Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Etika Bangun Batasan dengan Lawan Jenis saat Sudah Punya Pacar
ilustrasi pasangan (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Saat sudah berkomitmen, batasan dengan teman lawan jenis diperlukan sebagai bentuk respek pada pasangan tanpa harus membatasi seluruh pertemanan.
  • Hal personal, keluhan tentang hubungan, waktu berdua, pertemuan malam hari, dan sentuhan fisik perlu dijaga agar tidak memicu kesalahpahaman.
  • Interaksi chat dan media sosial yang terlalu intens dengan lawan jenis perlu dibatasi demi memprioritaskan pasangan serta menghindari konflik dalam hubungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat sudah berkomitmen dengan seseorang, kehidupan sosial dan pertemanan gak bisa disamakan dengan saat kamu masih single. Bukan berarti membatasi lingkar pertemanan diri sendiri dan pasangan, melainkan perlu lebih bijak dan berhati-hati dalam membangun batasan, terutama dengan teman lawan jenis.

Ada beberapa aturan tidak tertulis yang perlu kamu terapkan. Bukan untuk membuat hubungan jadi lebih eksklusif, melainkan sebagai bentuk dari rasa respek terhadap doi. Tanpa berlama-lama, berikut lima etika membangun batasan dengan teman lawan jenis agar gak menjadi ancaman dalam relasi.

1. Batasi apa yang kamu ceritakan dan keluhkan

ilustrasi pasangan sedang ngobrol (pexels.com/Julia M Cameron)

Kalau dulu, kamu bisa curhat apa pun tentang hidup dari A sampai Z. Namun sejak menjalin komitmen dengan seseorang, seharusnya pasanganmulah yang menjadi partner hidup. Hal-hal personal seperti masalah keluarga atau perasaan pribadi bisa kamu ceritakan dan diskusikan dengan pasanganmu.

Bukan berarti kamu gak boleh curhat dengan orang lain, ya. Sah-sah saja kok kalau masih ingin berkeluh kesah pada temanmu. Hanya saja, mulai batasi apa yang kamu bagikan. Jangan sampai demi memuaskan ego pribadi, kamu juga ikut menceritakan keburukan pasangan dan masalah dalam hubungan. Hal seperti itu dapat jadi bumerang untukmu sendiri di masa mendatang.

2. Batasi porsi menghabiskan waktu berdua

ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/Samson Katt)

Berteman dengan seseorang yang sudah dekat pasti ada keinginan untuk eksplor tempat atau kegiatan menarik bersama. Sesederhana nongkrong di kafe atau jalan-jalan di mal sambil coba jajanan viral. Tapi ingat ya, saat punya pasangan, kamu perlu untuk menghargai perasaaan pasanganmu.

Kurangi, bahkan eliminasi menghabiskan waktu dengan teman lawan jenis lain berdua. Kalau pergi kelompok dalam satu circle masih gak masalah, tapi gak etis kalau kalian hanya pergi berdua. Hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dan drama yang gak perlu dalam hubungan.

3. Batasi jam malam ketemu

ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/David Crypto)

Saat teman lawan jenis mengajak ketemu malam-malam, jangan langsung diiyakan. Sedekat apa pun, kamu perlu memikirkan dan menghargai perasaan pasanganmu. Bagaimana jika ia tahu kamu bertemu lawan jenis lain tengah malam?

Meski kalian berdalih “gak ngapa-ngapain”, tapi hal tersebut gak etis. Belum lagi, hal tersebut bisa memicu gosip negatif yang ujung-ujungnya jadi bumerang untuk hubungan kalian.

4. Batasi sentuhan fisik

ilustrasi pasangan (pexels.com/Trần Long)

Saat kamu berkomitmen dengan seseorang, kamu bukan hanya berkomitmen waktu untuk mengenal orang tersebut lebih dekat, tetapi juga komitmen untuk menjaga diri demi masa depan kalian. Inilah mengapa, kamu gak bisa lagi sembarangan memberi afeksi fisik pada lawan jenis, apalagi kalau love language pasangan adalah physical touch.

Sama saja kamu gak menghargai pasanganmu. Coba kurangi kebiasaan tertawa sambil memukul atau menyentuh lawan jenis, atau menyentuh rambut dan wajah mereka dengan dalih bercanda. Hal-hal seperti itu terlihat sepele tapi bisa berdampak krusial bagi hubungan.

5. Batasi intensi ngobrol lewat chat dan media sosial

ilustrasi memeriksa HP di pagi hari (pexels.com/Gabriel Hohol)

Katanya teman, tapi chat 24 jam non-stop. Katanya teman, tapi kamu lebih sering chat sama dia dibanding pasangan. Hal ini justru menimbulkan tanda tanya, kenapa kamu bisa lebih dekat pada lawan jenis lain dibanding pasangan sendiri?

Selingkuh gak mulai dari hal besar, melainkan interaksi-interaksi kecil yang terus dipertahankan. Untuk menjaga hubunganmu, segera batasi interaksi yang gak perlu dengan lawan jenis lain. Bukan sok jual mahal, melainkan sedang membangun batas untuk hal yang lebih diprioritaskan.

Batasan dengan teman lawan jenis penting selain untuk menghargai pasangan, kamu juga sedang menjagai hubunganmu dari konflik maupun kesalahpahaman orang. Ingat, saat sudah berkomitmen kamu bukan hidup untuk perasaanmu sendiri. Kamu juga perlu mengerti, menghargai, dan menerima pasangan perasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article