Ilustrasi fexting (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Meskipun fexting menawarkan manfaat, hal ini juga mendorong masalah baru. Mengirim pesan teks tidak memberi banyak ruang untuk berekspresi. Orang di seberang layar atau pasangan kita tidak dapat sepenuhnya membaca isyarat, seperti bahasa tubuh atau nada suara.
Berikut adalah alasan-alasan utama mengapa fexting dapat memberburuk pertengkaran dalam relationship:
Kata-kata tertulis seringkali dapat disalahartikan, dan tanpa nada suara untuk memperjelas, mudah untuk berasumsi yang terburuk tentang niat seseorang.
Saat kita berbicara, orang yang kita ajak bicara dapat mengetahui seberapa serius atau santai kita dari nada suara kita. Sebaliknya, teks tidak memiliki nada. Semuanya datar dalam tulisan, sehingga komentar sarkastik atau lelucon dapat disalahartikan sebagai penghinaan.
Salah satu cara untuk menghindari kesan menghina adalah dengan menggunakan emoji atau GIF. Ini pun dapat menciptakan suasana yang lebih ringan. Namun, kata-katamu tetap bisa disalahpahami.
Berkomunikasi lewat pesan singkat umumnya merupakan pertukaran cepat dan saat berdebat, bisa menjadi lebih cepat lagi. Mungkin kamu menunda untuk tidak membaca seluruh balasan seseorang sebelum membalas lagi dan semakin kesal kamu, semakin sulit untuk mengekspresikan diri dengan jelas atau memahami pasangan yang kamu ajak berdebat.
Hal ini dapat dengan cepat berkembang menjadi situasi yang lebih besar dan lebih buruk. Semakin kesal dirimu, semakin tidak rasional kamu nantinya.
Selain isyarat vokal, kita berkomunikasi secara langsung melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Cara kita bertindak secara fisik memberi tahu orang lain bagaimana perasaan kita dan tanpa itu dalam bentuk teks, sebuah argumen dapat meningkat ke titik yang mengerikan tanpa salah satu pihak menyadari betapa kesalnya pihak lain.
Biasanya, jika melihat seseorang kesal atau bahkan mulai menangis, kamu akan berhenti sejenak untuk memastikan mereka baik-baik saja. Melalui pesan teks, kita mungkin tidak tahu apakah mereka menangis atau tidak. Maka, kita mungkin tidak berhenti melontarkan kata-kata menyakitkan bagi pasangan yang menerima pesan.