Sehari-hari kita mungkin tidak bisa benar-benar lepas dari layar. Bangun tidur mengecek ponsel, bekerja di depan laptop, lalu kembali membuka media sosial atau menonton video saat punya waktu luang. Tanpa terasa, sebagian besar waktu kita dihabiskan dengan berpindah dari satu layar ke layar lainnya.
Di tengah rutinitas tersebut, membaca buku fisik bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mengambil jeda. Bukan berarti harus meninggalkan gadget sepenuhnya, tetapi memberikan waktu bagi diri sendiri untuk melakukan aktivitas yang tidak melibatkan scrolling, notifikasi, atau perpindahan aplikasi. Lantas, apa yang membuat membaca buku bisa dianggap sebagai bentuk digital detox? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.
