereka enggan mengakhiri sebuah hubungan

  7. 7. Terlalu enggan untuk memulai kembali dari awal

    Unsplash.com/Chad Madden
    Unsplash.com/Chad Madden

    Alasan terakhir ini memang kedengaran klise tapi nyatanya masih dijadikan bahan pertimbangan. Di luar sana banyak orang yang lebih memilih mempertahankan hubungan yang sudah menjadi toxic dibanding memulai kembali dengan orang yang baru. Mereka beralasan malas untuk memulai lagi dari awal dan tetap menjalani hubungan yang dimiliki sekalipun hubungan tersebut tidak sepenuhnya mereka inginkan.

    Ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali alasan untuk mempertahankan sebuah hubungan. Jika hubungan yang kamu miliki dirasa sudah tidak memungkinkan, mengambil jeda atau mengakhiri bukan alasan yang salah, kok. Semoga harimu menyenangkan! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More