Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rekomendasi Buku dari Hannah Al Rashid yang Cocok Kamu Baca di Hari Kartini

5 Rekomendasi Buku dari Hannah Al Rashid yang Cocok Kamu Baca di Hari Kartini
Rekomendasi buku dari Hannah Al Rashid (kolase foto via Instagram @hannahalrashid & Gramedia)

Nama Raden Ajeng Kartini selalu punya tempat istimewa dalam sejarah perempuan Indonesia. Lewat pemikiran dan tulisannya, Kartini membuka jalan bagi perempuan untuk berani bermimpi, belajar, dan menentukan masa depan. Semangat itu tidak hanya hidup dalam perjuangannya, tapi juga dalam karya-karya yang terus menginspirasi hingga sekarang.

Di masa kini, banyak ‘Kartini modern’ yang meneruskan semangat tersebut lewat buku-buku yang relevan dengan kehidupan saat ini. Berikut rekomendasi buku dari Hannah Al Rashid yang cocok kamu baca di Hari Kartini.

 

1. “Maiasaura” karya Lily Yulianti Farid

Ilustrasi cover buku “Maiasaura” (foto via Goodreads)
Ilustrasi cover buku “Maiasaura” (foto via Goodreads)

Buku “Maiasaura” karya Lily Yulianti Farid menghadirkan cerita perempuan dengan latar budaya yang kuat dan penuh nuansa emosional. Kisahnya menggambarkan perjalanan hidup perempuan yang tidak selalu mudah, terutama saat harus menghadapi tekanan sosial, tradisi, dan pilihan hidup yang sering kali tidak berpihak.

Melalui cerita ini, kamu diajak melihat bagaimana perempuan berusaha menemukan suara dan keberanian dalam dirinya. Buku ini cocok untuk kamu yang ingin memahami sisi lain perjuangan perempuan, sekaligus belajar bahwa menjadi kuat tidak selalu berarti keras, tapi juga berani jujur dengan diri sendiri.

2. “Malam Seribu Jahanam” karya Intan Paramaditha

Cover buku “Malam Seribu Jahanam” (foto via Gramedia)
Cover buku “Malam Seribu Jahanam” (foto via Gramedia)

“Malam Seribu Jahanam” dari Intan Paramaditha menawarkan cerita yang unik dengan sentuhan horor dan realitas sosial. Di balik kisah-kisahnya yang gelap, tersimpan kritik tajam tentang posisi perempuan dalam masyarakat yang sering kali dibatasi oleh aturan dan stigma.

Buku ini membuka cara pandang baru tentang perempuan yang tidak selalu harus ‘baik-baik saja’. Lewat karakter-karakternya, kamu akan melihat bahwa perempuan juga punya sisi gelap, amarah, dan keberanian untuk melawan. Ini jadi bacaan menarik buat kamu yang ingin melihat perspektif perempuan yang lebih berani dan berbeda.

3. “Kekasih Musim Gugur” karya Laksmi Pamuntjak

Cover buku “Kekasih Musim Gugur” (foto via Gramedia)
Cover buku “Kekasih Musim Gugur” (foto via Gramedia)

“Kekasih Musim Gugur” karya Laksmi Pamuntjak menyuguhkan cerita yang puitis dan penuh perasaan tentang cinta, kehilangan, dan pencarian jati diri. Tokoh perempuannya digambarkan dengan kompleks, menunjukkan bahwa kehidupan perempuan tidak selalu sederhana atau mudah ditebak.

Lewat alur yang mengalir dan bahasa yang indah, kamu akan diajak masuk ke dalam pergulatan batin seorang perempuan. Buku ini cocok untuk kamu yang suka cerita emosional dan reflektif, sekaligus ingin memahami bagaimana perempuan menghadapi luka dan tetap bertahan.

4. “Kartini: Surat-surat Lengkap dan Berbagai Catatan 1898-1904” karya Joost Cote

Cover buku “Kartini: Surat-surat Lengkap dan Berbagai Catatan 1898-1904” (foto via Gramedia)
Cover buku “Kartini: Surat-surat Lengkap dan Berbagai Catatan 1898-1904” (foto via Gramedia)

Buku ini berisi kumpulan pemikiran Raden Ajeng Kartini yang ditulis dalam bentuk surat kepada sahabat-sahabatnya. Disusun oleh Joost Cote, buku ini memperlihatkan secara langsung bagaimana Kartini memandang pendidikan, kebebasan, dan peran perempuan di zamannya.

Dari buku ini, kamu bisa melihat bahwa perjuangan perempuan sudah dimulai sejak lama dan penuh tantangan. Tulisan Kartini terasa jujur dan kuat, membuat kamu sadar bahwa banyak hal yang kita nikmati sekarang adalah hasil dari perjuangan panjang. Ini jadi bacaan penting untuk memahami akar pemikiran emansipasi perempuan di Indonesia.

5. “Luka-luka Linimasa” by Kalis Mardiasih

Cover buku “Luka-luka Linimasa” (foto via Goodreads)
Cover buku “Luka-luka Linimasa” (foto via Goodreads)

“Luka-luka Linimasa” karya Kalis Mardiasih berisi tulisan-tulisan reflektif yang dekat dengan kehidupan perempuan masa kini. Buku ini membahas berbagai hal, mulai dari relasi, ekspektasi sosial, hingga tekanan yang sering dirasakan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan gaya bahasa yang sederhana dan jujur, buku ini terasa seperti teman curhat yang memahami perasaanmu. Kamu akan diajak untuk menerima luka, berdamai dengan keadaan, dan tetap melangkah. Cocok untuk kamu yang sedang mencari penguatan dan ingin merasa tidak sendirian dalam menghadapi hidup.

Semoga rekomendasi buku ini bisa jadi inspirasi dan teman perjalananmu dalam menjalani hidup. Karena seperti semangat Kartini yang tak lekang oleh waktu, kamu juga punya kesempatan yang sama untuk bersinar, berdaya, dan memberi dampak bagi sekitar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us