Ada satu jenis mencintai yang jarang diajarkan, yaitu mencintai tanpa kehilangan diri sendiri dalam prosesnya. Banyak dari kita tumbuh dengan pemahaman bahwa cinta berarti memberi, mengalah, dan menyesuaikan diri sebanyak mungkin. Sampai kadang lupa bahwa versi diri yang terus menyusut demi orang lain juga butuh ruang untuk pulih dan kembali utuh.
Pemahaman ini belakangan jadi lebih nyata lewat obrolan jujur Hannah Al Rashid baru-baru ini membagikan proses itu lewat podcast Sini, Sis! bertajuk Hannah & Nadine w/ Kartika Jahja get REAL about divorce and how we got through it. Dalam percakapan itu, Hannah gak cuma membagikan ceritanya soal perceraian, namun juga menyentuh sesuatu yang lebih universal, yaitu bagaimana cinta seharusnya gak pernah menuntut kita untuk mengecilkan diri sendiri. Dari sinilah, muncul tiga pelajaran tentang cinta yang tak membatasi diri, yang rasanya relevan buat siapa saja, terlepas dari sudah atau belum pernah mengalami perpisahan.
