“Berbelanja barang bekas sering kali tentang perburuan; energik, cepat, dan bergerak melalui pasar loak atau toko barang bekas dan membuat keputusan dengan cepat. Mungkin kamu mencari harga miring atau menikmati sensasi menemukan hidden gem. Sementara itu, antiquing atau berburu barang antik lebih disengaja. Itu membutuhkan pengetahuan atau setidaknya rasa ingin tahu tentang sejarah,” kata Martin Codina adalah pendiri dan pemilik bersama Fine Estate, Inc. di San Rafael, California, dikutip dari Better Homes and Gardens.
Perbedaan Antiquing Vs. Thrifting, Tak Hanya Belanja Barang Bekas!

- Thrifting berfokus pada perburuan barang bekas secara cepat dan luas, dari barang baru hingga vintage atau antik, sering dipengaruhi peluang menemukan barang menarik dengan harga miring.
- Antiquing dilakukan lebih terarah untuk mencari barang antik berusia lebih dari 100 tahun, membutuhkan ketelitian, pengetahuan sejarah, serta fokus pada koleksi atau kebutuhan yang spesifik.
- Negosiasi dapat dilakukan di kedua aktivitas, tetapi perlu sopan; harga toko thrift cenderung kurang fleksibel, sedangkan pedagang antik menawarkan informasi dan cerita di balik barang.
Beberapa tahun terakhir ini tren belanja barang bekas kembali menghiasi gaya hidup modern. Tetapi, begitu banyak istilah yang digunakan dalam tren ini, bahkan dua yang populer di antaranya ialah antiquing dan thrifting.
Meskipun merujuk pada memburu barang-barang secondhand, kedua aktivitas tersebut sebenarnya tidak sama, loh! Buat kamu yang gemar memburu barang bekas layak pakai atau mengikuti trennya, pelajari lebih banyak lagi mengenai perbedaan antiquing vs. thrifting di sini, biar gak salah menggunakan katanya.
1. Perbedaan utama antiquing Vs. thrifting

Ilustrasi antiquing vs. thrifting (pexels.com/Sam Lion) Perbedaan utama antara antiquing (berburu/berbelanja barang antik) Vs. thrifting (berburu/berbelanja barang bekas pakai) biasanya terletak pada tujuan atau niat saat membeli.
Meskipun thrifting dan antiquing sama-sama melibatkan pencarian barang bekas, thrifting lebih luas dan dapat mencakup barang-barang yang dibuat dalam tahun tersebut serta barang antik asli. Antiquing berarti kamu mencari barang-barang yang berusia lebih dari 100 tahun, yang biasanya membutuhkan sedikit ketelitian atau keahlian untuk dapat mengidentifikasi barang-barang tersebut.
2. Yang harus diketahui tentang thrifting

Ilustrasi thrifting (pexels.com/cottonbro studio) Thrifting lebih seperti memburu harta karun
Thrifting menawarkan kesempatan untuk menemukan berbagai barang menakjubkan, baik baru, vintage, maupun antik. Thrifting merupakan pengalaman berbelanja yang mandiri.
“Berburu barang bekas itu intinya berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Kamu tidak pernah tahu apa yang mungkin kamu temukan. Dan, terkadang kamu tidak menemukan apa pun sama sekali, tetapi inilah yang membuat kamu ingin terus kembali thrifting," ujar Anne Griggs dari Hoskins Creek Home, sebuah toko vintage dan stan barang antik, dikutip dari Apartment Therapy.
Fleksibilitas harga lebih terbatas, namun bisa negosiasi
Meskipun setiap toko barang bekas berbeda, sebagian besar toko kurang fleksibel dalam hal penetapan harga dibandingkan toko barang antik. Kamu dipersilakan untuk menanyakan tentang diskon, tetapi sebaiknya kamu melakukan hal berikut:
- Bersikaplah wajar. Jika kamu ingin mendapatkan harga terbaik, lakukan dengan pembayaran tunai. Simpan tawar-menawar untuk barang-barang yang lebih mahal atau saat membeli beberapa barang.
- Bersikaplah baik. Tidak ada taktik negosiasi yang lebih baik daripada bersikap ramah dan hormat saat meminta diskon. Menawar dengan keras, mengkritik barang secara detail, atau menyatakan kamu dapat membelinya lebih murah secara online kemungkinan besar akan dianggap tidak sopan. Cara-cara seperti ini tidak akan banyak merubah harga.
3. Yang harus diketahui tentang antiquing

Ilustrasi antiquing (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Antiquing adalah kurasi yang disengaja
Ketika seseorang antiquing, mereka biasanya mencoba mengisi kekosongan yang sangat spesifik. Misalnya, kamu tidak hanya membeli mangkuk, melainkan mencari mangkuk yang tepat. Ini berarti periode yang tepat, barang yang tepat untuk melengkapi koleksi yang telah mereka bangun.
"Berburu barang antik adalah tentang kesengajaan dan kurasi. Dan jika kamu sedang mengkurasi sebuah koleksi, sarannya adalah tetap fokus pada bidangmu. Kamu tidak perlu tahu segalanya, kedalaman dalam satu bidang jauh lebih ampuh daripada pengetahuan permukaan dalam sepuluh bidang," kata Codina.
Ada aspek pribadi di dalamnya
Salah satu keuntungan besar berburu barang antik adalah bisa berbicara dengan para pedagang barang antik yang sering kali memiliki banyak pengetahuan. Selain barang-barang yang sering diberi label dengan informasi detail mengenai era, merek, atau gaya, ada aspek personal dalam antiquing. Kamu pasti sering menemukan bahwa barang-barang yang kamu beli dari pedagang barang antik memiliki cerita di baliknya dan detail menarik yang menambah nilai.
Kamu bisa negosiasi harga, tetapi cara melakukannya penting
Di toko barang antik, kamu biasanya berurusan dengan seseorang yang telah menghabiskan puluhan tahun membangun pengetahuan dan mencari bahan, jadi bernegosiasilah dengan hormat. Hindari menawarkan setengah harga tanpa melihat barangnya terlebih dahulu. Selain itu, tidak bijaksana untuk mencoba membuktikan bahwa pengetahuanmu lebih unggul atau membandingkan satu pedagang dengan pedagang lainnya.
Berbicara soal harga, hanya karena sesuatu itu merupakan penawaran yang bagus bukan berarti kamu harus membelinya. Orang sering melihat barang dengan harga rendah dan merasa seperti mendapatkan penawaran yang sangat menguntungkan. Sebelum melakukan pembelian, perhatikan tentang kebutuhan, apakah sejalan dengan yang sedang kamu bangun, atau membeli karena harga murah.
Itulah perbedaan antiquing Vs. thrifting, di mana ada perbedaan niat, barang yang dicari, harga, hingga negosiasi harga. Semoga kamu sudah paham perbedaannya, ya!




















