Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Meski Klise, 10 Trope Novel Ini Justru Gak Pernah Mati

Meski Klise, 10 Trope Novel Ini Justru Gak Pernah Mati
ilustrasi novel (pexels.com/ready made)
  • Artikel menyoroti trope novel yang tetap diminati meski alurnya sering mudah ditebak, karena mampu memancing emosi dan membuat pembaca terus mengikuti cerita.
  • Trope romantis yang dibahas mencakup enemies to lovers, second chance, friends to lovers, fake relationship, love triangle, love at first sight, serta forbidden love.
  • Daftar juga memuat the chosen one, miscommunication, dan amnesia; masing-masing menghadirkan konflik takdir, salah paham, atau pencarian identitas dalam berbagai novel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak sih, saat lagi baca novel, kamu sebenarnya sudah bisa menebak kalau si tokoh utama bakal jadian sama musuh bebuyutannya? Meskipun alurnya sudah terbaca, jempol kita anehnya nggak bisa berhenti scrolling layar atau membalik halaman sampai tamat.

Dalam dunia literasi, pola cerita ini disebut sebagai trope. Meski sering dianggap klise, nyatanya trope tertentu selalu berhasil membuat pembaca emosi, senyum sendiri, bahkan sampai gagal move on.

Bukannya membosankan, trope ini justru menjadi alasan mengapa kita tetap jatuh cinta pada cerita yang sama berulang kali. Penasaran apa aja trope legendaris yang gak ada matinya? Check this out!

  1. 1. Enemies to lovers

    Tampilan buku Pride and Prejudice by Jane Austen
    Tampilan buku Pride and Prejudice by Jane Austen (instagram.com/lunchbreaklibrary)

    Ini nih salah satu trope yang sering jadi incaran para pecinta novel. Dinamika antara dua orang yang hobi adu mulut, tapi berakhir adu perasaan memang punya daya tarik luar biasa. Ketegangan saat mereka masih saling benci biasanya justru bikin pembaca gemas dan berakhir ngomel biar mereka segera jadian.

    Tatapan tajam penuh amarah berubah menjadi tatapan lembut penuh cinta. Wah, siapa yang gak bakal baper, coba? Pride and Prejudice by Jane Austen dikenal sebagai pionir trope ini. Karya lain, seperti The Predator by Runyx, On the Land of Sorrow by Porknoodle, dan Twisted Hate by Ana Huang menjadi beberapa novel yang mengangkat trope enemies to lovers.

  2. 2. Second chance

    Tampilan buku Persuasion by Jane Austen
    Tampilan buku Persuasion by Jane Austen (instagram.com/tatis.booknook)

    Berfokus pada dua tokoh yang pernah berpisah, lalu dipertemukan kembali oleh keadaan. Biasanya penuh nostalgia, penyesalan, dan pertanyaan: “Apakah cinta lama masih bisa diperbaiki?”.

    Nuansa emosional seperti ini bisa ditemukan dalam Persuasion by Jane Austen, Giga Bite by Inka Linea, dan Happy Place by Emily Henry. Jadi, kalian setuju gak kalau orang lama pemenangnya?

  3. 3. Friends to lovers

    Tampilan buku People We Meet on Vacation by Emily Henry
    Tampilan buku People We Meet on Vacation by Emily Henry (instagram.com/melsbookshelves)

    Anggapan bahwa gak ada laki-laki dan perempuan yang benar-benar berteman murni tampaknya cocok dengan trope ini. Dua orang yang tumbuh besar bersama dan tahu rahasia masing-masing biasanya takut menyatakan cinta karena gak mau merusak persahabatan.

    Perjuangan mereka untuk keluar dari friendzone ini selalu sukses menyentuh sisi emosional pembaca. Beberapa novel dengan trope ini, di antaranya; Friendzone by Alnira, People We Meet on Vacation by Emily Henry, dan Friendshit by Queen Nakey.

  4. 4. Fake relationship

    Tampilan buku Satine by Ika Natassa
    Tampilan buku Satine by Ika Natassa (instagram.com/anggiareads)

    “Gak boleh saling jatuh cinta,” kata-kata klasik khas trope fake relationship yang ujung-ujungnya dilanggar sendiri sama tokoh utama. Awalnya aja pada percaya diri gak mungkin melanggar aturan yang dibuat, tetapi waktu pasangan “pura-puranya” kenapa-napa, dia sendiri yang paling khawatir.

