Asal Usul Bedak, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Kuno

- Bedak telah digunakan sejak Romawi dan Tiongkok Kuno, melalui kapur, cuka, akar orris, serta bubuk beras untuk memutihkan dan menghaluskan kulit sebagai penanda status sosial.
- Pada Abad Pertengahan hingga era Elizabethan, wajah pucat menjadi standar kecantikan; ceruse berbahan timbal putih dan cuka populer, tetapi memicu iritasi, kerusakan kulit, hingga keracunan.
- Awal abad ke-20 menggeser fungsi bedak menjadi pengontrol minyak dan pemberi efek matte; bedak berwarna serta banana powder kemudian memperluas pilihan rona dan penggunaan makeup modern.
Bedak menjadi salah satu produk makeup yang banyak digunakan untuk membuat wajah tampak lebih halus dan mengurangi kilap. Kini, bedak hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari loose powder hingga pressed powder dengan pilihan warna yang semakin beragam. Namun, tahukah kamu kalau penggunaan bedak wajah ternyata sudah dikenal sejak zaman kuno?
Menariknya, fungsi bedak pada zaman dahulu ternyata cukup berbeda dari yang kita kenal sekarang. Bedak pernah digunakan untuk membuat kulit terlihat lebih putih, menyamarkan karakteristik alami wajah, hingga menunjukkan status sosial seseorang. Penasaran bagaimana bedak akhirnya berubah menjadi produk yang digunakan untuk mengunci makeup? Yuk, simak sejarahnya berikut ini!
1. Bedak sudah digunakan sejak zaman Romawi dan Tiongkok Kuno

ilustrasi bedak padat (pexels.com/rdne) Penggunaan bedak wajah ternyata sudah dikenal sejak zaman kuno, termasuk pada masa Romawi sekitar abad pertama hingga kedua Masehi. Saat itu, krim wajah yang terbuat dari kapur dan cuka digunakan untuk membuat kulit tampak lebih cerah, sedangkan akar tanaman orris yang digiling halus digunakan sebagai bedak. Di Tiongkok Kuno, bubuk beras juga dimanfaatkan untuk membuat kulit terlihat lebih putih sekaligus halus.
Pada masa tersebut, kulit putih bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga berkaitan dengan status sosial seseorang. Semakin putih dan halus kulit seseorang, semakin tinggi pula status kelas sosial yang dianggap dimilikinya. Pandangan tersebut juga ditemukan dalam berbagai praktik kecantikan lainnya pada masa lalu.
2. Wajah putih pernah jadi standar kecantikan

ilustrasi bedak (pexels.com/dsstories) Memasuki Abad Pertengahan, wajah pucat dan bulat dianggap sebagai salah satu gambaran kecantikan yang ideal. Perempuan bahkan mencabut alis dan rambut di bagian depan kepala untuk mendapatkan tampilan yang sesuai dengan standar kecantikan saat itu. Bedak juga digunakan untuk menyamarkan karakteristik alami wajah, sementara tepung dan bahan pemutih keras seperti lye digunakan untuk membantu menghilangkan freckles.
Penggunaan wajah putih sebagai standar kecantikan kemudian juga terlihat dalam berbagai karya seni. Pada era Renaissance, misalnya, sejumlah lukisan menampilkan sosok perempuan dengan kulit yang sangat putih dan bebas noda. Gambaran serupa juga muncul pada era Elizabethan, termasuk melalui penampilan Ratu Elizabeth I yang dikenal dengan wajah pucat dan rambut merah khasnya.
3. Bedak putih ternyata sempat mengandung bahan berbahaya

ilustrasi perempuan menggunakan bedak (freepik.com/freepik) Pada era Elizabethan, penggunaan bedak putih semakin umum, bahkan perempuan kelas pekerja mulai menggunakan tepung sebagai bedak wajah. Dalam dunia teater, para aktor Shakespeare’s Globe Theater menggunakan ceruse, yaitu campuran timbal putih dan cuka, sebelum tampil dalam pertunjukan. Meski membuat wajah terlihat putih, penggunaan bahan tersebut ternyata dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada kulit.
Penggunaan ceruse kemudian diketahui membawa dampak yang lebih serius karena produk tersebut bersifat beracun. Produk ini disebut telah menyebabkan kematian sejumlah perempuan dari kalangan masyarakat kelas atas dan merusak kondisi kulit perempuan lainnya. Sekitar tahun 1760, wabah cacar yang melanda Inggris juga meninggalkan banyak orang dengan bekas luka dan tekstur kulit yang berlubang, sementara penggunaan ceruse untuk memutihkan kulit turut memperburuk kondisi tersebut.
4. Fungsi bedak mulai berubah pada awal abad ke-20

ilustrasi bedak (pexels.com/cottonbro) Sekitar 60 tahun setelah periode tersebut, buku The Art of Beauty yang diterbitkan secara anonim memperkenalkan pandangan bahwa kosmetik seharusnya digunakan untuk menonjolkan kecantikan alami, bukan menyembunyikan kekurangan. Pendekatan ini kemudian mendorong penggunaan produk seperti bedak secara lebih bebas. Meski demikian, bedak masih banyak digunakan pada era Victoria dan Edwardian, termasuk bersama rouge untuk memberikan warna pada wajah.
Memasuki awal abad ke-20, bedak mulai memiliki fungsi yang lebih praktis dalam rutinitas kecantikan. Bedak digunakan untuk membuat wajah terlihat matte serta membantu menyerap keringat dan produksi minyak berlebih pada kulit. Fungsi tersebut membuat bedak tidak lagi hanya digunakan untuk menyembunyikan kondisi kulit, tetapi juga untuk mengurangi kilap pada wajah.
5. Bedak berwarna hingga banana powder muncul

ilustrasi perempuan menggunakan alas bedak (freepik.com/freepik) Pada dekade 1920-an dan 1930-an, bedak berwarna mulai populer melalui berbagai merek kosmetik dan iklan. Beberapa warna yang umum digunakan saat itu, antara lain; White, Natural, Flesh, serta Rachel atau Brunette, sementara sejumlah perusahaan bahkan menawarkan sekitar belasan warna dalam koleksi bedaknya. Kehadiran bedak berwarna membuat pengguna dapat meninggalkan tampilan kulit yang terlalu pucat dan mulai menggunakan warna yang lebih sesuai dengan rona alami kulit.
Pada 1960-an, banana powder diperkenalkan oleh Ben Nye, seorang makeup artist Hollywood yang dikenal dengan kosmetik special effects. Bedak tersebut memiliki sedikit rona kuning yang membantu memberikan efek lebih cerah sekaligus mengurangi tampilan kemerahan pada kulit, sementara hasilnya cukup transparan ketika diaplikasikan. Perkembangan selanjutnya juga menghadirkan produk seperti powder-to-cream yang dapat berubah dari partikel halus menjadi warna yang tahan lama ketika digunakan.
Kini, bedak lebih dikenal sebagai produk untuk mengunci makeup dan membantu mengontrol minyak pada wajah. Perjalanan panjangnya menunjukkan bahwa fungsi bedak telah mengalami banyak perubahan, dari produk untuk menciptakan kulit putih hingga menjadi bagian dari rutinitas makeup modern. Jadi di balik produk sederhana yang ada di makeup pouch-mu, ternyata ada sejarah kecantikan yang cukup panjang, kan?




















