Ilustrasi bermain media sosial (pexels.com/Nima Ghodsi)
Media sosial bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi penggunaannya perlu disertai kesadaran akan batasan privasi. Sebelum mengunggah cerita yang melibatkan pasangan, keluarga, atau teman, ada baiknya bertanya terlebih dahulu apakah mereka merasa nyaman jika informasi tersebut diketahui publik.
"Batasan adalah garis tak terlihat yang membentuk identitas diri kita. Kita menetapkan batasan di bagian diri kita yang bersedia kita bagikan dengan orang lain dan apa yang ingin kita rahasiakan. Batasan kita bergantung pada hubungan kita," saran Andrea Brandt, Ph.D, terapis pernikahan dan keluarga dalam Psychology Today.
Prinsip sederhana ini menunjukkan rasa hormat terhadap privasi orang lain sekaligus membantu menjaga kepercayaan dalam hubungan. Pasalnya, jejak digital sulit dihapus sepenuhnya sehingga setiap unggahan perlu dipertimbangkan dengan matang, terutama jika menyangkut kehidupan pribadi atau orang lain.
Oversharing di media sosial tidak selalu berdampak buruk, tetapi dapat menjadi masalah ketika mengabaikan privasi, persetujuan, dan perasaan orang lain yang terlibat. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan media sosial secara bijak dengan mempertimbangkan batasan yang sehat, berkomunikasi dengan orang-orang terdekat sebelum mengunggah sesuatu yang bersifat pribadi.