    Momen-momen canggung, tetapi lucu inilah yang selalu berhasil menghibur pembaca. The Love Hypothesis by Ali Hazelwood, Satine by Ika Natassa, dan Summer in Seoul by Ilana Tan adalah novel fake relationship yang sering diulas pembaca.

  5. 5. Love triangle

    Tampilan buku series The Hunger Games by Suzanne Collins
    Tampilan buku series The Hunger Games by Suzanne Collins (instagram.com/shelfspectrum)

    Dua hati, satu tujuan. Trope ini sering bikin pembaca ikut “terpecah kubu” dan terlibat secara emosional dalam cerita.

    Ada yang dukung si A karena greenflag parah, tapi ada juga yang dukung si B karena posesif khas karakter redflag. Contoh trope love triangle paling populer bisa ditemukan dalam Twilight by Stephenie Meyer, The Hunger Games by Suzanne Collins, dan Lovestruck by Exsha Annissa.

  6. 6. The Chosen One

    Tampilan buku Aroma Karsa by Dee Lestari
    Tampilan buku Aroma Karsa by Dee Lestari (instagram.com/nebookreview)

    Tokoh utama biasanya memiliki takdir besar yang mengubah hidupnya secara perlahan. Ia menjadi “orang terpilih” yang bertugas menyelamatkan dunia dari ancaman bahaya.

    Trope ini biasa ditemui dalam genre fantasi, aksi, dan petualangan, seperti Harry Potter by J.K. Rowling, Aroma Karsa by Dee Lestari, dan Dune by Frank Herbert.

  7. 7. Miscommunication

    Tampilan buku Funiculi Funicula by Toshikazu Kawaguchi
    Tampilan buku Funiculi Funicula by Toshikazu Kawaguchi (instagram.com/caisreading)

    “Komunikasi aja kenapa, sih?”. Nah, kalimat itu mungkin sering diungkapkan oleh pembaca ketika bertemu trope ini. Salah paham yang menjadi akar masalah terus berkembang hingga menjadi masalah besar.

    Penyebabnya cuma satu, kurang komunikasi. Meski sering bikin gemas, trope ini terasa dekat dengan kehidupan nyata, kan? Contohnya ada pada Funiculi Funicula by Toshikazu Kawaguchi, Norwegian Wood by Haruki Murakami, Happy Place by Emily Henry.

  8. 8. Amnesia

    Tampilan buku Inteligensi Embun Pagi by Dee Lestari
    Tampilan buku Inteligensi Embun Pagi by Dee Lestari (instagram.com/claudieslibrary)

    Kalau ini, mungkin jadi salah satu trope yang dibenci sekaligus digemari oleh pembaca. Tokoh kehilangan ingatan dan harus menemukan kembali identitas atau masa lalunya.

    Pembaca biasanya merasa gemas dan marah ketika tokoh didiagnosis mengalami amnesia, apalagi kalau lupa soal kisah cintanya. Trope ini bisa dijumpai pada novel Winter in Tokyo by Ilana Tan, Inteligensi Embun Pagi by Dee Lestari, dan Remember Me? By Sophie Kinsella.

  9. 9. Love at first sight

    Tampilan buku Romeo dan Juliet by William Shakespeare
    Tampilan buku Romeo dan Juliet by William Shakespeare (instagram.com/readseveryday)

    Siapa yang udah pernah jatuh cinta pandangan pertama? Meskipun terkesan kurang realistis bagi sebagian orang, tapi nuansa romantis dan manis yang dibawakan membuat pembaca tetap menyukai trope ini.

    Kisah seperti ini dapat ditemukan dalam Mariposa by Luluk HF, Romeo dan Juliet by William Shakespeare, dan Forelsket by Carlene Ann.

  10. 10. Forbidden love

    Tampilan buku Twisted Games by Ana Huang
    Tampilan buku Twisted Games by Ana Huang (instagram.com/books.and.the.beach)

    Cinta yang gak direstui kadang terasa dekat dengan kehidupan kita. Mulai dari hubungan terhalang restu keluarga, status sosial, bahkan aturan masyarakat tertentu.

    Trope ini selalu berhasil menghadirkan drama emosional yang kuat, seperti dalam Twisted Games by Ana Huang, Kidung Pralaya by Nikilaresae, dan Romeo dan Juliet by William Shakespeare.

    Dari beberapa daftar di atas, mana nih trope yang paling sering kamu cari dan rela-relain begadang demi menamatkan satu novel? Atau, mungkin kamu punya trope favorit lain yang wajib masuk daftar ini? Tulis di kolom komentar, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More